Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Taman Mandara Disulap Jadi Pusat Ekonomi dan Ruang Publik Kota

Taman Mandara Disulap Jadi Pusat Ekonomi dan Ruang Publik Kota
Minat|Asia Tenggara

Taman Mandara: Dari Lahan Terbengkalai Menuju Ruang Publik Multifungsi

Revitalisasi taman publik Taman Mandara adalah rencana pemerintah kota untuk mengembalikan ruang hijau yang sempat kurang dimanfaatkan menjadi ruang publik multifungsi, tempat warga berolahraga, berkumpul, dan beraktivitas ekonomi sekaligus wadah pelestarian budaya lokal yang selaras dengan visi kota cerdas dan berdaya saing. Langkah ini muncul bukan sebagai proyek fisik semata, melainkan sebagai simbol arah baru pembangunan kota yang menempatkan warganya di pusat perencanaan. Terpilihnya Taman Mandara sebagai lokasi peringatan Hari Jadi Kota ke-269 dan berbagai lomba antar-OPD memperlihatkan bahwa pemerintah ingin menguji fungsi sosial taman terlebih dahulu sebelum menatanya secara permanen. Pertanyaannya kini, bukan apakah taman perlu direvitalisasi, melainkan apakah penataan bisa benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar mengganti rumput dengan trotoar dan plang bertuliskan "smart city".

Taman Mandara Disulap Jadi Pusat Ekonomi dan Ruang Publik Kota

Sentra UMKM Perkotaan: Antara Peluang Ekonomi dan Risiko Komersialisasi

Janji menjadikan Taman Mandara sebagai sentra UMKM perkotaan adalah bagian paling menarik sekaligus paling berisiko dari rencana ini. Pemerintah kota menyatakan penataan kawasan akan diarahkan untuk menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sehingga taman tidak hanya hidup di jam olahraga pagi, tetapi juga menjadi titik ekonomi kerakyatan sepanjang hari. Orang yang jogging akan menemukan kios UMKM sebagai tempat nongkrong dan beristirahat, bukan sekadar lapangan kosong tanpa aktivitas. Secara konsep, ini sejalan dengan tren kota yang menjadikan taman sebagai ekosistem ekonomi kreatif. Namun bahaya komersialisasi ruang publik mengintai: jika desain tidak tegas memprioritaskan akses warga, Taman Mandara berisiko berubah menjadi pusat jualan berkedok ruang publik. Kunci keberhasilan revitalisasi taman publik di sini adalah memastikan UMKM mendukung fungsi sosial taman, bukan mengambil alihnya.

Taman Mandara Disulap Jadi Pusat Ekonomi dan Ruang Publik Kota

Pangkalpinang Smart: Ruang Fisik yang Ditopang Sinergi dan CSR

Tema "Bersama Menuju Pangkalpinang Smart" yang diusung dalam lomba antar-OPD di Taman Mandara menunjukkan bahwa smart city diartikan bukan hanya sebagai kota penuh sensor dan aplikasi, tetapi kota yang mengutamakan sinergi antarlembaga dan kedekatan dengan warga. Wali kota membuka perlombaan dengan menekankan pentingnya kerjasama, kreativitas, dan semangat gotong royong antarperangkat daerah sebagai fondasi layanan publik yang cerdas. Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan site plan penataan Taman Mandara dan mencoba mengaitkannya dengan dukungan CSR dari para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini berpotensi mempercepat revitalisasi taman publik, tetapi juga menuntut transparansi: ketika dana CSR masuk ke ruang publik, warga berhak tahu desain, batas keterlibatan korporasi, dan jaminan bahwa kepentingan publik tetap lebih kuat dari kepentingan branding perusahaan.

Pelestarian Budaya Lokal di Tengah Ruang Publik Modern

Di balik lomba tarik tambang, estafet karung, dan Karung Sahang (sepak bola) yang digelar di Taman Mandara, terselip agenda besar: menjadikan ruang publik multifungsi ini sebagai panggung pelestarian budaya lokal. Pemerintah daerah menempatkan permainan tradisional dan kesenian seperti gasing, dambus, dan kereta surong sebagai bagian dari identitas kota yang harus dihidupkan dan dikenalkan kepada generasi muda. Jika konsisten, Taman Mandara bisa berbeda dari banyak taman kota lain yang hanya menawarkan jogging track dan panggung musik tanpa konteks budaya. Namun komitmen pelestarian budaya lokal akan diuji ketika penataan fisik dimulai: apakah tersedia ruang permanen untuk pertunjukan kesenian, apakah jadwal kegiatan budaya diintegrasikan dengan kalender taman, dan apakah pelaku seni lokal dilibatkan, bukan sekadar diminta tampil saat perayaan HUT kota.

Manfaat Nyata bagi Warga dan PR Revitalisasi ke Depan

Bagi warga, transformasi Taman Mandara menjanjikan tiga manfaat nyata: ruang olahraga yang layak, tempat berkumpul yang terbuka, dan peluang ekonomi melalui UMKM yang dekat dengan aktivitas harian. Pemerintah merencanakan fasilitas MCK, sarana olahraga, serta penataan taman dan pepohonan agar kawasan lebih nyaman digunakan. Rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Kota ke-269 yang berlangsung hingga akhir September menjadi uji coba awal: apakah taman mampu menampung aktivitas beragam tanpa menimbulkan kekacauan. Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya menyelesaikan fisik site plan, melainkan menjaga konsistensi pemeliharaan, memastikan rumput yang "rajin diinjak" tidak sekadar jadi metafora, dan membangun budaya menggunakan ruang publik sebagai milik bersama, bukan milik pemerintah atau sponsor. Revitalisasi yang berhasil adalah ketika warga merasa kehilangan jika taman ini kembali kosong.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!