Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sampah Kali Jambe Menumpuk, Penangkap Sampah Jadi Solusi Mendesak

Sampah Kali Jambe Menumpuk, Penangkap Sampah Jadi Solusi Mendesak
Minat|Asia Tenggara

Sumbatan besar di jalur air penting

Sampah Kali Jambe adalah tumpukan limbah rumah tangga yang terbawa arus dari wilayah hulu dan menghambat aliran sungai di sekitar perbatasan Bekasi. Kasus terbaru memperlihatkan bahwa persoalan sampah di sungai bukan sekadar gangguan kebersihan, melainkan ancaman langsung bagi fungsi saluran air dan keselamatan kawasan hilir. Sekitar 1.200 meter kubik sampah menumpuk di dekat Tol Jakarta–Cikampek Km 19, mengering, lalu menyumbat aliran Kali Jambe. Pemerintah Kabupaten Bekasi dan sejumlah instansi lintas wilayah menggelar operasi pengangkutan besar-besaran hingga Minggu, 1 November 2026. Skala penumpukan itu menegaskan bahwa pembersihan rutin saja tidak cukup jika sampah terus datang dari hulu. Air sungai yang terlihat hitam pekat juga memperkuat kekhawatiran tentang pencemaran sungai Bekasi, meski belum tercium bau menyengat.

Sampah Kali Jambe Menumpuk, Penangkap Sampah Jadi Solusi Mendesak

Saluran di bawah tol tak boleh dibiarkan rentan

Saluran yang melintang di bawah Tol Japek merupakan jalur vital bagi aliran air dari hulu Bogor. Karena itu, penumpukan di titik tersebut bukan masalah lokal yang bisa ditunda: ketika arus air terhambat, wilayah di hilir ikut menanggung risikonya. Jatimulya dan kawasan sekitarnya berpotensi mengalami banjir jika saluran kembali tersumbat. Operasi pada awal November menunjukkan betapa besar pekerjaan yang diperlukan untuk memulihkan aliran. Sebanyak 50 dump truck dikerahkan untuk mengangkut sekitar 1.200 kubik sampah, sementara hitungan kebutuhan keseluruhan mencapai sekitar 600 rit jika kapasitas tiap truk lima meter kubik. Angka itu layak dibaca sebagai peringatan, bukan keberhasilan yang menutup perkara. Selama sampah kiriman tetap lolos ke saluran, warga akan terus menghadapi risiko yang sama setiap kali aliran air terganggu.

Pintu penangkap sampah harus disertai pengelolaan lintas wilayah

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mewacanakan pemasangan fasilitas penangkap sampah permanen setelah penyumbatan terjadi. Gagasan berupa pintu beton di titik aliran itu ditujukan untuk menahan sampah dari luar wilayah sebelum terbawa lebih jauh ke hilir. Sampah hasil operasi diangkut ke perusahaan pengelola sampah rumah tangga dan TPA Burangkeng. Penangkap sampah Bekasi dapat menjadi langkah pencegahan yang masuk akal, tetapi bukan jawaban tunggal. Fasilitas itu perlu disertai jadwal pembersihan yang jelas, pembagian tanggung jawab antardaerah, dan pengelolaan sampah di wilayah hulu. Tanpa langkah-langkah tersebut, pintu penahan berisiko berubah menjadi titik penumpukan baru. Pernyataan Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Donny Sirait, bahwa sekitar 1.200 kubik sampah membutuhkan sedikitnya 600 rit truk berkapasitas lima kubik, menunjukkan besarnya beban yang muncul saat pencegahan gagal.

Kesimpulannya, penanganan sampah Kali Jambe harus bergerak dari pengerahan armada darurat menuju sistem pencegahan yang konsisten. Pintu penangkap dapat mengurangi sumbatan, tetapi hanya kerja sama lintas wilayah dan pengangkutan berkala yang dapat menjaga saluran tetap terbuka. Itu langkah yang lebih masuk akal untuk menekan pencemaran sungai Bekasi dan mengurangi ancaman banjir Jatimulya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!