Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lisa Memadukan Sinema dan Musik dalam EP PRESS PLAY

Lisa Memadukan Sinema dan Musik dalam EP PRESS PLAY
Minat|Penyanyi/Band Pop

EP yang dirancang seperti sebuah film

PRESS PLAY adalah EP solo enam lagu karya Lisa BLACKPINK yang menyatukan musik, aksi, dan penceritaan visual dalam susunan sinematik agar pendengar merasakan satu alur, bukan sekadar kumpulan lagu. Lisa merilisnya pada 23 Oktober, satu tahun delapan bulan setelah album penuh Alter Ego pada Februari 2025. Jeda itu memberi rilisan ini bobot sebagai pernyataan baru tentang arah musik solo Lisa: ia tidak hanya mengandalkan kekuatan lagu, tetapi juga membangun dunia yang mengikat seluruh pengalaman.

Urutan enam lagu—“SaWaDiKa”, “V12”, “Cobra”, “Tarantino”, “Cut U Off”, dan “Sweat”—dirancang menyerupai perpindahan adegan. Tiga lagu pertama menyiapkan suasana, “Tarantino” menjadi pusat konflik, sementara dua lagu penutup terasa seperti kredit akhir. Pilihan ini membuat PRESS PLAY Lisa lebih kuat ketika didengarkan berurutan; pendengar diajak mengikuti visi kreatif yang utuh, bukan melompat di antara trek tanpa konteks. Konsep filmnya bukan hiasan promosi, melainkan kerangka yang memberi setiap lagu fungsi dalam cerita.

Lisa Memadukan Sinema dan Musik dalam EP PRESS PLAY

Tarantino mengubah konsep menjadi aksi

Video musik “Tarantino” adalah bagian paling gamblang dari pendekatan sinematik EP ini. Sebagai lagu utama, trek tersebut hadir dengan video yang mengikuti Lisa menyusuri hotel untuk mengantarkan surat kepada sutradara favoritnya, Quentin Tarantino. Misinya dipenuhi rintangan, dan adegan pertarungan serta koreografi penuh aksi mengubah hotel menjadi panggung naratif, bukan sekadar latar yang menarik secara visual.

Di depan kamera, Lisa tampil garang seperti pemeran utama film laga, dengan ekspresi dan energi yang mendorong cerita maju. Karena itu, Tarantino Lisa bukan sekadar lagu yang diberi video mencolok: visualnya memperjelas karakter yang dibangun EP, yakni Lisa sebagai sosok yang mengendalikan aksi dan pusat perhatian. Rujukan pada gaya laga berani sesuai dengan judulnya sekaligus memberi “Tarantino” tugas penting dalam struktur rilisan—sebagai titik puncak yang menyatukan musik, citra, dan narasi.

Identitas solo yang makin terarah

Kekuatan konsep ini terletak pada cara Lisa membentuk identitasnya sebagai solois melalui keputusan kreatif yang saling mendukung. Lagu-lagu disusun untuk menghasilkan alur, video “Tarantino” memberi bentuk nyata pada dunia tersebut, dan “SaWaDiKa” membuka pintu dengan energi yang berbeda. Single prarilis itu mengambil inspirasi dari sapaan khas Thailand dan videonya dibuat di Bangkok, kampung halaman Lisa. Kontras antara sentuhan personal tersebut dan aksi bergaya film memperlihatkan bahwa eksplorasi visualnya tidak terpaku pada satu warna.

“SaWaDiKa” juga menjadi bukti bahwa pendekatan visual dapat berjalan berdampingan dengan jangkauan luas: videonya meraih lebih dari 70,8 juta penayangan dalam 24 jam pertama, sementara lagunya debut di posisi ke-69 Billboard Hot 100. Angka itu memberi konteks pada momentum perilisan, tetapi nilai utama EP solo Lisa ada pada keberanian menyusun pengalaman yang khas. PRESS PLAY menunjukkan musik solo Lisa sebagai proyek dengan bahasa visual dan musikal yang makin terarah, bukan sekadar kelanjutan dari popularitasnya.

Pada akhirnya, konsep sinematik PRESS PLAY berhasil karena hadir di tingkat lagu, urutan, dan layar. “Tarantino” menjadi adegan paling menonjol, sedangkan struktur enam trek mengajak pendengar mengikuti cerita dari pembuka hingga penutup. Pilihan itu memperkuat citra Lisa sebagai solois ekspresif yang mampu memadukan performa, aksi, dan narasi dalam satu karya. EP ini paling meyakinkan ketika diperlakukan sebagai pengalaman utuh: tekan play, ikuti alurnya, lalu nilai sendiri dunia yang dibangun Lisa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!