Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Jalur untuk Menata Talenta ASN Daerah

Dua Jalur untuk Menata Talenta ASN Daerah
Minat|Pelatihan Fungsional

Manajemen talenta harus berujung pada layanan yang lebih baik

Manajemen talenta ASN adalah cara terukur untuk mengenali kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas aparatur, lalu menggunakannya dalam pengembangan karier serta penempatan jabatan sesuai kebutuhan organisasi. Nilai sistem ini tidak terletak pada peta pegawai semata, melainkan pada apakah keputusan kepegawaian menjadi lebih adil dan pelayanan publik membaik. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong pendekatan tersebut dalam ekspose pembangunan manajemen talenta instansi pemerintah provinsi di kantor Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, pada 28 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa karier ASN perlu ditentukan secara objektif berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas, bukan sekadar proses mengisi jabatan. Arah ini tepat: penempatan orang yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan jabatan dapat memperkuat kinerja aparatur sekaligus membuat birokrasi lebih efektif bagi masyarakat.

Dua Jalur untuk Menata Talenta ASN Daerah

Skala besar menuntut pemetaan yang bisa dipertanggungjawabkan

Tantangan Sulawesi Tengah jelas terlihat dari skalanya: pemerintah provinsi memiliki 18.491 ASN, terdiri atas 9.778 PNS dan 8.713 PPPK. Sebanyak 783 orang menduduki jabatan struktural, 11.549 berada di jabatan fungsional, dan 6.159 merupakan pejabat pelaksana. Angka sebesar ini membuat pengelolaan karier tak layak bergantung pada pertimbangan informal atau kebutuhan pengisian jabatan sesaat. Pemetaan potensi, kompetensi, rekam jejak, dan kinerja harus menjadi dasar untuk menyiapkan calon pemimpin dan mengembangkan pegawai. Pemprov Sulteng menyatakan ingin memperkuat sistem merit dengan penilaian terukur yang dapat dipertanggungjawabkan. Itu bukan urusan administrasi belaka: sistem yang transparan memberi ASN kesempatan berkembang berdasarkan prestasi, sementara pemerintah dapat menempatkan talenta ASN daerah pada peran yang paling dibutuhkan.

Belajar dari daerah lain melengkapi pembenahan internal

Penguatan dari dalam bukan satu-satunya jalan. Pada 30 Oktober 2026, Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa mengunjungi Bolaang Mongondow Utara (Boltara) untuk mempelajari penerapan manajemen talenta ASN secara langsung. Fokus pertukaran mencakup pemetaan kompetensi, pengembangan karier, serta penempatan pegawai berdasarkan kualifikasi dan kinerja. Berbeda dari langkah Sulawesi Tengah yang menata sistem internal dalam skala besar, Bone Bolango sedang mencari referensi praktik yang bisa menjadi bahan pengembangan kebijakannya sendiri. Boltara memiliki landasan regulasi melalui Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta ASN di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut. Kunjungan semacam ini berguna jika pengalaman yang dipelajari diterjemahkan menjadi prosedur dan penilaian yang sesuai kebutuhan daerah asal. Sekadar menyalin mekanisme tanpa memahami konteks organisasi tidak akan menjamin kompetensi ASN terpetakan lebih baik.

Ukuran keberhasilan: adil bagi pegawai, terasa bagi warga

Kedua pendekatan itu saling melengkapi. Penguatan internal membangun fondasi data, sistem merit, dan jalur pengembangan karier; pembelajaran antardaerah membuka ruang untuk menguji cara kerja dan mengambil pelajaran dari pengalaman pihak lain. Namun, kunjungan dan regulasi hanya menjadi langkah awal. Pemerintah perlu memastikan hasil pemetaan benar-benar memengaruhi pengembangan kompetensi, penyiapan pemimpin, serta keputusan penempatan secara konsisten. Target Sulawesi Tengah ialah membentuk aparatur yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Bone Bolango juga berharap pertukaran informasi berlanjut untuk memperkuat pengembangan kompetensi dan penataan karier. Tolok ukur akhirnya bukan banyaknya data atau rapat koordinasi, melainkan apakah kinerja aparatur meningkat dan warga menerima pelayanan yang lebih baik. Manajemen talenta ASN layak disebut berhasil hanya ketika prinsip menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat tampak dalam hasil kerja pemerintah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!