KuybeliKuybeli

Dari CFD ke IFI: Begini Cara Fisioterapi Umsida Bikin Gaya Hidup Sehat Jadi Kebiasaan

Dari CFD ke IFI: Begini Cara Fisioterapi Umsida Bikin Gaya Hidup Sehat Jadi Kebiasaan
Minat|Gaya Hidup Sehat

Aksi Fisioterapi di Tengah CFD: Edukasi Sehat yang Turun ke Jalan

Mahasiswa Fisioterapi dan dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berkolaborasi dengan Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) dalam peringatan Hari Fisioterapi ke-57 di GOR Delta Sidoarjo.

Momen ini bukan sekadar seremoni, tapi dimanfaatkan sebagai gerakan nyata untuk mengenalkan profesi fisioterapi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini risiko stroke dan pencegahannya melalui fisioterapi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Menurut Widi Arti SFis MKes, kegiatan ini menjadi bukti bahwa fisioterapi bukan hanya hadir di klinik dan rumah sakit, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan seperti Umsida punya peran penting dalam membumikan fisioterapi sebagai pola hidup sehat yang bisa dilakukan semua orang, bukan hanya pasien di fasilitas kesehatan.

Internal Walking Training: Cuma 1–20 Menit untuk Kenali Risiko Stroke

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan melalui Internal Walking Training (IWT) yang dirancang dalam lima fase pemeriksaan.

Dalam proses ini, peserta menjalani serangkaian deteksi kondisi tubuh dengan durasi sekitar 1 hingga 20 menit.

Hasil pemeriksaan dibagi menjadi beberapa kategori risiko:

  • Risiko rendah

  • Risiko sedang

  • Risiko tinggi

Peserta dengan kategori risiko tinggi akan mendapatkan rekomendasi lanjutan dari fisioterapis untuk penanganan lebih komprehensif.

Seluruh prosedur ini berjalan berdasarkan prototipe nasional yang telah distandarkan, sehingga kualitas intervensi dan pemeriksaan tetap terjaga dan seragam di berbagai daerah.

Dari CFD ke IFI: Begini Cara Fisioterapi Umsida Bikin Gaya Hidup Sehat Jadi Kebiasaan

Dari Keluhan Nyeri ke Solusi Nyata di CFD

Di waktu yang sama, partisipasi Fisioterapi Umsida juga menyatu dengan keramaian Car Free Day (CFD). Di lokasi inilah masyarakat bisa langsung merasakan manfaat fisioterapi tanpa harus datang ke klinik.

Salah satu pengunjung, Khoirul Anam, membagikan pengalamannya setelah mendapatkan intervensi dari tim fisioterapi Umsida.

Ia datang dengan keluhan nyeri lutut, terutama saat berpindah dari posisi duduk ke berdiri. Keluhan ini sudah ia rasakan sejak lama.

Setelah dilakukan stretching dan pelurusan sendi oleh fisioterapis, Khoirul merasakan perubahan yang signifikan. Ia mengaku lututnya terasa jauh lebih nyaman dan ringan untuk digerakkan.

Ia juga mengatakan bahwa meski rutin memeriksa tekanan darah, baru kali ini ia mencoba pemeriksaan di CFD dan merasa lebih paham tentang kondisi tubuhnya sendiri.

Program seperti ini menjadi penting karena menjembatani kebutuhan masyarakat akan pemeriksaan kesehatan sederhana, namun bermakna.

Di lokasi, fisioterapis memberikan:

  • Peregangan otot

  • Pemeriksaan sendi

  • Edukasi pentingnya aktivitas fisik rutin

Melalui pendekatan langsung ini, masyarakat tidak hanya diberi solusi saat nyeri muncul, tetapi juga dibekali pengetahuan untuk mencegah nyeri datang kembali.

Okky Zubairi Abdillah SFis MKKK, dosen Fisioterapi UMSIDA yang bertindak sebagai koordinator lapangan, menegaskan bahwa kurang bergerak akan meningkatkan risiko nyeri, terutama di bagian bawah tubuh seperti pinggang, panggul, dan lutut.

Bergerak Itu Wajib: Fisioterapi sebagai Gaya Hidup, Bukan Sekadar Terapi

Dari CFD ke IFI: Begini Cara Fisioterapi Umsida Bikin Gaya Hidup Sehat Jadi Kebiasaan

Melalui rangkaian kegiatan di IFI dan CFD ini, Fisioterapi Umsida ingin menunjukkan bahwa fisioterapi bukan hanya untuk orang yang sudah sakit, tetapi justru sangat relevan bagi siapa pun yang ingin menjaga kualitas hidup.

Kegiatan ini mengingatkan bahwa:

  • Gaya hidup kurang gerak mudah memicu nyeri dan gangguan muskuloskeletal.

  • Aktivitas fisik yang teratur adalah kunci penting dalam mencegah berbagai keluhan tubuh.

  • Fisioterapi hadir sebagai pendamping dalam gaya hidup sehat dan preventif, bukan hanya kuratif.

Dengan edukasi langsung di ruang publik seperti CFD, pesan ini menjadi jauh lebih mudah diterima karena masyarakat bisa merasa, melihat, dan mengalami sendiri manfaatnya.

Dari Ruang Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa Uji Ilmu di Dunia Nyata

Salah satu nilai paling berharga dari kegiatan ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa fisioterapi Umsida.

Mereka tidak hanya menjadi panitia, tetapi turun langsung sebagai pelaksana pelayanan, tentu dengan supervisi tenaga profesional.

Bekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, khususnya dari mata kuliah Fisioterapi Neurologi, diimplementasikan dalam bentuk:

  • Pemeriksaan awal dengan formulir resmi yang telah distandarkan secara nasional

  • Komunikasi langsung dengan masyarakat yang datang dengan beragam keluhan

  • Interpretasi gejala yang dirasakan pengunjung

  • Pemberian penilaian awal dan edukasi mengenai tindak lanjut

Widi menjelaskan bahwa mahasiswa belajar lebih dari sekadar teori.

Mereka diasah untuk:

  • Berkomunikasi efektif dengan pasien

  • Mengembangkan empati sebagai calon tenaga kesehatan

  • Menyusun langkah preventif secara sistematis

Lapangan menjadi laboratorium sosial tempat mereka belajar membaca situasi nyata, memahami kebutuhan kesehatan masyarakat, dan melihat dampak langsung dari intervensi yang mereka berikan.

Manfaat Ganda: Masyarakat Terbantu, Mahasiswa Terbentuk

Bagi masyarakat, kehadiran kegiatan ini menjadi kesempatan untuk:

  • Mengenal apa itu fisioterapi dengan cara yang sederhana dan praktis

  • Memahami bagaimana fisioterapi bisa membantu meningkatkan kualitas hidup

  • Mendapatkan pemeriksaan awal tanpa merasa canggung seperti di fasilitas kesehatan formal

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana untuk:

  • Mengasah kemampuan komunikasi dan pendekatan ke berbagai karakter masyarakat

  • Melatih teknik pemeriksaan dan observasi klinis

  • Menguatkan kepekaan sosial dan empati

Kolaborasi seperti ini membuat fisioterapi tampil bukan hanya sebagai profesi, tetapi sebagai gerakan sosial yang peduli pada kesehatan jangka panjang masyarakat.

Kolaborasi Fisioterapi dan Admisi: Sehat, Edukatif, dan Strategis

Kegiatan ini juga melibatkan kerja sama antara Fisioterapi Umsida dan tim Admisi Umsida dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Meski berada dalam satu rangkaian, fokus kegiatannya berbeda:

  • Di titik CFD yang melibatkan tim admisi, fokus layanan berada pada pemeriksaan umum.

  • Di titik kegiatan IFI di sebelah Barat GOR, pengunjung yang ingin mengetahui kondisi tubuh secara lebih mendalam dapat langsung menuju lokasi tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan dari tim fisioterapis se-Sidoarjo.

Pendekatan ini membuat masyarakat bisa memilih layanan sesuai kebutuhan, sekaligus mengenal lebih dekat dunia fisioterapi sebagai bidang keilmuan dan profesi masa depan.

Fisioterapi sebagai Pilar Gaya Hidup Sehat di Era Modern

Aksi Nasional Fisioterapi yang diperingati di usia ke-57 ini menjadi lebih dari sekadar perayaan.

Kegiatan ini adalah refleksi peran fisioterapi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat modern, di mana gaya hidup sedentari dan kebiasaan kurang gerak makin marak.

Melalui kolaborasi antara:

  • Institusi pendidikan

  • Praktisi fisioterapi

  • Komunitas dan masyarakat umum

Fisioterapi menunjukkan jati dirinya sebagai pilar penting gaya hidup sehat dan preventif di Indonesia.

Dari ilmu yang dipelajari di kampus, lalu diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan, fisioterapi hadir sebagai pengingat bahwa:

  • Gaya hidup sehat adalah pilihan sehari-hari, bukan tren sesaat.

  • Deteksi dini dan pencegahan selalu lebih bijak daripada menunggu sakit berat.

  • Gerak yang benar, terarah, dan terukur adalah investasi kesehatan jangka panjang.

Dari CFD hingga IFI, dari nyeri lutut sampai edukasi stroke, satu pesannya jelas: sudah saatnya fisioterapi masuk dalam rutinitas hidup sehat kita, bukan hanya saat kita sakit, tetapi justru sebelum itu terjadi.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!