Persaingan yang Menguji Lebih dari Kemampuan Mengolah Data
SATRIA DATA adalah ajang kompetisi mahasiswa yang menguji keterampilan statistika dan sains data melalui tantangan analisis, kreativitas, serta penyampaian hasil secara efektif. Dalam edisi 2026, ITS merebut predikat juara umum dengan empat penghargaan, tetapi hasil UNDIP dan Unhas juga menegaskan bahwa persaingan kampus berlangsung ketat dan tersebar. Babak final mempertemukan 48 tim terbaik dari 19 perguruan tinggi, dengan cabang National Statistics Competition, Statistics Infographics Competition, Statistics Essay Competition, dan Big Data Challenge. Angka itu memberi konteks penting: gelar puncak bukan sekadar soal satu karya unggulan, melainkan konsistensi lintas kategori. Bagi mahasiswa yang mengejar prestasi mahasiswa statistik, kompetisi ini memperlihatkan bahwa kemampuan mengolah angka perlu berjalan bersama penalaran, kreativitas, dan komunikasi yang jelas. Itulah ukuran yang membuat ajang ini relevan, bukan hanya daftar medali.

Empat Penghargaan Membawa ITS ke Puncak
ITS layak disebut juara umum karena raihannya tersebar pada tiga cabang, dengan dua penghargaan sekaligus di kompetisi esai. Mahasiswanya meraih Juara I dan Juara II Statistics Essay Competition, Juara II Statistics Infographics Competition, serta Juara Harapan I Big Data Competition. Capaian itu menunjukkan daya olah yang tidak berhenti pada analisis: gagasan juga harus dirumuskan dan disajikan agar meyakinkan. Salah satu tim esai memenangkan Juara I lewat WARAS-ID, sistem berbasis pemrosesan bahasa alami dan penilaian kepercayaan untuk membantu memeriksa keamanan produk kesehatan di lokapasar. Persiapan tim sempat berbenturan dengan evaluasi tengah semester, tetapi latihan presentasi dan penguasaan materi terus digenjot hingga final. Keberhasilan tersebut patut diapresiasi, namun gelar juara umum bukan alasan untuk berhenti mengevaluasi. ITS sendiri menekankan perlunya pembenahan demi kesiapan pada kompetisi berikutnya dan penerapan kemampuan data untuk persoalan nyata.
UNDIP Membuktikan Tuan Rumah Juga Bisa Bersaing
UNDIP menempati peringkat kedua nasional dengan tiga medali dan dua penghargaan Juara Harapan III. Hasil ini menjadi sorotan tambahan karena kampus tersebut sekaligus menjadi tuan rumah, tetapi capaian mahasiswanya berdiri atas hasil kompetisi yang konkret. Tim Muhammad Fikri Julian Nugroho, Kemal Maulana Malik Veda, dan Tegar Yoga Wicaksana meraih medali emas di Statistics Infographics Competition. Pada Big Data Challenge, tim Ryan Sebastian, Arya Haris Prasetio Siahaan, dan Yudit Ginsa Kurnia Putri memperoleh perak, sedangkan tim Mochamad Haikal Albeni, Fauzan Abdullah, dan Parlindungan Situmorang membawa pulang perunggu. Dua penghargaan harapan ketiga datang dari National Statistics Competition dan Statistics Essay Competition. Lima hasil dari empat kategori itu memperlihatkan keluasan kemampuan mahasiswa UNDIP: mengolah data, bernalar secara statistik, menyusun gagasan ilmiah, dan mengomunikasikan temuan. Sebagai tuan rumah, UNDIP tidak hanya mengatur panggung; mahasiswanya juga tampil sebagai pesaing utama.

Capaian Unhas Menambah Ketat Peta Persaingan
Unhas meraih tiga penghargaan dan berada di posisi kelima berdasarkan raihan prestasi. Tiga tim finalisnya berlaga pada kategori National Statistics Competition dan Statistics Infographic Competition. Daftar capaian yang tersedia mencatat Juara III pada masing-masing kategori tersebut; penghargaan ketiga melengkapi total yang diumumkan. Posisi kelima mungkin berada di bawah ITS dan UNDIP, tetapi hasil ini tetap penting: persaingan tidak hanya ditentukan dua kampus teratas. Kehadiran Unhas memperlebar peta kampus yang mampu mengirim tim kompetitif dan mengubah analisis data menjadi hasil terukur. Secara keseluruhan, SATRIA DATA 2026 memberi gambaran yang lebih kaya daripada perebutan gelar. ITS unggul dalam jumlah penghargaan dan variasi kategori, UNDIP menggabungkan medali dengan capaian tuan rumah, sedangkan Unhas menjaga tempat di jajaran kampus berprestasi. Inilah nilai utama kompetisi sains data: hasil terbaik lahir ketika ketelitian, ide, dan komunikasi diuji bersama.






