Sentuhan Kepedulian di Kampung Kimbeli

Di Mimika, Papua Tengah, sebuah aksi nyata dilakukan untuk semakin mendekatkan aparat keamanan dengan masyarakat.
Satgas Pamobvitnas PT Freeport Indonesia (PTFI) Yonif 301/PKS Pos Banti melaksanakan program bedah atau renovasi rumah milik salah satu tokoh adat di Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura.
Kegiatan ini bukan sekadar membangun ulang bangunan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pelestarian adat dan budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Satgas dan warga sekitar.
Rumah Tokoh Adat Jadi Prioritas
Rumah yang direnovasi adalah milik Bapak Elianus Magai, salah satu tokoh adat berpengaruh di Kampung Kimbeli.
Sebelum direnovasi, kondisi rumah dinilai kurang layak huni.
Anggota keluarga cukup banyak
Luas rumah terbatas
Aktivitas keluarga sehari-hari menjadi kurang leluasa
Melihat kondisi tersebut, Satgas memutuskan melakukan bedah rumah agar bangunan lebih sesuai dengan kebutuhan penghuni, lebih nyaman, dan lebih manusiawi bagi seluruh anggota keluarga.
Renovasi Total, Bukan Sekadar Tambal Sulam
Renovasi dipimpin langsung oleh Komandan Kompi (Danki) Pos Banti selaku Dan SSK I, dan menjadi bagian dari program pembinaan teritorial melalui kegiatan penggalangan.
Pekerjaan yang dilakukan mencakup:
Perombakan struktur rumah lama
Perbaikan atap agar lebih kokoh dan aman
Pembenahan dinding dan lantai
Pengecatan rumah agar terlihat lebih rapi dan nyaman
Seluruh proses ini memakan waktu sekitar 25 hari.
Yang menarik, renovasi ini dilakukan dengan semangat gotong royong, melibatkan:
Personel Satgas Pamobvitnas PTFI Yonif 301/PKS
Instansi setempat
Koramil dan Polsek di wilayah tersebut
Warga Kampung Kimbeli
Kebersamaan dan kerja kolektif menjadi roh dari seluruh proses, dari awal pengerjaan hingga rumah selesai direnovasi.
Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik
Pimpinan Satgas Pamobvitnas PTFI Yonif 301/PKS menegaskan bahwa renovasi rumah ini punya makna lebih besar daripada sekadar memperbaiki bangunan.
Renovasi ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh adat yang selama ini berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya.
Tokoh adat dianggap sebagai pilar penting dalam kehidupan sosial masyarakat Papua, karena:
Menjaga keharmonisan dan persatuan
Menjadi panutan dalam pelestarian kearifan lokal
Menjembatani komunikasi antara warga dan berbagai pihak
Melalui kegiatan ini, Satgas ingin menunjukkan bahwa kehadiran mereka tidak hanya untuk tugas pengamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengatasi kesulitan dan memperkuat kebersamaan.
Rasa Syukur dari Pemilik Rumah
Sebagai pemilik rumah, Elianus Magai menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
Baginya, renovasi ini membawa perubahan besar:
Rumah menjadi lebih layak huni
Keluarga bisa beraktivitas lebih nyaman
Ada rasa dihargai dan diperhatikan oleh aparat yang bertugas di wilayahnya
Ia juga berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun selama proses renovasi bisa terus terjaga di masa mendatang.
Harapan untuk Papua yang Lebih Damai
Melalui program bedah atau renovasi rumah ini, Satgas Pamobvitnas PT Freeport Indonesia Yonif 301/PKS ingin terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Misi yang ingin dicapai antara lain:
Memperkuat persatuan antara aparat dan warga
Mendorong terwujudnya lingkungan yang aman dan damai
Mendukung terciptanya Papua yang sejahtera, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakatnya
Satu rumah direnovasi, satu keluarga tersenyum, dan satu kampung merasakan dampak kebersamaan.






