Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Universitas Bawa Python dan AI ke Kelas SMA

Universitas Bawa Python dan AI ke Kelas SMA
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pelatihan Coding Python SMA: Langkah Berani Menurunkan Teknologi ke Akar Pendidikan

Pelatihan coding Python SMA adalah program pengenalan dasar pemrograman dan penerapan kecerdasan buatan bagi siswa sekolah menengah, yang dirancang sebagai kegiatan pengabdian universitas untuk membuka akses keterampilan digital, melatih berpikir logis, dan menghubungkan teknologi modern dengan kehidupan sehari-hari generasi muda di daerah. Program seperti yang dijalankan tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Probolinggo menunjukkan satu hal penting: kampus tidak lagi puas membicarakan revolusi teknologi di ruang seminar, tetapi mulai membawanya langsung ke meja belajar siswa SMA. Ini bukan kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis menyiapkan talenta teknologi sebelum mereka menginjak bangku kuliah. Dengan demikian, pelatihan coding Python SMA patut dibaca sebagai investasi pengetahuan jangka panjang, bukan sekadar acara satu hari.

Di Probolinggo, Python dan Pengenalan Objek Berbasis AI Masuk Ke Delapan Sekolah

Pada Senin, 13 Juli 2026, tim pengabdian universitas dari UNESA menyelenggarakan pelatihan pemrograman Python dan pengenalan objek berbasis kecerdasan buatan bagi siswa SMA di wilayah Probolinggo. Kegiatan di SMA Mater Dei Probolinggo ini diikuti oleh 20 siswa yang mewakili delapan sekolah, dengan dukungan koordinasi MGMP Fisika setempat. Fakta bahwa hanya 20 siswa yang terlibat justru menegaskan sifat program yang intensif dan terarah: pelatihan dirancang sebagai pengalaman belajar yang mendalam, bukan kelas massal yang dangkal. Tim yang terdiri atas Dzulkiflih, Endah Rahmawati, Muhimmatul Khoiroh, dan Meta Yantidewi menyusun materi untuk memperkenalkan dasar Python dan cara kerja program AI kepada pemula. Dalam konteks ini, pengabdian universitas menjadi jembatan konkret antara teori di kampus dan kebutuhan pembelajaran di sekolah menengah.

Dari Sintaks ke Kamera: Program AI untuk Siswa yang Relevan dengan Industri

Program AI untuk siswa di Probolinggo tidak berhenti pada pengenalan istilah; peserta diajak langsung menulis kode dan melihat bagaimana komputer mengenali objek di depan kamera. Setelah pengenalan dasar Python, konsep kecerdasan buatan, dan teknologi pengenalan objek, siswa mengikuti demonstrasi dan latihan coding yang disesuaikan dengan kemampuan pemula. Pada sesi praktik, mereka melatih model pengenalan objek dan mengujinya dengan Visual Studio Code serta kamera atau webcam, menyaksikan sendiri bagaimana layar menampilkan objek yang tertangkap lensa. Aktivitas ini membantu siswa menghubungkan materi pemrograman dengan penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, sebuah pendekatan yang jauh lebih relevan dibanding hanya menghafal sintaks. Jika industri teknologi membutuhkan talenta yang paham praktik, program seperti ini adalah langkah awal yang tepat.

Ekosistem AI UNESA: Dari Autisme hingga Siswa SMA

Pelatihan coding Python SMA di Probolinggo sejalan dengan upaya lebih luas UNESA membangun ekosistem AI yang berorientasi pendidikan inklusif. Dalam forum SEAMEO SEN di Melaka, Guru Besar Bidang Pendidikan Inklusi Budiyanto memaparkan materi bertajuk “Adapting AI Ecosystems for Lifelong Learning and Inclusion in Special Education Needs (SEN)” yang menjelaskan pengalaman pengembangan inovasi AI bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Salah satu karya yang ditonjolkan adalah sistem konseling inklusi disabilitas berbasis bantuan AI serta Emonesa, teknologi pengenalan emosi untuk anak autisme yang dikembangkan melalui perangkat Virtual Reality pada periode 2024–2025 dan diperkuat agar lebih aplikatif pada 2025–2026. Melalui sistem tersebut, proses identifikasi kebutuhan, komunikasi, dan dukungan pembelajaran menjadi lebih efektif. Terlihat jelas, kampus yang serius membangun AI untuk inklusi juga konsisten membawa teknologi yang sama ke ruang kelas SMA.

Universitas Bawa Python dan AI ke Kelas SMA

Mengapa Universitas Harus Turun ke SMA dan Apa Langkah Selanjutnya

Inisiatif pelatihan coding Python SMA dan program AI untuk siswa bukanlah bonus tambahan; ini seharusnya menjadi pola baru pengabdian universitas. Kegiatan di Probolinggo mendapat dukungan pendanaan dari FMIPA UNESA serta dukungan MGMP Fisika dalam koordinasi peserta, dan dinyatakan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas dan SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Di sisi lain, pengembangan teknologi seperti Emonesa dan layanan konseling inklusi berbasis AI juga mendukung SDG 4, SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan, dan SDG 17 tentang penguatan kemitraan. Artinya, jalur kampus ke SMA dan jalur kampus ke forum internasional sebenarnya satu garis tujuan: menyiapkan lingkungan belajar yang ramah, adaptif, dan memberi kesempatan berkembang bagi semua peserta didik. Ke depan, konsistensi dan perluasan skala menjadi kunci. Tanpa keduanya, program visioner ini berisiko berhenti sebagai proyek perintis yang tidak sempat mengubah peta talenta teknologi nasional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!