Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

PLN Bawa Literasi Energi dan Keselamatan ke Ruang Kelas

PLN Bawa Literasi Energi dan Keselamatan ke Ruang Kelas
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Belajar energi melampaui buku pelajaran

Literasi energi sekolah adalah pemahaman praktis tentang asal, penggunaan, manfaat, dan risiko energi yang membantu siswa mengambil keputusan lebih aman dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari semangat Hari Sumpah Pemuda, PLN UP3 Metro menerima 12 siswa kelas XI SMAN 1 Metro beserta guru pendamping Era Yuliana untuk mengenal energi bersih, PLN Mobile, dan perkembangan kendaraan listrik. Siswa mempelajari energi baru terbarukan, termasuk tenaga surya, air, dan angin, serta kaitannya dengan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Materi seperti ini membuat edukasi energi pelajar terasa dekat dengan isu yang akan mereka hadapi sebagai konsumen, warga, dan calon pekerja. Pengenalan konsep energi di luar kelas juga dapat membantu siswa menghubungkan pelajaran sains dengan pilihan teknologi dan kebiasaan sehari-hari. Karena itu, kunjungan edukatif semestinya menjadi bagian bermakna dari pembelajaran, bukan sekadar agenda seremonial.

PLN Bawa Literasi Energi dan Keselamatan ke Ruang Kelas

Keselamatan harus menjadi kebiasaan

Pengetahuan energi akan kurang lengkap jika siswa tidak memahami cara menghindari bahayanya. Dalam rangkaian edukasi di Jawa Timur pada Kamis, 29 Oktober, PLN melalui unit pelaksana daerah memberikan edukasi kelistrikan kepada 110 pelajar dari SDN Kebonsari Kulon 1 Probolinggo dan SMAN 1 Ponorogo. Sebanyak 60 siswa di Probolinggo mengikuti kegiatan di lingkungan PLN ULP Probolinggo, sementara pelajar di Ponorogo menerima materi keselamatan listrik. Mereka diingatkan menjaga jarak aman dari jaringan dan memakai peralatan dengan benar; siswa juga diminta tidak bermain layang-layang dekat jaringan, tidak menyentuh kabel terkelupas atau menjuntai, serta melaporkan kondisi berbahaya kepada PLN. Inilah manfaat langsung keselamatan listrik siswa: kebiasaan mengenali risiko dapat melindungi diri sekaligus orang di sekitarnya. Jika pengingat ini dibahas berulang di sekolah dan rumah, pengetahuan lebih mungkin berubah menjadi tindakan.

Kecakapan digital bagian dari literasi energi

Energi masa kini tidak hanya menuntut pemahaman tentang pembangkit dan kabel, tetapi juga kecakapan memakai layanan digital secara tepat. Dalam kegiatan di Metro, siswa diperkenalkan dengan PLN Mobile untuk membeli token, membayar tagihan, mengajukan pemasangan baru atau perubahan daya, serta menyampaikan pengaduan dan laporan gangguan. Sementara itu, PLN UID Jawa Timur menggabungkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan dengan pengenalan aplikasi tersebut kepada pelajar. Materi digital ini bermanfaat karena menunjukkan langkah yang bisa diambil saat kebutuhan layanan muncul, bukan hanya mengenalkan teknologi sebagai istilah. Siswa dapat membawa pengetahuan itu ke keluarga, sekaligus memahami bahwa pelaporan gangguan merupakan bagian dari keselamatan bersama. Namun, kecakapan digital juga perlu disertai kebiasaan memeriksa informasi dan menggunakan layanan secara bertanggung jawab. Dengan begitu, edukasi kelistrikan tidak berhenti pada cara mengakses aplikasi, tetapi membangun pemahaman yang bisa dipakai dalam situasi nyata.

Dari siswa menjadi penyebar pengetahuan

Nilai terbesar program semacam ini muncul ketika siswa meneruskan apa yang dipelajari kepada teman dan keluarga. PLN UP3 Metro menyatakan kolaborasi dengan dunia pendidikan akan terus mendorong literasi energi dan mendekatkan layanan kelistrikan kepada masyarakat. PLN UID Jawa Timur juga menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi dengan sekolah dan masyarakat demi layanan yang aman, andal, dan lebih mudah diakses. Arah tersebut patut didukung: sekolah memberi ruang untuk pembelajaran kontekstual, sedangkan PLN membawa pengalaman langsung mengenai energi, risiko listrik, dan layanan. Hasilnya bukan hanya siswa yang tahu sumber energi terbarukan atau cara melaporkan kabel berbahaya, melainkan generasi yang lebih sadar, adaptif, dan mampu menyebarkan informasi berguna. Agar dampaknya bertahan, edukasi perlu hadir secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan usia siswa. Menghubungkan sains, keselamatan, dan literasi digital adalah cara yang lebih kuat untuk menyiapkan pelajar menghadapi perubahan energi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!