Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lisa Ceritakan Perjalanan Hidup Lewat EP Solo PRESS PLAY

Lisa Ceritakan Perjalanan Hidup Lewat EP Solo PRESS PLAY
Minat|Penyanyi/Band Pop

PRESS PLAY: Ketika EP Solo Menjadi Buku Harian Terbuka

EP PRESS PLAY adalah proyek Lisa BLACKPINK solo yang dirancang sebagai album autobiografis, di mana setiap lagu berfungsi seperti bab dalam buku harian yang menggambarkan perjalanan hidup artis dari masa kecil hingga menjadi bintang global, dengan fokus pada emosi, akar budaya, dan momen penting yang membentuk dirinya.

Keberanian Lisa untuk menjadikan EP PRESS PLAY sebagai cermin perjalanan personalnya terasa seperti pernyataan sikap: seorang idol pop tidak harus bersembunyi di balik citra glamor. Ia menegaskan bahwa proyek solo ini menggambarkan “perjalanan saya, dari akar saya hingga berada di posisi saya sekarang”, lengkap dengan banyak elemen Thailand di dalam lagu dan EP tersebut. Di sini, PRESS PLAY bukan sekadar upaya Lisa BLACKPINK solo membuktikan kemampuan individu, melainkan keputusan sadar untuk merangkum hidupnya dalam format musik pendek yang padat, jujur, dan sangat pribadi.

Dari Thailand ke Dunia: Lagu-Lagu Seperti Adegan Film

Lisa menyebut setiap lagu dalam EP PRESS PLAY memiliki karakter dan atmosfer masing-masing, sehingga keseluruhan EP terasa seperti sebuah film. Konsep ini penting: alih-alih kumpulan track acak, PRESS PLAY disusun sebagai narasi berurutan tentang perjalanan hidup artis yang berawal di Thailand dan berujung di panggung dunia. Pendekatan sinematik ini menegaskan ambisi Lisa untuk keluar dari pola EP pop biasa dan masuk ke wilayah storytelling.

Pembukaan dengan lagu “SaWaDiKa” menjadi kunci membaca EP ini. Sapaan “halo” dalam bahasa Thailand itu berfungsi sebagai pintu masuk ke kisah yang ingin ia ceritakan, seolah Lisa sedang mengetuk layar pendengar dan berkata: ini permulaan, tekan tombol play dan ikuti perjalanan saya. Ketika seorang idol berani menjadikan bahasa dan salam dari kampung halaman sebagai intro, ia sedang menegaskan bahwa identitas lokalnya bukan latar belakang yang harus disembunyikan, melainkan fondasi cerita.

Eksplorasi Artistik di Luar BLACKPINK, Tanpa Kehilangan Rumah

EP PRESS PLAY menandai fase eksplorasi artistik Lisa di luar konteks grup, saat ia memperluas diri melalui proyek solo dan dunia akting. Di satu sisi, ia merilis album autobiografis; di sisi lain, ia debut sebagai aktris dalam sebuah serial populer. Namun yang menarik, Lisa menolak dikotomi “solo versus grup”. Ia menegaskan bahwa meski sibuk dengan aktivitas pribadi, ia tidak berniat meninggalkan BLACKPINK dan bahkan membayangkan tetap bersama grup itu hingga usia 50 tahun.

Sikap ini membuat PRESS PLAY terasa bukan sebagai upaya melepaskan diri dari bayang-bayang BLACKPINK, melainkan perluasan ruang bernapas kreatif. Dengan tetap melihat BLACKPINK sebagai rumah yang permanen, EP ini berfungsi sebagai kamar pribadi di dalam rumah besar kariernya: ruang di mana ia dapat bercerita lebih intim, tanpa harus merusak fondasi yang telah ia bangun bersama tiga rekannya.

Always Lalisa dan Misi Menginspirasi Penggemar

Narasi autobiografis Lisa tidak berhenti di EP PRESS PLAY. Ia melengkapinya dengan film dokumenter Always Lalisa, yang menampilkan wawancara dengan orang-orang terdekat dan sisi pribadi yang lebih rentan. Menariknya, dokumenter ini dirilis lebih dulu di bioskop pada 12 Oktober 2026, mendahului kehadiran EP PRESS PLAY yang dijadwalkan rilis pada 23 Oktober 2026. Seolah Lisa ingin memberi konteks emosional sebelum pendengar menekan tombol play pada musiknya.

Lisa mengakui bahwa keputusan membuka diri lahir dari rasa percaya diri baru dan keinginan untuk menyentuh hati penggemar yang punya impian besar seperti dirinya. Di titik ini, perjalanan hidup artis bukan lagi sekadar kisah sukses individual, melainkan alat untuk memvalidasi mimpi jutaan orang muda: jika seorang anak dari Thailand dapat mengubah kisah hidupnya menjadi film dan EP, mungkin cerita mereka pun layak didengar. PRESS PLAY, pada akhirnya, adalah undangan halus: beranilah menekan tombol play pada mimpi sendiri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!