Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Smart Lane Pertamina International Shipping Memotong Waktu Klaim dari 194 Hari Menjadi Detik

Smart Lane Pertamina International Shipping Memotong Waktu Klaim dari 194 Hari Menjadi Detik
Minat|Asia Tenggara

Smart Lane: Dari Tumpukan Dokumen ke Klaim dalam Hitungan Detik

Teknologi Smart Lane Pertamina International Shipping adalah platform klaim pelayaran digital yang mengotomatisasi identifikasi dan pengelolaan klaim dengan menggabungkan real-time data analytics, integrasi data, serta sensor Internet of Things sehingga proses yang sebelumnya berbasis dokumen manual dan pemeriksaan panjang dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik dari saat voyage selesai. Transformasi ini bukan sekadar upgrade sistem, melainkan perubahan paradigma cara perusahaan maritim memandang data operasional: dari beban administratif menjadi sumber nilai finansial. Alih-alih menunggu tim klaim mengurai berkas selama berbulan-bulan, Smart Lane teknologi memindahkan kerja berat itu ke algoritma yang terus membaca jejak digital setiap kapal. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kecepatan di industri pelayaran modern tidak lagi hanya diukur dari mesin kapal, tetapi dari kecerdasan platform yang mengelola risiko dan hak finansial di belakang layar.

Smart Lane Pertamina International Shipping Memotong Waktu Klaim dari 194 Hari Menjadi Detik

Urgensi Transformasi Digital Maritim di PIS

Bisnis Pertamina International Shipping beroperasi dengan lebih dari 400 kapal pada rute yang berhadapan dengan regulasi dan standar internasional, sehingga kompleksitas biaya dan risiko tidak bisa lagi ditangani dengan cara tradisional. Pertanyaan yang diajukan tim digital bukan "pakai teknologi apa", melainkan "di mana biaya terbesar dan potensi kehilangan nilai terbesar". Laporan keuangan dijadikan kompas untuk menelusuri sumber biaya, lalu klaim dipilih sebagai prioritas karena punya peluang strategis menjadi solusi pertama di tingkat internasional. Langkah ini jelas opinionated: PIS berani mengakui bahwa ujung perjalanan—klaim—selama ini diabaikan, padahal di sanalah potensi cost avoidance dan pendapatan tambahan tersembunyi. Keputusan fokus pada klaim menandai pergeseran transformasi digital maritim dari sekadar otomatisasi operasional ke strategi membangun daya saing global berbasis data.

Smart Lane Pertamina International Shipping Memotong Waktu Klaim dari 194 Hari Menjadi Detik

Cara Smart Lane Teknologi Mengubah Proses Klaim

Sebelum Smart Lane, identifikasi klaim di PIS bisa memakan waktu hingga 194 hari kerja, sementara penyelesaian klaim membutuhkan sekitar 304 hari kerja—total sekitar 16 bulan sejak voyage selesai hingga manfaat finansial terasa. "Sebelum digitalisasi, identifikasi potensi klaim membutuhkan hingga 194 hari. Setelah otomatisasi, proses tersebut dapat dilakukan maksimal satu hari setelah voyage selesai, bahkan dalam perkembangannya mampu dilakukan dalam hitungan detik," kata Fariz Junior Nusantara. Smart Lane memadukan data GPS dan AIS di kapal dengan data operasional lain sehingga indikasi demurrage, on hire, transport loss, slow speed, hingga oil spill bisa terdeteksi tanpa menyisir dokumen satu per satu. Hasilnya bukan cuma lebih cepat, tetapi lebih banyak: kapasitas identifikasi yang tadinya sekitar 200 klaim berkembang menjadi lebih dari 2.000 klaim dalam periode yang sama. Ini adalah lompatan produktivitas yang sulit disamai bila proses tetap manual.

Efisiensi Operasional dan Peluang Komersialisasi Global

Transformasi digital maritim yang berfokus pada klaim pelayaran digital terbukti meningkatkan efisiensi operasional Pertamina International Shipping: proses penyelesaian klaim yang sebelumnya sekitar 304 hari dipangkas menjadi sekitar 56 hari, sementara efisiensi finansial meningkat beberapa kali lipat seiring naiknya jumlah klaim yang berhasil diproses. Audit trail yang rapi dan visibilitas proses dari hulu ke hilir membuat dokumen klaim lebih tertata dan penagihan lebih cepat. Menariknya, solusi yang awalnya dibangun untuk kebutuhan internal mulai memancing minat eksternal; ada ketertarikan joint development dan joint marketing dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang biasa mendampingi perusahaan pelayaran internasional. Artinya, Smart Lane teknologi tidak hanya memperbaiki dapur PIS, tetapi punya peluang diubah menjadi produk komersial untuk pasar global. Di sini PIS bergerak dari sekadar pemilik kapal menjadi calon penyedia platform klaim pelayaran digital lintas perusahaan.

Kepemimpinan Baru dan Agenda Digital ke Depan

Di tengah transformasi agresif ini, Muhammad Irfan Zainul Fikri resmi diangkat sebagai Direktur Utama Pertamina International Shipping menggantikan Surya Tri Harto, sebagaimana dikonfirmasi oleh manajemen perusahaan. Penunjukan tersebut terungkap melalui publikasi organisasi alumni yang menyoroti kiprah Irfan dalam memperkuat sektor maritim, logistik energi, dan rantai pasok energi di tingkat nasional maupun global. Dengan latar belakang teknik elektro serta logistik dan supply chain, posisi ini menempatkannya di persimpangan strategis antara operasi kapal dan transformasi digital yang sedang berlangsung. Ke depan, PIS sudah menegaskan bahwa digital bukan sekadar penyedia tools, tetapi fungsi transformasi yang menuntut behavioral shift, kolaborasi, dan visibilitas. Jika kepemimpinan baru mampu menjaga arah ini, Smart Lane bisa menjadi titik awal evolusi PIS dari pemain pelayaran nasional menjadi referensi global dalam transformasi digital maritim.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!