Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

MilkLife Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru dan Tunjukkan Potensi Pemain Muda

MilkLife Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru dan Tunjukkan Potensi Pemain Muda
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Empat kampiun, dua kota, dan persaingan yang kian tajam

MilkLife Soccer Challenge adalah kompetisi sepak bola putri usia dini yang mempertemukan tim sekolah dalam kategori usia dan memberi pemain muda ruang untuk mengasah kemampuan bertanding. Seri 1 2026/2027 di Surabaya dan Bandung menutup partai final pada Minggu, 1 November 2026, dengan campuran juara bertahan dan kampiun baru. Hasilnya memperlihatkan bahwa persaingan bukan sekadar soal mempertahankan dominasi: sekolah-sekolah baru juga mampu menembus puncak. Sebanyak 3.115 atlet mengikuti dua penyelenggaraan tersebut, angka yang menunjukkan besarnya minat terhadap kompetisi sepak bola pelajar putri. Namun, nilai paling penting dari hasil ini bukan hanya jumlah peserta atau nama pemenang, melainkan kesempatan bagi pemain muda sekolah untuk mendapat pengalaman kompetitif sejak dini.

MilkLife Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru dan Tunjukkan Potensi Pemain Muda

Surabaya: gelar bertahan dan juara baru

Di Surabaya, SDN Manukan Kulon mempertahankan gelar KU 10 setelah mengalahkan SDN Dr. Sutomo V/327 dengan skor 3-1. Final ulangan itu langsung panas: Keyvara Malayeka mencetak gol pada menit pertama, lalu menggandakan keunggulan pada menit ketujuh. Lawan sempat memperkecil jarak lewat Shezan Azarine Fahima, tetapi gol Annasya Eka Aprilia menjelang laga usai memastikan kemenangan. Keyvara juga menjadi pencetak gol terbanyak KU 10 dengan 31 gol. Di KU 12, SDN Kalirungkut I/264 meraih gelar setelah menang 2-1 atas SDN Dr. Sutomo V/327. Penjaga gawang lawan, Nayla Nur Hafizah, sempat menggagalkan sejumlah peluang dan membuat Kalirungkut kesulitan menciptakan kesempatan bersih. Agnia Nurul Fadhila Rohman menjadi pencetak gol terbanyak KU 12 dengan 21 gol. Hasil ini membuat Surabaya punya juara sepak bola SD yang bertahan sekaligus kampiun baru.

SDN Manukan Kulon sukses mempertahankan gelar KU 10 di Surabaya, sedangkan SDN Kalirungkut I/264 menjadi juara KU 12.

Bandung memberi panggung kepada kampiun baru

Bandung menghadirkan perubahan di kedua kategori: SDN 075 Jatayu merebut gelar KU 10 dan SDN 021 Ciporeat menjadi juara KU 12. Keduanya menambah daftar sekolah yang mampu mengubah peta persaingan dan menjadi bukti bahwa kompetisi ini tidak dikuasai nama yang sama dari satu seri ke seri berikutnya. Di Surabaya, 1.598 atlet putri dari 88 SD dan MI mengikuti turnamen; 23 sekolah merupakan peserta baru. Bandung melibatkan 1.517 atlet dari 78 SD dan MI, termasuk 12 sekolah debutan. Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi membuka akses luas bagi sekolah baru, bukan hanya memberi panggung kepada tim yang sudah berpengalaman. Meski demikian, besarnya partisipasi akan lebih bermakna jika dibarengi kesempatan bermain dan pembinaan yang konsisten, agar hasil kompetisi menjadi awal perkembangan pemain, bukan sekadar catatan kemenangan.

Bandung menghadirkan dua juara baru: SDN 075 Jatayu di KU 10 dan SDN 021 Ciporeat di KU 12.

Yang penting bukan hanya trofi

MilkLife Soccer Challenge memakai format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside, sehingga pemain perlu cepat membaca ruang, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Format ini memberi pengalaman pertandingan yang aktif, tetapi keberhasilan turnamen sebaiknya tidak diukur hanya dari skor dan jumlah gol. Penampilan penjaga gawang Nayla Nur Hafizah yang berkali-kali menahan serangan, misalnya, menunjukkan bahwa kontribusi penting tidak selalu tercatat di papan skor. Selain pertandingan KU 10 dan KU 12, seri ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer bagi anak perempuan usia 6–8 tahun. Jangkauan usia itu memperluas kesempatan untuk mulai mengenal sepak bola sebelum masuk kompetisi antarsekolah. Dengan penyelenggaraan di 15 kota, ajang ini membuka ruang bagi siswi sekolah dasar untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bermain.

Kesimpulannya, hasil Surabaya dan Bandung menunjukkan kompetisi yang sehat: SDN Manukan Kulon mempertahankan gelar, SDN Kalirungkut I/264 naik sebagai juara KU 12, dan dua sekolah Bandung meraih gelar perdana. Dengan 3.115 atlet berpartisipasi, tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak pemain muda sekolah memperoleh pembinaan dan kesempatan bertanding yang berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!