Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kapolres Turun ke Sekolah, Ajak Pelajar Menolak Perundungan

Kapolres Turun ke Sekolah, Ajak Pelajar Menolak Perundungan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pesan antiperundungan harus hadir di lingkungan sekolah

Edukasi antiperundungan adalah upaya membekali pelajar untuk mengenali perilaku yang menyakiti teman, menolaknya, dan membangun lingkungan sekolah yang saling menghormati. Pesan seperti ini lebih bermakna ketika disampaikan langsung kepada siswa, bukan hanya tertulis sebagai aturan.

Pada Senin, 2 November 2026, Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah menjadi pembina upacara di SDN 61/IX Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu. Kegiatan pembinaan pendidikan itu disertai sosialisasi bahaya perundungan dan geng motor. Ia mengingatkan siswa agar tidak mengejek, merendahkan, atau mengganggu teman, melainkan menjaga persahabatan dan kerukunan.

Arah pesannya tepat: pencegahan perundungan sekolah perlu dimulai dari perilaku sehari-hari yang kerap dianggap sepele. Mengajak pelajar menolak perundungan berarti memberi mereka pegangan untuk menghormati teman dan tidak ikut membiarkan tindakan menyakiti.

Kapolres Turun ke Sekolah, Ajak Pelajar Menolak Perundungan

Dua kunjungan, pesan yang beririsan

Sehari setelah kegiatan di Muaro Jambi, Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Dalimunthe menemui siswa SMP Negeri 2 Sungailiat dan bertindak sebagai inspektur upacara. Pada Selasa, 3 November 2026, ia mengingatkan pelajar agar mewaspadai perundungan, tawuran, kenakalan remaja, pergaulan bebas, dan narkoba.

Kesamaan kedua kegiatan terletak pada cara penyampaian: polisi datang ke sekolah dan menggunakan momen pembinaan untuk berbicara langsung tentang karakter, disiplin, serta pilihan pergaulan. Itu membuat pesan pencegahan lebih dekat dengan keseharian siswa. Namun, sumber informasi menggambarkan kegiatan di dua wilayah dan sekolah yang berbeda; keduanya tidak dapat disebut sebagai satu program bersama.

Batas itu penting agar perbandingan tetap akurat. Kegiatan Muaro Jambi berlangsung di sekolah dasar dan mencakup bahaya geng motor serta penggunaan internet secara bijak, sementara kunjungan Bangka menyasar siswa SMP dan menonjolkan peringatan tentang narkoba.

Edukasi langsung perlu diikuti kebiasaan bersama

Kehadiran polisi dapat membuka percakapan dan mempertegas bahwa perundungan bukan bagian wajar dari kehidupan sekolah. Namun, satu amanat upacara tidak cukup untuk membentuk kebiasaan. Siswa perlu melihat bahwa guru menanggapi laporan dengan serius, teman sebaya tidak ikut mengejek, dan orang dewasa membantu menyelesaikan masalah tanpa menyalahkan korban.

Di Muaro Jambi, Kapolres mengajak guru dan orang tua bersinergi dalam membimbing serta mengawasi anak. Polres Bangka, sementara itu, menyatakan akan rutin turun ke sekolah untuk memberikan edukasi dan motivasi. Kedua tindak lanjut itu berbeda bentuk dan merupakan keterangan masing-masing kepolisian, bukan komitmen gabungan.

Ukuran keberhasilan edukasi antiperundungan bukan banyaknya kunjungan, melainkan apakah siswa tahu cara menolak tindakan yang menyakiti dan meminta bantuan. Pesan dari kepolisian berguna sebagai penguat; sekolah dan keluarga tetap perlu menjadikannya praktik harian agar pelajar menolak perundungan dengan dukungan nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!