Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Omzet UMKM Mandalika Tembus Rp2,94 Miliar, 769 Usaha Merasakan Dampaknya

Omzet UMKM Mandalika Tembus Rp2,94 Miliar, 769 Usaha Merasakan Dampaknya
Minat|Asia Tenggara

Omzet besar, manfaat langsung bagi usaha lokal

Omzet UMKM Mandalika adalah pendapatan penjualan yang dihimpun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai titik komersial selama acara balap di kawasan Mandalika. Angka ini memperlihatkan seberapa jauh keramaian sebuah ajang internasional berubah menjadi transaksi bagi usaha lokal. ITDC mencatat 769 UMKM meraih total omzet Rp2.940.564.568, atau sekitar Rp2,94 miliar, selama Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9–11 Oktober 2026 di The Mandalika, Lombok Tengah. Capaian tersebut patut dibaca sebagai bukti bahwa manfaat MotoGP Mandalika 2026 tidak berhenti pada lintasan dan penonton. Pedagang makanan, minuman, kopi, serta produk lain memperoleh akses ke calon pelanggan dalam jumlah besar. Namun, angka omzet saja belum menjawab apakah manfaat itu merata ataupun berlanjut setelah balapan usai. Nilai utamanya terletak pada terbukanya pasar; tantangannya adalah membuat peluang tersebut tidak menjadi keuntungan sesaat.

Manfaat tersebar dari dalam sirkuit hingga sekitarnya

Manfaat ekonomi langsung tidak hanya dinikmati tenant di dalam sirkuit. Dari 769 UMKM peserta, 310 tenant tercatat berada di ekosistem komersial kawasan sirkuit, dengan 300 UMKM dan 10 merek nasional. Di luar kawasan, 459 UMKM berdagang di berbagai titik, termasuk 189 peserta Bazaar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival Vol. II serta 270 usaha di area parkir dan sekitar sirkuit. Pelaku usaha dari 10 kabupaten/kota juga ikut dalam Lombok-Sumbawa Festival. Susunan ini penting: transaksi UMKM MotoGP beredar melalui sejumlah kanal, bukan satu lokasi atau kelompok saja. Di dalam kawasan, ada UMKM dinas, tenant festival dan grandstand, usaha binaan InJourney Group dan Pertamina, serta pedagang di area Nusantara dan Paddock Cafe. Sebaran tersebut memberi lebih banyak pelaku kesempatan bertemu pembeli, meski data yang tersedia belum menunjukkan omzet per usaha atau seberapa setara hasil yang mereka peroleh.

Puncak transaksi menegaskan kuatnya permintaan

Omzet tidak mengalir sama rata sepanjang acara. Penjualan mencapai puncak pada hari ketiga, dengan sekitar Rp1,638 miliar—55,7 persen dari total omzet selama tiga hari. Kontributor terbesar menurut area ialah Commercial Booth, sebesar Rp1.125.167.280 atau 38,3 persen; UMKM binaan menyumbang Rp848.999.700 atau 28,9 persen, UMKM dinas Rp715.013.000 atau 24,3 persen, dan Paddock Area Rp251.384.588 atau 8,5 persen. Dari sisi produk, makanan lokal memimpin dengan kontribusi 29,7 persen, disusul kopi 22,9 persen, minuman 20 persen, panganan 16,8 persen, dan makanan Barat 10,7 persen. Pola ini memberi petunjuk praktis bagi pedagang dan penyelenggara: kebutuhan konsumsi menjadi bagian besar dari belanja pengunjung, sementara hari puncak menuntut stok dan kesiapan layanan yang memadai. Angka tersebut juga membuat dampak ekonomi Mandalika lebih konkret daripada sekadar klaim bahwa acara besar membawa keramaian.

Tantangan berikutnya: mempertahankan peluang setelah balapan

Rp2,94 miliar merupakan ukuran transaksi langsung selama acara, bukan bukti bahwa seluruh usaha memperoleh manfaat yang sama atau akan terus berkembang setelah penonton pulang. Karena itu, langkah ITDC untuk mendorong peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, dan akses pemasaran perlu menjadi tindak lanjut nyata, bukan berhenti sebagai rencana. Peningkatan tersebut dapat membantu pelaku lokal memenuhi permintaan acara besar sekaligus menjangkau pasar di luar kalender balap. Penyelenggara juga perlu terus membuka akses dagang yang tersebar bagi UMKM dari berbagai wilayah, sambil memperkuat kesiapan mereka menghadapi lonjakan pembeli. Kesimpulannya, capaian ini adalah bukti meyakinkan bahwa MotoGP mampu menghadirkan perputaran uang langsung bagi usaha lokal. Namun, keberhasilan jangka panjang baru terwujud bila akses pasar sesaat berubah menjadi kemampuan usaha yang lebih kuat dan peluang penjualan yang berulang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!