Gen Z, Lambung, dan Gaya Hidup Modern
Di tengah padatnya aktivitas kuliah dan kehidupan modern ala Gen Z, Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar edukasi kesehatan bertajuk “Penyakit Lambung dan Pola Hidup Sehat Gen Z: Mengenal & Mencegah”.
Dalam kegiatan ini, dr. Fathiyyatu Assa’diy Firda, M.K.M. mengajak para mahasiswa untuk lebih peka terhadap kesehatan sistem pencernaan yang sering kali diabaikan karena gaya hidup serba cepat.
Menurutnya, pencernaan adalah gerbang utama kesehatan tubuh. Begitu bagian ini bermasalah, efeknya bisa menjalar ke berbagai sistem tubuh lainnya.
Ia mengingatkan bahwa pencernaan bukan sekadar proses makanan masuk dan keluar, tetapi proses kompleks yang mengubah makanan menjadi zat gizi yang bisa dimanfaatkan tubuh.
Memahami Sistem Pencernaan Secara Utuh
Fathiyyatu menjelaskan struktur organ pencernaan secara berurutan, mulai dari:
Mulut
Kerongkongan
Lambung
Usus halus
Rektum
Anus
Setiap organ ini memiliki fungsi berbeda dan semua berpotensi mengalami gangguan bila pola makan dan kebersihan sehari-hari diabaikan.
Ia mencontohkan beberapa gangguan pencernaan yang sering muncul:
Sariawan
Gigi berlubang
Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dengan keluhan nyeri ulu hati dan rasa asam di mulut
Di kalangan mahasiswa, pemicunya sering kali justru berasal dari kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele:
Pola makan yang tidak teratur
Sering begadang
Konsumsi kopi manis berlebihan
Pola Makan Sehat: Tidak Harus Mahal, Tapi Teratur
Fathiyyatu menegaskan bahwa pola makan sehat bukan soal mahal atau tidak, melainkan soal teratur dan seimbang.
Ia memberikan beberapa panduan sederhana yang bisa mulai diterapkan Gen Z:
Makan dalam porsi kecil namun lebih sering
Mengurangi makanan pedas dan asam yang bisa mengiritasi lambung
Membiasakan minum air putih minimal dua liter per hari
Selain itu, asupan serat juga menjadi kunci penting. Ia menganjurkan mahasiswa untuk:
Lebih sering mengonsumsi buah
Memperbanyak sayuran hijau
Memilih karbohidrat kompleks seperti beras merah atau oat
Serat makanan membantu menjaga kesehatan usus dan mencegah berbagai gangguan seperti:
Sembelit
Diare
Ambeien
Gangguan tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah pencernaan yang lebih serius bila dibiarkan berlarut-larut.
Kebersihan Makanan: Langkah Paling Dasar yang Sering Terlupa
Menurut Fathiyyatu, menjaga kebersihan makanan adalah pondasi utama kesehatan pencernaan.
Ia mengajak mahasiswa untuk membiasakan:
Mencuci tangan sebelum makan
Memastikan bahan makanan dalam keadaan bersih
Menyimpan makanan di wadah tertutup pada suhu yang sesuai
Kebiasaan sederhana ini sering diremehkan, padahal bisa mencegah banyak penyakit yang mengganggu aktivitas dan konsentrasi belajar.
Stres, Kopi, dan Lambung Gen Z
Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Banyak mahasiswa yang penasaran dengan hubungan antara stres akademik, kebiasaan ngopi, dan gangguan lambung.
Fathiyyatu menjelaskan bahwa kesehatan pencernaan sangat terkait dengan kondisi mental dan gaya hidup sehari-hari.
Ia mengingatkan pentingnya:
Menjaga keseimbangan antara akademik dan istirahat
Menghindari stres berlebihan
Membiasakan tidur cukup agar sistem pencernaan punya waktu untuk beristirahat
Lambung yang bekerja terus-menerus tanpa jeda karena pola makan dan begadang yang berantakan, lama-lama akan “protes”.
Membangun Karakter Sehat di Lingkungan Pesma
Kegiatan edukasi ini disambut hangat oleh para penghuni Pesma KH Mas Mansur. Antusiasme terlihat dari beragam pertanyaan dan diskusi yang muncul seputar gaya hidup Gen Z.
Pihak Pesma menempatkan kegiatan semacam ini sebagai bagian dari upaya membentuk karakter mahasiswa yang:
Berwawasan ilmiah
Memiliki kesadaran religius
Peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan
Melalui edukasi kesehatan yang terarah, diharapkan tumbuh perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan mahasiswa, bukan hanya sesaat setelah acara, tapi menjadi kebiasaan baru dalam keseharian.
Dari Edukasi ke Aksi: Saatnya Gen Z Bergerak
Inti pesan dari kegiatan ini jelas: gaya hidup sehat bukan tren sesaat, melainkan investasi jangka panjang.
Beberapa langkah praktis yang bisa langsung diterapkan Gen Z setelah keluar dari ruangan edukasi:
Mengatur ulang jadwal makan agar lebih teratur
Mengurangi begadang yang tidak perlu
Mengontrol konsumsi kopi manis dan makanan instan
Menambah asupan serat, air putih, buah, dan sayur
Lebih peka terhadap sinyal tubuh ketika mulai muncul keluhan pencernaan
Dengan perubahan kecil namun konsisten, mahasiswa bukan hanya punya lambung yang lebih sehat, tetapi juga energi, fokus, dan mood yang lebih stabil untuk menjalani aktivitas harian.
Gaya hidup sehat Gen Z bisa dimulai dari satu organ kecil: lambung. Tapi dampaknya, bisa sebesar masa depan yang lebih bertenaga.






