KuybeliKuybeli

Unila Serius Jadi Kampus Sehat dan Hijau: Dari Kebiasaan Kecil ke Perubahan Besar

Unila Serius Jadi Kampus Sehat dan Hijau: Dari Kebiasaan Kecil ke Perubahan Besar
Minat|Gaya Hidup Sehat

Kampus Sehat dan Hijau, Bukan Sekadar Slogan

Unila Serius Jadi Kampus Sehat dan Hijau: Dari Kebiasaan Kecil ke Perubahan BesarUnila Serius Jadi Kampus Sehat dan Hijau: Dari Kebiasaan Kecil ke Perubahan BesarUnila Serius Jadi Kampus Sehat dan Hijau: Dari Kebiasaan Kecil ke Perubahan BesarUnila Serius Jadi Kampus Sehat dan Hijau: Dari Kebiasaan Kecil ke Perubahan Besar

Universitas Lampung (Unila) resmi meluncurkan Kampanye Kampus Sehat dan Green Campus sebagai bentuk keseriusan membangun lingkungan akademik yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Agenda ini digelar di Gedung Graha Baru Kemahasiswaan dan menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang sivitas akademika terhadap gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan.

Siapa Saja yang Terlibat?

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh berbagai unsur kampus, mulai dari:

  • Para wakil dekan bidang kemahasiswaan

  • Kepala biro akademik

  • Tim pengelola prestasi mahasiswa

  • Perwakilan organisasi kemahasiswaan

  • Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Kehadiran beragam elemen ini menunjukkan bahwa kampanye ini bukan program satu dua pihak saja, tetapi ruang kolaborasi seluruh warga kampus.

Green Campus: Lebih dari Sekadar Seremoni

Ketua pelaksana Green Campus, Aristanto Husin, S.H., M.H., menegaskan bahwa gerakan ini adalah langkah awal menuju kampus berkelanjutan.

Ia menyoroti bahwa kampanye seperti ini tidak boleh berhenti di seremoni, tetapi harus mendorong perubahan perilaku nyata.

Menurutnya, perubahan itu dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita, terutama dari diri sendiri dan kebiasaan sehari-hari yang lebih ramah lingkungan.

Intinya: gaya hidup hijau itu bukan proyek, tapi kebiasaan.

Pesan Pimpinan: Tanggung Jawab Dimulai dari Diri Sendiri

Kampanye secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa konsep kampus sehat dan green campus adalah langkah strategis Unila, bukan hanya untuk peningkatan mutu akademik dan riset, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan seluruh sivitas akademika.

Ia mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran baru bahwa menjaga lingkungan dan kesehatan adalah tanggung jawab personal sebelum menjadi gerakan komunal.

Apa Itu Kampus Sehat?

Konsep kampus sehat di Unila merangkul gaya hidup sehat secara menyeluruh — fisik, mental, dan sosial. Beberapa aspek yang disorot antara lain:

  • Pola makan yang lebih seimbang dan bergizi

  • Aktivitas fisik yang rutin, tidak hanya duduk di kelas atau depan layar

  • Perhatian terhadap kesehatan mental

  • Budaya belajar yang positif, suportif, dan tidak toksik

Dengan kata lain, kampus sehat bukan cuma soal fasilitas, tapi juga budaya hidup sehat yang dihidupi bersama.

Green Campus: Dari Sampah hingga Energi

Sementara itu, konsep green campus menitikberatkan pada kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Beberapa fokus utamanya meliputi:

  • Penghijauan area kampus

  • Pengelolaan sampah yang lebih baik

  • Efisiensi penggunaan energi

  • Pengurangan plastik sekali pakai

Gerakan ini mendorong warga kampus berpikir ulang sebelum membuang sampah sembarangan, menyalakan listrik tanpa perlu, atau menggunakan plastik sekali pakai.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Prof. Sunyono mendorong seluruh sivitas akademika untuk memulai dari tindakan-tindakan sederhana namun konsisten, seperti:

  • Menanam pohon di area kampus

  • Menghemat penggunaan listrik di ruang kelas, kantor, dan asrama

  • Menjaga kebersihan lingkungan kampus

  • Mengurangi konsumsi plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari

Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan terus-menerus akan berkontribusi pada perubahan besar, tidak hanya untuk Unila, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

Kolaborasi untuk Program Berkelanjutan

Harapannya, kampanye ini menjadi pintu masuk untuk memperkuat sinergi antara:

  • Universitas

  • Fakultas

  • Organisasi kemahasiswaan

  • Komunitas peduli lingkungan

Kolaborasi ini diharapkan melahirkan program-program berkelanjutan yang tidak musiman, tetapi menjadi bagian dari identitas kampus.

Unila didorong untuk tampil sebagai contoh kampus di Indonesia yang bersih, sehat, produktif, dan berbudaya.

Simbol Nyata: Menanam 11 Pohon Buah

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penanaman pohon secara simbolik di sekitar Graha Baru Kemahasiswaan Unila.

Ada 11 pohon buah yang ditanam, di antaranya pohon jambu dan alpukat.

Sebelas pohon ini mewakili:

  • Delapan fakultas

  • Wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni

  • Wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni

  • Kepala bagian akademik dan kemahasiswaan

  • Ketua tim kemahasiswaan perwakilan mahasiswa

Penanaman ini menjadi simbol bahwa setiap unsur kampus punya peran dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dari Kampus ke Gaya Hidup Sehari-Hari

Kampanye Kampus Sehat dan Green Campus di Unila bukan hanya program lingkungan, tetapi juga ajakan untuk mengubah gaya hidup.

Jika diterapkan secara konsisten, nilai-nilai ini bisa ikut terbawa keluar kampus: ke rumah, ke tempat kerja, dan ke masyarakat luas.

Karena pada akhirnya, kampus sehat dan hijau tidak hanya tentang tempat belajar yang nyaman, tetapi tentang bagaimana kita membentuk generasi yang lebih sadar kesehatan dan peduli bumi.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!