Semangat Tenis di Kampus: Akademisi Turun ke Lapangan


Semarang menjadi saksi bagaimana dunia akademik dan olahraga berpadu dalam satu ajang bergengsi. Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bersama Asosiasi Tenis Profesor Indonesia menggelar Festival Tenis Profesor 2025, sebuah festival yang menghadirkan para profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk bertanding sekaligus menjalin kebersamaan.
Festival ini dibuka secara resmi melalui rangkaian acara yang meriah, diawali dengan Gala Dinner dan pengukuhan pengurus Asosiasi Tenis Profesor Indonesia masa bhakti 2025–2029 di Gedung Gradhika Semarang. Dukungan dari pemerintah daerah mempertegas pentingnya olahraga sebagai medium memperkuat jejaring akademik lintas kampus.
Partai Puncak: Profesor Juga Jago Raket

Puncak keseruan tersaji pada partai final yang digelar di Lapangan Tenis Sport Center UNIMUS. Laga-laga penentuan berlangsung ketat, menghadirkan permainan yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga penuh sportivitas.
Pasangan Prof. Dr. Agus Hariyanto, M.Kes dan Prof. Dr. Advendi Kristiyandaru, M.Pd (UNESA) tampil memukau dan sukses mengamankan gelar juara pertama setelah melewati pertandingan yang menegangkan.
Di posisi kedua, Prof. Dr. Kamal Firdaus, M.Kes., AIFO dan Prof. Ganefri, Ph.D (UNP) menunjukkan performa solid hingga akhir turnamen.
Sementara itu, posisi juara ketiga dibagi oleh dua pasangan: Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd (UNIMUS) berpasangan dengan Prof. Dr. Herlanu, M.Pd (Unnes), serta duet Prof. Setyawan Purnomo Sakti dan Prof. Agung Sugeng Widodo, Ph.D (Universitas Brawijaya) yang juga tampil konsisten.

Lebih dari Sekadar Turnamen
Dalam sambutan menjelang pengumuman pemenang, Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med menegaskan bahwa esensi utama festival ini bukan hanya soal perebutan gelar juara.
Beliau menyoroti bahwa Festival Tenis Profesor 2025 adalah sarana membangun solidaritas, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui pertandingan tenis, para akademisi tak hanya saling beradu strategi di lapangan, tetapi juga mempererat hubungan antar kampus, membuka ruang kolaborasi baru, dan memperluas jejaring profesional.
UNIMUS menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga di kalangan akademisi, menjadikan kesehatan dan kebugaran sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi.

Angka, Venue, dan Atmosfer Pertandingan
Festival ini melibatkan 96 peserta yang bertanding di tiga lapangan utama di Kota Semarang:
Lapangan Tenis UNIMUS
Lapangan Tenis UNDIP
Lapangan Tenis Tri Lomba Juang Semarang
Setiap pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi, memperlihatkan kualitas permainan yang serius dan terlatih. Para profesor menunjukkan bahwa mereka tidak hanya piawai mengajar, meneliti, dan menulis, tetapi juga mampu tampil kompetitif di lapangan tenis.
Pesan yang mengemuka jelas: menjadi akademisi bukan alasan untuk meninggalkan gaya hidup aktif dan bugar.

Tenis sebagai Jembatan Kolaborasi Akademik
Festival Tenis Profesor 2025 memperlihatkan bagaimana sebuah olahraga bisa menjadi jembatan kolaborasi.
Tenis menjadi ruang temu informal bagi para profesor lintas kampus.
Interaksi di lapangan mempermudah terjalinnya komunikasi dan kerja sama baru.
Suasana kompetitif yang sehat memunculkan rasa saling menghargai dan menghormati.
Keberhasilan penyelenggaraan festival ini mempertegas bahwa olahraga dapat menjadi medium efektif untuk memperkuat jejaring perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus mendorong budaya hidup aktif di kalangan akademisi.
Ajang seperti ini bukan hanya patut diteruskan, tetapi juga layak dijadikan inspirasi bagi perguruan tinggi lain yang ingin menggabungkan prestasi akademik dengan gaya hidup sehat dan sportif.






