Enam lagu untuk arah solo yang lebih luas
EP PRESS PLAY adalah rilisan mini solo terbaru Lisa BLACKPINK yang merangkum enam lagu dan memadukan rap, hip-hop, serta gagasan visual dalam satu proyek musik. Lisa merilisnya pada 23 Oktober 2026 melalui LLOUD Co. dan RCA Records. Sebagai karya terbarunya setelah album studio Alter Ego yang hadir pada 2025, EP ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana ia mengembangkan warna musik solonya. PRESS PLAY tracklist mencakup SaWaDiKa, V12, Cobra, Tarantino, Cut U Off, dan Sweat. Susunan enam lagu itu lebih menarik dibaca sebagai rangkaian karakter berbeda daripada satu formula yang diulang. Bagi pendengar, perbandingan dengan karya sebelumnya dapat memperlihatkan perkembangan gaya musik dan konsep yang dibawakan Lisa.
Hip-hop bertemu visual yang tegas
SaWaDiKa memberi petunjuk paling jelas tentang warna hip-hop artistik dalam proyek ini. Dirilis lebih dahulu pada September 2026, lagu tersebut menonjolkan kemampuan rap Lisa sekaligus menghubungkan musiknya dengan akar budaya Thailand. Video musiknya direkam di Bangkok, menampilkan lokasi-lokasi kota, koreografi energik, dan pilihan busana mencolok; Bang Jae Yeob menyutradarainya. Perpaduan itu membuat visual bukan sekadar pelengkap lagu, melainkan bagian dari cara Lisa membentuk persona rapper dalam era ini. Pilihan tersebut terasa efektif karena memberi SaWaDiKa identitas yang mudah dikenali sebelum pendengar menyimak keseluruhan EP. Alih-alih mengandalkan rap saja, Lisa menyatukan bunyi, gerak, dan gaya busana untuk memberi konteks visual pada musiknya.
Tarantino mengundang rasa ingin tahu
Di antara enam judul, Tarantino Lisa menjadi pemantik rasa penasaran karena namanya merujuk pada sutradara film Quentin Tarantino. Cuplikan lagu itu dibagikan sebelum EP dirilis, sementara detail inspirasi maupun makna liriknya belum dipastikan dan sebaiknya tidak ditebak sebelum ada penjelasan resmi atau lagu lengkap. Sumber lain mengaitkan judul tersebut dengan nuansa musik sinematik dan menggambarkan proyek ini sebagai rangkaian cerita seperti film. Gagasan itu membuat konsep visual PRESS PLAY terasa sejalan dengan pilihan judulnya, meski penilaian akhir tetap bergantung pada musik dan video yang benar-benar dirilis. Secara keseluruhan, EP ini menegaskan ruang eksplorasi Lisa sebagai solois tanpa perlu memaksakan kesimpulan tentang hubungannya dengan identitas grup. Kekuatan proyeknya akan terlihat dari seberapa padu enam lagu dan konsep visual tersebut.






