KuybeliKuybeli

Renovasi Lapangan Tenis Rp393 Juta Dikritik: Retak, Kotor, dan Bikin Malu?

Renovasi Lapangan Tenis Rp393 Juta Dikritik: Retak, Kotor, dan Bikin Malu?
Minat|Bermain Tenis

Lapangan Tenis Baru, Masalah Lama

Di Martapura, sebuah lapangan tenis di Jalan Albasia baru saja direnovasi selama 30 hari kalender sejak 21 November 2025.

Namun, alih-alih tampil maksimal, hasil renovasi yang dikerjakan oleh CV RINKEI KHAL NUSANTARA dinilai jauh dari kata sempurna.

Dengan nilai kegiatan mencapai Rp393.615.923, proyek ini langsung jadi sorotan.

Komisi IV DPRD Turun ke Lapangan

Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar melakukan inspeksi langsung ke lapangan tenis yang dikelola Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar.

Dari hasil pengecekan di lokasi, mereka menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang sudah digelontorkan.

Bagian lantai lapangan yang seharusnya rapi dan mulus, justru masih ditemukan keretakan.

Dengan anggaran sekitar Rp393 juta, kondisi seperti ini jelas menimbulkan tanda tanya besar.

Bukan Cuma Lapangan, Fasilitas Lain Juga Disorot

Masalah di lapangan tenis ini ternyata bukan hanya soal permukaan lantai.

Fasilitas di sekitarnya juga ikut jadi perhatian karena kondisinya memprihatinkan.

  • Musala terlihat tak terawat, ada bagian atap yang rusak dan tidak diperbaiki.

  • Cat dinding musala tampak mengelupas, menambah kesan kumuh.

  • WC (water closet) juga dinilai tidak layak, padahal lokasi ini sering didatangi tamu dan pejabat yang bermain tenis di sana.

Pertanyaan pun muncul: dengan nilai renovasi sebesar itu, apakah fasilitas-fasilitas ini tidak termasuk dalam item pengerjaan?

Pertanyaan soal RAB dan Tanggung Jawab

Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar mempertanyakan apakah pengerjaan renovasi tersebut benar-benar sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Mereka menilai perlu ada kejelasan terkait apa saja yang menjadi bagian dari pekerjaan, dan mengapa hasil akhirnya masih jauh dari standar yang diharapkan.

Kondisi lantai yang retak, musala yang tak terurus, hingga WC yang memalukan bagi tamu dan pejabat, semuanya menjadi catatan serius.

Akan Dibawa ke Rapat Dengar Pendapat

Untuk mengurai persoalan ini, Komisi IV DPRD memastikan akan segera memanggil pihak-pihak terkait.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) nanti, mereka berencana menghadirkan:

  • Disbudporapar Kabupaten Banjar sebagai pengguna anggaran dan penanggung jawab kegiatan.

  • CV RINKEI KHAL NUSANTARA sebagai kontraktor pelaksana renovasi.

Melalui forum resmi tersebut, diharapkan muncul kejelasan: apakah proyek renovasi lapangan tenis di Jalan Albasia ini benar-benar sepadan dengan hampir Rp400 juta yang sudah dihabiskan, atau justru menyisakan lebih banyak kekecewaan?

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!