Lahan Bawah Jembatan Ampera Disulap Jadi Ruang Publik Kreatif

Lahan Bawah Jembatan Ampera Disulap Jadi Ruang Publik Kreatif
Minat|Asia Tenggara

Dari Ruang Sisa Menjadi Ruang Publik Kreatif

Pengembangan bawah jembatan adalah upaya mengubah ruang sisa di bawah struktur jembatan yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi ruang publik kreatif yang aman, tertata, dan terbuka untuk aktivitas sosial, rekreasi, serta ekspresi seni warga kota, sehingga meningkatkan kualitas hidup sekaligus mempercantik wajah kawasan sekitarnya.

Langkah Pemerintah Kota Palembang meninjau lahan di kawasan bawah Jembatan Ampera pada Senin, 10 Agustus 2026, adalah sinyal jelas bahwa kota ini mulai berpikir lebih cerdas tentang ruang kota. Alih-alih membiarkan area ini menjadi ruang mati, lahan di Kelurahan 7 Ulu dan 9/10 Ulu disiapkan untuk disulap menjadi skate park Palembang dan panggung seni terbuka bagi publik. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi pernyataan politik ruang: bahwa setiap sudut kota bisa bernilai jika ditata dengan imajinasi dan keberpihakan pada warga.

Lahan Bawah Jembatan Ampera Disulap Jadi Ruang Publik Kreatif

Skate Park dan Panggung Kreatif: Investasi Sosial, Bukan Hanya Wisata

Rencana menjadikan kawasan bawah Jembatan Ampera sebagai Skate Park Arena dan Panggung Kreatif melalui dukungan dana CSR dari pihak swasta menunjukkan perubahan cara pandang terhadap revitalisasi infrastruktur perkotaan. Ini bukan proyek “hiasan kota”, melainkan investasi sosial yang menyasar generasi muda dan pelaku seni lokal. Di kota yang ruang terbukanya kian terdesak, menyediakan area aman untuk bermain skateboard, berkumpul, dan tampil di panggung terbuka adalah keputusan politis yang berpihak.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menegaskan bahwa kehadiran Skate Park Arena dan Panggung Kreatif diharapkan menjadi wadah aktivitas positif generasi muda sekaligus daya tarik wisata baru bagi kota. Inilah inti ruang publik kreatif: tempat di mana anak muda tidak dicurigai, seniman tidak dimarjinalkan, dan wisata tidak mengusir warga, melainkan lahir dari kehidupan sehari-hari mereka.

Lahan Bawah Jembatan Ampera Disulap Jadi Ruang Publik Kreatif

Strategi Menghidupkan Infrastruktur yang Sudah Ada

Tinjauan teknis lahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menata dan mengoptimalkan kawasan bawah Jembatan Ampera agar menjadi ruang publik yang tertata, menarik, dan bernilai tambah bagi warga maupun sektor pariwisata. Dengan kata lain, ini adalah contoh konkret revitalisasi infrastruktur perkotaan: bukan membangun yang serba baru, tetapi menyuntikkan fungsi baru ke infrastruktur yang sudah ada.

Pemerintah kota menyasar wajah wisata tepian Sungai Musi agar lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi warga maupun wisatawan. Ini langkah tepat, selama penataan tidak berhenti pada estetika. Infrastruktur kota harus dibaca sebagai ekosistem: jembatan, tepi sungai, PKL, pengguna skateboard, seniman jalanan, dan turis perlu dirajut dalam desain yang peka. Jika berhasil, bawah Jembatan Ampera bisa menjadi model pengembangan bawah jembatan di kota-kota lain yang bergulat dengan keterbatasan lahan.

Kelurahan 7 Ulu Sebagai Laboratorium Pembaruan Kota

Fokus awal pengembangan kawasan di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, dan Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, menjadikan dua wilayah ini semacam laboratorium kebijakan ruang kota. Di sini, kita akan melihat apakah jargon penataan bisa diterjemahkan menjadi ruang yang ramah bagi warga yang selama ini hidup berdampingan dengan struktur besar seperti Jembatan Ampera.

Pemerintah kota juga menyebut perlunya penataan menyeluruh, termasuk memperhatikan keberadaan pedagang kaki lima yang sudah lama mencari nafkah di area tersebut. Titik inilah ujian keadilan ruang: ruang publik kreatif yang baik tidak menghapus ekonomi informal, tetapi menatanya agar tertib dan aman. Jika PKL diberi tempat yang layak, skateboarder mendapat arena sendiri, dan warga punya ruang duduk menikmati sungai, maka pembaruan kota ini akan terasa adil, bukan elitis.

Tantangan 2026: Dari Desain di Kertas ke Ruang yang Hidup

Desain skate park Palembang dan panggung kreatif ini telah mendapat persetujuan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional sebagai pengelola kawasan jalan nasional, dan pemerintah menargetkan pengerjaan mulai direalisasikan pada 2026. Secara administratif, ini langkah maju: desain sudah disepakati, dukungan CSR mulai terbuka, dan koordinasi antarinstansi disebut terus berjalan.

Namun tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah seremonial peresmian: apakah ruang publik kreatif ini akan terpelihara, inklusif, dan aman? Pemko berharap penataan ini mendukung wajah wisata tepian Sungai Musi agar tertib dan nyaman. Harapan itu hanya akan terwujud jika komunitas skateboard, pelaku seni, PKL, dan warga sekitar dilibatkan sejak perencanaan, bukan sekadar diundang saat pembukaan. Lahan bawah Jembatan Ampera berpotensi menjadi ikon baru kota—atau sekadar proyek bagus di atas kertas. Yang membedakan keduanya adalah keberanian menjaga ruang ini tetap hidup dan berpihak pada warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!