TPAKD Award 2026: Penghargaan yang Menguji Keseriusan Inklusi Finansial
TPAKD Award 2026 adalah ajang apresiasi nasional bagi pemerintah daerah yang dinilai paling berhasil mempercepat akses keuangan daerah melalui program konkret, kolaborasi lintas lembaga, dan inovasi layanan, sehingga mendorong inklusi finansial Indonesia, memperkuat pelaku usaha kecil, serta mengurangi kesenjangan akses layanan keuangan antarwilayah secara terukur dan berkelanjutan. Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran menjadi panggung utama pengumuman penghargaan ini, sekaligus forum konsolidasi kebijakan percepatan keuangan wilayah yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” menegaskan bahwa akses keuangan bukan lagi isu teknis sektor jasa keuangan, melainkan prioritas pembangunan ekonomi daerah yang harus menyentuh rumah tangga, petani, nelayan, hingga UMKM di pelosok.

Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Ambon: Tiga Wajah Keberhasilan Daerah
Peta pemenang TPAKD Award 2026 memperlihatkan tiga wajah keberhasilan daerah: Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Kota Ambon. Sulsel meraih TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sulawesi, didukung penyaluran Kredit Usaha Rakyat yang menempatkan provinsi ini di lima besar nasional dengan realisasi Rp14,65 triliun atau 5,68 persen dari total penyaluran nasional. Kutipan yang layak dicatat: “Keberhasilan ini tentu karena didorong pertumbuhan UMKM lokal yang sangat masif di daerah-daerah,” tegas Gubernur Sulsel. Di Sumatera Selatan, konsistensi lebih menonjol: provinsi ini kembali menyabet TPAKD Terbaik Nasional Wilayah Sumatera untuk kedua kalinya berturut-turut setelah 2025, menjadikannya satu-satunya daerah dengan rekor tersebut. Sementara itu, Ambon menempati peringkat pertama TPAKD tingkat regional Timur, mencakup 11 provinsi dari Maluku hingga Papua, berkat fokus pada pembiayaan UMKM dan perluasan layanan keuangan formal.
Strategi: Dari Sultan Muda Sumsel hingga Gerakan KEJAR dan QRIS
Keberhasilan daerah pemenang TPAKD Award 2026 bukan kebetulan, melainkan hasil strategi yang relatif jelas. Di Sumatera Selatan, program 100.000 Sultan Muda menjadi motor utama: menggabungkan literasi dan inklusi keuangan, kewirausahaan, akses pembiayaan produktif, dan perluasan pasar dalam satu ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini bahkan mendorong ekspor kopi langsung dari Pelabuhan Boom Baru Palembang; sejak Januari 2025 hingga Agustus 2026 tercatat 17 kali ekspor dengan volume 340,4 ton atau 19 kontainer, ditopang kredit ekosistem kopi sebesar Rp363,2 miliar. Di Ambon, strategi bertumpu pada penguatan literasi keuangan, perluasan pembiayaan UMKM, gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), dan digitalisasi transaksi melalui QRIS untuk memudahkan akses layanan keuangan sekaligus menghidupkan ekonomi lokal. Sulsel mengandalkan masifnya UMKM dan penyaluran KUR sebagai mesin utama percepatan keuangan wilayah.
Politik Akses Keuangan: Peran Presiden dan Sinergi Lintas Daerah
Rakornas TPAKD 2026 menegaskan bahwa akses keuangan daerah telah naik kelas menjadi agenda politik nasional. Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar membuka acara, tetapi menekankan bahwa pemerintah harus menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah, dan membangun semua wilayah tanpa terkecuali. Arahan ini diterjemahkan kepala daerah sebagai mandat untuk memperkuat TPAKD. Bupati Aceh Selatan, misalnya, hadir di Rakornas sebagai bagian dari komitmen memperluas akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya UMKM, petani, nelayan, dan warga desa. Di Ambon, wali kota meminta OPD memperkuat koordinasi dengan TPAKD, OJK, perbankan, dan lembaga keuangan lain untuk memperluas literasi dan pembiayaan usaha. Di Sumsel, kolaborasi OJK, pemerintah provinsi, industri jasa keuangan, Bank Indonesia, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM menjadi fondasi program Sultan Muda.
Dari Penghargaan ke Dampak Nyata: Pekerjaan Rumah Inklusi Finansial
Pertanyaan pentingnya: apakah TPAKD Award 2026 sekadar panggung penghargaan, atau benar-benar mengubah hidup warga? Jawaban awalnya positif, meski belum merata. Di Aceh Selatan, Rakornas dimaknai sebagai momentum memperkuat kolaborasi dengan pusat dan OJK untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Ambon, wali kota menegaskan bahwa yang terpenting bukan trofi, melainkan kemudahan warga memperoleh layanan perbankan, pembiayaan UMKM, dan pemahaman pengelolaan keuangan. Di Sumsel, dampak terlihat pada terbukanya akses ekspor bagi pengusaha muda dan sembilan kesepakatan perdagangan internasional senilai sekitar Rp501,4 miliar di Trade Expo Indonesia ke-41. Namun inklusi finansial Indonesia belum tuntas: daerah non-pemenang tetap berisiko tertinggal. Ke depan, penguatan TPAKD, perluasan pembiayaan produktif, hilirisasi komoditas unggulan, dan jejaring perdagangan menjadi agenda lanjutan agar percepatan keuangan wilayah tidak berhenti di panggung penghargaan.






