Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

ODOL Jadi Ancaman Serius Bagi Keselamatan dan Jalan

ODOL Jadi Ancaman Serius Bagi Keselamatan dan Jalan
Minat|Asia Tenggara

ODOL: Bukan Sekadar Pelanggaran, Tapi Krisis Keselamatan Jalan

ODOL (Over Dimension Over Load) adalah praktik pengoperasian kendaraan angkutan barang dengan dimensi dan muatan yang melebihi ketentuan resmi, sehingga titik berat kendaraan berubah, blind spot meluas, komponen mekanis dipaksa bekerja di luar batas, dan risiko kecelakaan serta kerusakan infrastruktur jalan meningkat secara drastis bagi seluruh pengguna jalan.

Masalah truk ODOL keselamatan seharusnya diperlakukan sebagai darurat publik, bukan sekadar isu teknis kendaraan berlebihan muatan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan 137.851 kasus kecelakaan transportasi jalan pada 2022 dan naik menjadi 152.008 kasus pada 2023, dengan kendaraan pengangkut barang menyumbang 12% di antaranya. Angka ini bukan statistik dingin, tetapi cermin kegagalan sistem pengawasan dan budaya operasi yang mengabaikan batas aman. Ketika titik berat kendaraan niaga yang memang lebih tinggi dipaksa menanggung muatan berlebih, kestabilan menjadi kompromi, dan tiap tikungan berubah menjadi potensi tragedi. Mengabaikan ODOL berarti menerima 12.455 kematian setahun sebagai “harga operasional” dan membiarkan infrastruktur jalan rusak terus berulang.

ODOL Jadi Ancaman Serius Bagi Keselamatan dan Jalan

Isuzu Angkat Isu ODOL: Edukasi Pengemudi Truk Bukan Lagi Pilihan

Ketika produsen kendaraan ikut bicara, itu tanda masalah sudah terlalu lama dibiarkan. PT Isuzu Astra Motor Indonesia menggelar media briefing di Isuzu Training Center, Pondok Ungu, Bekasi, pada Rabu (2/7) untuk memaparkan fakta dan mengedukasi tentang bahaya ODOL. Langkah ini patut dibaca sebagai kritik halus terhadap ekosistem transportasi barang yang masih mentoleransi kendaraan berlebihan muatan. Produsen sadar bahwa desain teknis kendaraan niaga memiliki batas; begitu kapasitas dan dimensi dilanggar, titik berat bergeser, blind spot meluas, dan sistem pengereman dipaksa bekerja di luar kemampuan aman.

Edukasi pengemudi truk yang dilakukan Isuzu bukan basa-basi PR, melainkan kebutuhan mendesak. "Banyak kasus kecelakaan yang terjadi karena rem blong" ketika kemampuan pengereman dipaksa melampaui kapasitasnya. Menyalahkan pengemudi saja tidak cukup, tetapi tanpa mengubah cara mereka memahami bahaya ODOL, teknologi keselamatan apa pun akan tumpul. Produsen telah mulai mengakui tanggung jawabnya, namun bola sekarang ada di tangan pemilik armada dan regulator: apakah mereka siap menjadikan pelatihan, pembatasan muatan, dan inspeksi rutin sebagai syarat mutlak operasi, bukan sekadar formalitas.

Dampak Nyata ODOL: Jalan Rusak, Kemacetan, dan Ancaman di Depan Sekolah

Mereka yang paling menderita akibat ODOL bukan pemilik truk, melainkan warga yang setiap hari bergantung pada infrastruktur jalan yang rusak dan sempit. Kondisi ODOL terbukti merusak infrastruktur jalan secara signifikan karena beban kendaraan melampaui kemampuan konstruksi jalan menanggung tonase. Hasilnya, infrastruktur jalan rusak lebih cepat, menambah biaya perbaikan pemerintah dan mengorbankan kenyamanan serta keselamatan masyarakat yang melewati ruas-ruas tersebut. Ketika lubang, retak, dan permukaan tidak rata menjadi pemandangan rutin, kita sedang melihat jejak kendaraan berlebihan muatan yang tidak pernah ditertibkan.

Suara paling lantang datang dari warga Cidahu, Kabupaten Sukabumi, yang puluhan tahun hidup berdampingan dengan kendaraan bertonase berat di jalur Cidahu–Caringin. Mereka mengeluhkan kemacetan dan jalan desa yang harus menanggung tronton hingga kendaraan sepanjang sekitar 40 feet, jelas melampaui kapasitas ruas lokal. Sekjen Forum Cidahu Bersatu menggambarkan situasi di sekitar sekolah: "Macet. Banyak anak-anak sekolah yang tidak pernah paham dan mengerti aturan waktunya… Lalu dampaknya jalan menjadi cepat rusak". Ini bukan sekadar ketidaknyamanan; ini ancaman langsung bagi anak-anak yang melintas di antara truk ODOL keselamatan rendah, di jalur yang semestinya ramah bagi pejalan kaki dan angkutan umum.

Warga Menuntut Pengawasan Ketat, Industri Harus Berhenti Bersembunyi

Menariknya, warga Cidahu tidak anti-industri. Mereka menyadari pabrik memberi pekerjaan, dan Forum Cidahu Bersatu menegaskan tidak berniat menghentikan aktivitas perusahaan karena banyak saudara mereka bekerja di sana. Yang mereka tuntut adalah pengawasan ketat dan pengaturan ritme operasional kendaraan angkutan, agar truk tidak keluar-masuk secara bersamaan dan memicu penumpukan serta kemacetan berkepanjangan. Inisiatif warga ini seharusnya memalukan bagi otoritas: masyarakat yang terdampak dipaksa merumuskan solusi, sementara perusahaan dan regulator bersembunyi di balik alasan teknis dan prosedural.

Melalui pertemuan di sekitar salah satu pabrik pada Senin (31/8/2026), FCB meminta aparat melakukan pemeriksaan dan penertiban terhadap kendaraan yang diduga melanggar aturan ODOL, serta memastikan dimensi, daya angkut, kelayakan, dan keselamatan lalu lintas dipenuhi sebelum kendaraan diizinkan beroperasi. Pertemuan itu memang belum menghasilkan keputusan akhir; para camat dari tiga kecamatan diminta bertemu lagi dalam waktu satu minggu untuk mencari solusi lanjutan. Fakta bahwa data kendaraan ODOL sudah dimiliki dinas perhubungan, polisi, dan dewan, tetapi pelanggaran tetap berjalan, menunjukkan bahwa masalah utama bukan kurang informasi, melainkan kurang keberanian politik dan konsistensi penegakan.

Kesimpulan: Tanpa Edukasi dan Pengawasan, ODOL Akan Terus Memakan Korban

Jika ada satu pelajaran dari data kecelakaan dan protes warga, itu adalah: ODOL tidak akan hilang dengan himbauan lembut. Jumlah kecelakaan transportasi jalan yang tinggi, kontribusi 12% dari kendaraan pengangkut barang, ribuan korban jiwa, dan kerugian material ratusan miliar rupiah adalah alarm keras bahwa budaya "asal muatan sampai" harus dihentikan. Edukasi pengemudi truk yang digencarkan produsen seperti Isuzu menunjukkan bahwa sebagian industri siap berubah, tapi tanpa pengawasan ketat di lapangan, muatan tetap akan dinaikkan di luar batas, rem akan tetap dipaksa, dan infrastruktur jalan rusak akan terus melebar.

Solusi tidak bisa lagi parsial. Edukasi, inspeksi berkala, penertiban dimensi dan muatan, serta koordinasi nyata antara pemerintah, aparat, perusahaan, dan warga harus berjalan bersamaan. FCB sudah memberi contoh bagaimana warga bisa mendorong pengawasan terhadap truk ODOL di jalur tertentu dan menuntut tindakan tegas atas pelanggaran yang terbukti. Kini giliran pemilik armada, pengusaha, dan regulator untuk berhenti berpura-pura tidak tahu. Menjaga truk tetap dalam batas aman bukan sekadar patuh aturan; itu soal menghargai nyawa di jalan dan menjaga infrastruktur yang dibayar dari pajak semua orang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!