Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kebiasaan Aman di Jalan Perlu Dibangun Sejak Bangku Sekolah

Kebiasaan Aman di Jalan Perlu Dibangun Sejak Bangku Sekolah
Minat|Menggunakan & Merawat Mobil

Keselamatan bukan sekadar hafalan aturan

Edukasi keselamatan berkendara adalah pembelajaran yang membentuk pengetahuan, sikap, dan kebiasaan agar pengendara mampu melindungi diri serta menghormati pengguna jalan lain dalam setiap perjalanan. Karena itu, keselamatan tidak cukup diajarkan sebagai daftar larangan yang diingat menjelang ujian; ia harus menjadi rutinitas sejak seseorang mulai aktif menggunakan sepeda motor. PT Trio Motor memberikan edukasi kepada pelajar SMKN 1 Gambut dan mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat. Keduanya mendapat materi tentang perlengkapan sesuai standar, rambu dan peraturan, konsentrasi, serta antisipasi bahaya di jalan. Perbedaan usia dan lingkungan belajar tidak mengubah inti pesannya: keterampilan mengendalikan motor saja tidak menjamin perjalanan aman. Pengendara juga perlu disiplin, mampu mengambil keputusan, dan menghargai orang lain. Menanamkan hal itu di sekolah dan kampus lebih masuk akal daripada menunggu kecelakaan menjadi pelajaran.

Bagi remaja dan mahasiswa yang mobilitasnya tinggi, pengetahuan tersebut hanya berguna jika diterapkan saat berangkat, bukan sekadar dibahas di ruang kelas. Trio Motor berharap peserta membawa perilaku bertanggung jawab itu ke keseharian dan menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya.

Kebiasaan Aman di Jalan Perlu Dibangun Sejak Bangku Sekolah

Perlengkapan harus dipakai sebelum motor bergerak

Pengingat serupa disampaikan Astra Motor Sulawesi Selatan kepada siswa SMAN 5 Makassar dalam edukasi pada 29 Oktober 2026. Siswa diajak memperhatikan perlengkapan yang sesuai dan memahami bahwa keselamatan mesti hadir dalam perjalanan sehari-hari, bukan hanya saat menempuh jarak jauh atau menghadapi kondisi jalan tertentu. Inilah titik yang sering disepelekan: perjalanan dekat pun tetap perjalanan di jalan raya. Perlengkapan keselamatan motor bukan aksesori atau formalitas, melainkan perlindungan dasar yang disiapkan sebelum berangkat. Kepada 45 karyawan Sari Roti, yang mengikuti edukasi pada 30 Oktober 2026, Asmo Sulsel menyebut helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu sebagai perlengkapan yang perlu digunakan setiap kali berkendara. Pesannya tegas dan praktis: jangan menjadikan jarak pendek alasan untuk melepas perlindungan. Kebiasaan aman berkendara dimulai sebelum kunci diputar.

Mengenakan perlengkapan lengkap memang tidak menghapus semua risiko, tetapi mengabaikannya menghilangkan perlindungan yang bisa dipersiapkan pengendara sendiri. Edukasi kepada pelajar dan karyawan sama-sama menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab pribadi sekaligus bentuk kepedulian kepada pengguna jalan lain.

Kebiasaan Aman di Jalan Perlu Dibangun Sejak Bangku Sekolah

Kebiasaan baik perlu terlihat di jalan

Perlengkapan adalah awal, bukan keseluruhan praktik aman. Pengendara juga perlu mematuhi rambu dan aturan, menjaga konsentrasi, mengenali potensi bahaya, serta menghormati pengguna jalan lain. Materi untuk mahasiswa DEMA FEB ULM secara khusus mencakup kemampuan mengantisipasi bahaya dan mengambil keputusan saat kondisi lalu lintas berubah. Itu penting karena jalan tidak selalu berjalan sesuai rencana; sikap disiplin dan perhatian membantu pengendara merespons tanpa membahayakan diri maupun orang lain. Siswa SMAN 5 Makassar pun didorong menjadi teladan di lingkungan sekitar, agar pesan keselamatan tidak berhenti ketika sesi edukasi selesai. Contoh sehari-hari—memakai perlengkapan, menaati aturan, dan tidak berkendara dengan perhatian terpecah—lebih kuat daripada slogan. Jika sekolah dan kampus mengajarkan keselamatan secara berulang, kebiasaan itu berpeluang terbawa ke keluarga dan lingkar pertemanan.

Upaya Trio Motor dan Asmo Sulsel menunjukkan arah yang tepat, tetapi kegiatan edukasi sesekali tidak boleh menjadi garis akhir. Sekolah, kampus, keluarga, dan tempat kerja perlu terus menguatkan praktik yang sama. Kesimpulannya sederhana: budaya tertib berlalu lintas tumbuh dari tindakan kecil yang dilakukan konsisten. Bangun kebiasaan aman sejak bangku sekolah, lengkapi diri sebelum berkendara, dan jadikan keselamatan prioritas pada setiap perjalanan.

Kebiasaan Aman di Jalan Perlu Dibangun Sejak Bangku Sekolah

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!