Aksi Bersih Kali Krukut: Lebih dari Sekadar Seremonial
Pembersihan Kali Krukut adalah kegiatan gotong royong mengangkat dan mengelola sampah sungai Jakarta di sepanjang aliran kali, yang dilakukan melalui kolaborasi terstruktur antara korporasi, pemerintah daerah, dan komunitas, dengan tujuan memperbaiki kualitas lingkungan, kenyamanan warga, dan kesehatan ekosistem perkotaan secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, Telkom dan PT Telkom Landmark Tower (TLT) menggelar aksi bersih Kali Krukut di sekitar kawasan The Telkom Hub pada Jumat (18/9), sebagai bagian peringatan Hari Sungai dan World Cleanup Day. Kegiatan tersebut berhasil mengangkat 19 m³ atau setara 5,1 ton sampah dari sejumlah titik sepanjang kali. Angka ini bukan kecil; ia menunjukkan betapa parah sampah sungai Jakarta menumpuk, sekaligus betapa besar potensi dampak ketika korporasi menganggap tanggung jawab sosial perusahaan sebagai praktik, bukan slogan.
Detail 5,1 Ton Sampah: Cermin Masalah Sungai Kota
Dari total 5,1 ton sampah yang diangkut, sekitar 4,5 ton berasal langsung dari badan sungai dan 0,6 ton merupakan sampah kering di area sekitar aliran kali. Fakta ini penting: mayoritas sampah sungai Jakarta memang mengapung atau tertahan di aliran air, namun perilaku membuang sampah di bantaran tidak kalah berbahaya. Kali Krukut sendiri membentang sekitar 31,39 kilometer dan melintasi The Telkom Hub, dengan sejumlah titik yang masih dipenuhi tumpukan sampah di bantaran dan material yang menggenang di permukaan air. Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan estetika; sampah mengganggu kebersihan kawasan, mengancam ekosistem, dan menurunkan kenyamanan warga yang beraktivitas di sekitarnya. Selama sampah dibiarkan menjadi normal baru, banjir, bau, dan penyakit akan selalu menempel pada kehidupan kota.
ESG Telkom: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang Diuji di Sungai
Aksi pembersihan Kali Krukut ini bukan kegiatan dadakan, melainkan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom serta inisiatif GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Save Our Planet. Ahmad Reza menyatakan bahwa "aksi sederhana seperti ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana implementasi program ESG Telkom bukan hanya sekadar pelengkap, tapi suatu program berkelanjutan dengan dampak positif yang luas". Pernyataan tersebut layak diuji di lapangan, dan pembersihan Kali Krukut adalah uji nyatanya. Ketika korporasi turun langsung ke sungai, melibatkan karyawan sendiri, mereka menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan bukan lagi laporan tebal, melainkan kerja fisik yang kotor, melelahkan, dan berdampak. Di sini, reputasi ESG diuji: apakah ia berhenti di poster kantor, atau berlanjut sampai ke lumpur sungai.
Model Kerjasama Korporat–Pemerintah: Cetak Biru Pengelolaan Sungai Kota
Yang membuat pembersihan Kali Krukut menarik adalah model kerjasama korporat pemerintah yang dipraktikkan. Aksi ini didukung Pemerintah Provinsi DKI hingga kecamatan dan kelurahan setempat, serta melibatkan karyawan TelkomGroup, Pasukan Oren, dan Pasukan Biru yang menangani kebersihan saluran air dan banjir. Kombinasi ini penting: korporasi membawa sumber daya dan visibilitas, pemerintah membawa otoritas dan infrastruktur, sementara pasukan lapangan membawa keahlian teknis. Direktur Utama TLT, Suratman, berharap kegiatan ini mendorong lebih banyak kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Harapan itu harus dibaca sebagai ajakan memperluas skala: model kolaborasi ini bisa menjadi cetak biru pengelolaan sungai kota, dari perencanaan sampai pengawasan, selama tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
Dari Event ke Kebiasaan: Sungai Bersih sebagai Kewajiban Harian
Telkom sendiri menegaskan bahwa upaya keberlanjutan tidak berhenti pada satu kegiatan pembersihan, tetapi diarahkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dan membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan. Gunawan Wasisto mengingatkan bahwa sungai tidak mengenal batas administratif; apa yang terjadi di satu titik akan berdampak ke wilayah lain di sepanjang aliran. Artinya, pembersihan Kali Krukut hanya akan bermakna jika diikuti perubahan perilaku warga, pekerja, dan pengelola kota. Ke depan, TelkomGroup menyatakan akan terus mendorong inisiatif yang memberi manfaat nyata serta kolaborasi lebih luas agar kepedulian terhadap kebersihan tumbuh menjadi bagian dari keseharian. Kesimpulannya, pembersihan Kali Krukut adalah langkah awal yang baik, tapi ukuran kesuksesan sesungguhnya adalah saat sampah 5,1 ton itu tidak lagi terkumpul karena tidak pernah dibuang ke sungai.






