Aksi Panas di Pengayoman Open 2025
Di ajang Turnamen Tenis Lapangan Pengayoman Open 2025 kategori ganda putra U-90, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Asep Sutandar, tampil menyita perhatian.
Turnamen ini digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Pengayoman ke-80 Kementerian Hukum Republik Indonesia, dan sekaligus menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa semangat kompetitif dan sportivitas di lingkungan Kemenkum masih sangat hidup.
Yang menarik, ajang ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi juga tentang kebersamaan, adrenalin, dan gengsi di atas lapangan tenis.


Perjalanan Menuju Tiga Besar
Pertandingan digelar di lapangan tenis lingkungan Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkum.
Di atas hardcourt tersebut, Asep Sutandar menunjukkan permainan yang solid dan penuh determinasi. Beberapa kali ia berhasil membalikkan keadaan dan menekan lawan di momen-momen krusial.
Ia bahkan sempat membuka peluang besar untuk melangkah ke partai final pada babak semifinal, sebelum akhirnya harus berhadapan dengan salah satu sosok penting di jajaran Kemenkum.
Duel Sengit Kontra Wamenkum
Di babak semifinal, Asep Sutandar bertemu dengan Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej.

Pertandingan berjalan ketat dan penuh tekanan. Ritme reli cepat, akurasi pukulan, hingga strategi penempatan bola menjadi penentu.
Meski harus mengakui keunggulan Wakil Menteri Hukum di laga tersebut, penampilan Asep tetap menunjukkan bahwa mental juara tidak selalu diukur dari posisi puncak podium.
Juara 3 yang Penuh Makna

Pada akhir rangkaian pertandingan, Asep Sutandar berhasil mengamankan posisi juara ketiga di kategori U-90 ganda putra.
Prestasi ini bukan sekadar angka di papan skor. Ia menjadi simbol bahwa di tengah kesibukan birokrasi, masih ada ruang untuk kompetisi sehat, kedisiplinan, dan gaya hidup aktif.
Penghargaan untuk Asep diserahkan langsung oleh Kepala BPSDM Kemenkum, Gusti Ayu Putu Suwardani, yang juga menutup secara resmi turnamen tersebut.
Lebih dari Sekadar Turnamen
Dari jalannya turnamen, ada beberapa hal yang terasa menonjol:
Sportivitas: Pertandingan berlangsung dalam atmosfer penuh respek antar peserta.
Kebersamaan: Lapangan menjadi ruang temu lintas jabatan, menyatukan para pejabat dan pegawai dalam satu arena yang setara.
Inspirasi Gaya Hidup Aktif: Kategori U-90 sendiri sudah cukup berbicara bahwa usia bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Pada akhirnya, Pengayoman Open 2025 bukan hanya melahirkan juara di atas podium, tetapi juga menguatkan pesan bahwa semangat bertanding dan menjaga kebugaran sangat relevan di setiap level dan lintas generasi.
Buat para pecinta tenis, cerita seperti ini membuktikan satu hal: selama raket masih digenggam dan bola masih memantul, semangat juang di lapangan tidak pernah benar-benar pensiun.






