Awal turnamen langsung menguji reputasi
I.League Cup adalah turnamen fase grup yang mempertemukan klub-klub dari Super League dan Championship, sehingga hasil awalnya segera menguji jarak reputasi di antara mereka. Dua hari pertama edisi 2026/2027 menunjukkan bahwa nama besar belum menjamin kemenangan: Persija tertahan, Persebaya tumbang, sedangkan Bali United tampil paling meyakinkan.
Empat laga pada Selasa, 3 November, membuka rangkaian dengan kejutan dari Kendal Tornado dan Persela Lamongan. Keduanya mengalahkan kontestan Super League: Kendal menundukkan Persebaya 3-2, sementara Persela menang 2-0 atas Persijap. Pada hari yang sama, Persija hanya bermain imbang 1-1 melawan PSMS Medan di Deli Serdang. Rangkaian hasil ini membuat awal turnamen terasa lebih terbuka daripada yang mungkin diharapkan dari peta kekuatan klub.

Persija kehilangan momentum, Persebaya menerima pukulan
Hasil Persija I.League Cup belum menjadi awal yang meyakinkan. Macan Kemayoran gagal membawa pulang kemenangan dari markas PSMS dan harus puas dengan skor 1-1 setelah mendapat perlawanan sengit. Satu poin memang bukan kekalahan, tetapi hasil itu menegaskan bahwa Persija tak bisa mengandalkan reputasi untuk melewati laga grup.
Kekalahan Persebaya lebih mencolok. Dalam duel ketat Persebaya Kendal Tornado, klub Championship itu menang 3-2 di Stadion Sriwedari, Solo. Akbar Firmansyah, Dimas Sukarno, dan Patrick Cruz mencetak gol bagi Kendal, sementara Ramadhan Sananta dan Toni Firmansyah membalas untuk Persebaya. Persela juga membuat kejutan dengan menundukkan Persijap 2-0. Dua kemenangan tersebut menunjukkan bahwa tim Championship mampu menghukum lawan yang lengah, bukan sekadar menjadi pelengkap fase grup.
Bali United mencuri sorotan pada hari kedua
Di antara hasil I.League Cup pada 3 dan 4 November, kemenangan Bali United paling sulit diabaikan. Mereka menghajar Persiba Balikpapan 6-1 di Stadion Manahan. Jens Raven mencetak dua gol, sedangkan Rizky Dwi, Rahmat Arjuna, Teppei Yachida, dan Irfan Jaya masing-masing menyumbang satu gol. Skor besar itu membuat Bali United menjadi tim dengan kemenangan paling mencolok pada dua hari pembuka.
Java United juga memberi pernyataan kuat lewat kemenangan 5-0 atas Adhyaksa FC Bekasi, dengan Gustavo Franca mencetak hattrick. PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis dan Persikad Depok mengalahkan Persiku Kudus 6-2. Namun, dibanding sederet skor besar tersebut, kemenangan Bali United tetap menjadi hasil yang paling menonjol karena lawannya hanya mampu membalas sekali.
Peta persaingan masih terbuka
Hasil lain melengkapi gambaran awal yang beragam: PSM Makassar menang 2-0 atas De Red FC, Arema FC menundukkan Rans Nusantara 4-0, Bhayangkara FC mengatasi PSPS Pekanbaru 3-1, dan Persik Kediri mengalahkan Persis Solo 2-0. Dewa United juga menang 3-1 atas Persita Tangerang. Banyaknya kemenangan tegas membuat persaingan terasa padat, tetapi hasil Persija dan kekalahan Persebaya menjadi pengingat bahwa status unggulan belum tentu berbuah poin.
Klasemen I.League Cup masih berada pada tahap awal setelah rangkaian pertandingan pembuka, sehingga terlalu dini menyimpulkan arah akhir persaingan. Namun, sinyalnya sudah jelas: klub-klub besar perlu merespons dengan lebih konsisten, sementara tim seperti Kendal Tornado dan Persela telah membuktikan bahwa kejutan dapat mengubah suasana grup sejak pertandingan pertama. Untuk saat ini, Bali United memimpin sorotan berkat kemenangan telak, sedangkan Persija dan Persebaya harus mengevaluasi awal yang jauh dari ideal.






