Kerusakan jalan sudah menjadi risiko keselamatan
Krisis jalan daerah adalah keadaan ketika ruas yang menjadi akses utama warga rusak hingga mengancam keselamatan, menghambat perjalanan harian, dan menyulitkan kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Kondisi itu tampak di Kemukiman Beurandang, Aceh Utara: jalan penghubung Lhoksukon, Cot Girek, dan Pirak Timu rusak sepanjang sekitar 5,5 kilometer, dengan lubang yang menampung air setiap hujan turun. Kerusakan bukan sekadar gangguan kenyamanan; satu truk pengangkut sawit bahkan terguling saat melintas. Jalan ini digunakan warga dari sepuluh gampong untuk mencapai layanan kesehatan dan pendidikan, mengurus administrasi, serta menjalankan kegiatan ekonomi. Usulan perbaikan sudah berkali-kali dibawa ke Musrenbang, tetapi belum terealisasi. Ketika infrastruktur jalan parah dibiarkan, keselamatan jalan lokal menjadi taruhan. Pemerintah kabupaten perlu meninjau kondisi di lapangan dan menjelaskan tindak lanjut yang nyata, bukan membiarkan aspirasi warga berulang tanpa hasil.
Jalan terputus membuat akses darurat membebani warga
Di Aceh Timur, warga Serbajadi Lokop mengeluhkan Jalan Peureulak–Lokop Segmen II yang rusak berat dan belum diperbaiki; catatan pengaduan mereka kepada Gubernur Aceh bertanggal 27 November 2026






