Empat laga, dua kejutan besar
I.League Cup adalah kompetisi sepak bola yang mempertemukan klub-klub dalam fase grup dan memberi ruang bagi tim dari kasta berbeda untuk menguji kekuatan mereka. Pada Selasa, 3 November 2026, empat pertandingan menghasilkan satu hasil imbang, dua kemenangan klub Championship atas kontestan Super League, serta kemenangan meyakinkan Dewa United. Hasil I.League Cup malam itu lebih menarik dari sekadar daftar skor: tim-tim yang diunggulkan tidak semuanya mampu mengendalikan pertandingan, sementara Kendal Tornado dan Persela memanfaatkan kesempatan untuk mencuri perhatian. Persija gagal menang di Medan, Persebaya tersungkur dalam duel terbuka, dan Persijap juga takluk tanpa mencetak gol. Di sisi lain, Dewa United menutup malam dengan kemenangan 3-1 atas Persita. Rangkaian ini menunjukkan bahwa label kompetisi maupun nama besar belum cukup untuk menjamin hasil di lapangan.

Persija gagal menuntaskan dominasi
Persija vs PSMS berakhir 1-1 di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, dan hasil itu terasa seperti peluang yang terbuang bagi Macan Kemayoran. Persija tampil dominan sejak awal dan mengandalkan serangan cepat, tetapi efektivitas penyelesaian akhirnya tak sebanding dengan penguasaan permainan. Figo Dennis membawa tim tamu unggul pada menit ke-42, satu-satunya gol dari setidaknya lima tembakan tepat sasaran yang dicatat Persija. PSMS tidak menyerah dan membalas melalui Phillerson Natan Silva pada menit ke-79. Setelah gol penyama itu, tak ada tambahan gol hingga laga usai. Bagi Persija, hasil imbang ini menjadi pengingat bahwa dominasi hanya bernilai jika diubah menjadi keunggulan yang aman. PSMS layak mendapat apresiasi karena mampu bertahan dalam tekanan dan menemukan momen untuk menghukum lawan.
Kendal Tornado dan Persela membalikkan prediksi
Kejutan terbesar datang dari dua klub Championship yang menundukkan tim Super League. Kendal Tornado Persebaya berakhir 3-2 di Stadion Sriwedari, Solo, setelah tuan rumah mencetak tiga gol pada babak kedua. Akbar Firmansyah membuka keunggulan pada menit ke-58, lalu Ramadhan Sananta dan Toni Firmansyah membawa Persebaya berbalik memimpin lewat gol pada menit ke-71 dan ke-78. Namun, Dimas Sukarno menyamakan skor pada menit ke-86 dan Patrick Dos Santos Cruz memastikan kemenangan Kendal Tornado tiga menit kemudian. Balasan beruntun itu memperlihatkan kegigihan Kendal, sekaligus menjadi hasil pahit bagi Persebaya. Persela Lamongan juga memberi kejutan dengan menang 2-0 atas Persijap Jepara di Grup I. Dua hasil ini mengubah sorotan malam itu: klub Championship bukan sekadar penggembira, melainkan mampu menghukum lawan yang gagal menjaga keunggulan.
Dewa United menang, malam ditutup dengan pesan tegas
Dewa United menjadi wakil Super League yang memberi respons paling meyakinkan pada rangkaian pertandingan yang sama. Bermain di Banten International Stadium, Serang, mereka mengalahkan Persita Tangerang 3-1. Denilson mencetak dua gol untuk Dewa United, Rafael Struick menambah satu gol, sedangkan Persita hanya membalas melalui Eber Bessa. Hasil pertandingan cup pada Selasa itu lengkap dengan empat skor: PSMS Medan 1-1 Persija Jakarta, Kendal Tornado FC 3-2 Persebaya Surabaya, Dewa United 3-1 Persita Tangerang, dan Persela Lamongan 2-0 Persijap Jepara. Perbedaan nasib para peserta memberi gambaran awal yang jelas: Persija perlu lebih klinis, Persebaya dan Persijap harus lekas berbenah, sementara Kendal Tornado serta Persela pantas menikmati kemenangan penting. Kesimpulannya, malam tersebut membuktikan bahwa kejutan bukan tempelan cerita, melainkan hasil dari tim yang berani mengambil peluang.






