Inklusi keuangan digital yang bertumpu pada wilayah paling terpencil
Inklusi keuangan digital di wilayah perbatasan dan pulau terpencil adalah strategi perluasan layanan perbankan yang memadukan jaringan kantor fisik, agen komunitas, aplikasi seluler, dan layanan terapung untuk menjangkau masyarakat yang selama ini terkendala jarak, infrastruktur, dan akses transportasi sehingga transaksi dasar seperti menabung, menarik uang, hingga membayar tagihan dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada kehadiran cabang bank tradisional. Di sinilah langkah BRI menjadi penentu: bank ini tidak hanya menambah kantor, tetapi membangun ekosistem layanan yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga. Momentum HUT ke-81 kemerdekaan dijadikan titik tekan, ketika BRI sebagai bagian ekosistem Danantara memperluas layanan dengan memadukan jaringan fisik dan digital untuk berbagai wilayah yang tersebar dan sulit dijangkau.

Jaringan fisik di perbatasan: kehadiran bank sebagai simbol kedaulatan
Pilihan BRI untuk menempatkan jaringan fisik di perbatasan adalah keputusan politis sekaligus ekonomis: bank hadir sebagai tanda negara tidak meninggalkan warganya. Hingga Juni 2026, BRI memiliki lebih dari 7.000 jaringan kantor yang tersebar, termasuk di cabang-cabang yang jauh seperti Gunung Sitoli, Abepura, Tahuna, dan Kupang. Di beranda terdepan, 20 unit kerja BRI beroperasi di kawasan perbatasan: 14 unit di perbatasan dengan Timor Leste, satu unit di perbatasan dengan Papua Nugini, dan lima unit di perbatasan dengan Malaysia. Langkah ini mempertegas peran BRI sebagai mitra strategis pembangunan nasional yang tidak hanya mengejar pusat pertumbuhan, tetapi menjaga denyut ekonomi di garis terluar, sejalan dengan tema kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran yang diusung dalam peringatan kemerdekaan.
BRImo dan BRILink: tulang punggung akses keuangan pelosok
Kekuatan utama jaringan BRI terpencil bukan semata gedung kantor, melainkan kombinasi Super App BRImo dan BRILink Agen yang menjangkau kehidupan sehari-hari warga desa. Hingga Juni 2026, BRImo telah digunakan 49,7 juta pengguna, memungkinkan transaksi selama 24 jam tanpa harus bergantung pada cabang fisik. Di tingkat komunitas, 1,13 juta BRILink Agen melayani lebih dari 60.753 desa, menawarkan tarik tunai, setor tunai, transfer dana, dan pembayaran tagihan sebagai bagian dari aktivitas ekonomi lokal. “BRI terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Direktur Operations BRI Hakim Putratama. Dari perspektif inklusi keuangan digital, kombinasi aplikasi dan agen ini membuat layanan perbankan perbatasan dan akses keuangan pelosok hadir tepat di warung, kios, atau rumah tetangga.

Teras Kapal: inovasi terapung untuk pulau-pulau kecil
Masalah utama di wilayah kepulauan adalah jarak dan laut yang memisahkan warga dari layanan keuangan. BRI menjawabnya dengan Teras Kapal, layanan perbankan terapung yang mendatangi langsung masyarakat di pesisir dan pulau kecil. Bahtera Seva I melayani enam pulau di Kepulauan Seribu, Bahtera Seva II beroperasi di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III menjangkau enam pulau di Kepulauan Anambas, sementara Nera Seva di Labuan Bajo melayani 10 pulau. Setiap kapal membawa kas, ATM, teller, customer service, dan petugas kredit mikro, menyediakan setor dan tarik tunai, pembukaan rekening, hingga pengajuan pinjaman. Bagi banyak keluarga yang tinggal di pulau kecil, model ini membalik logika lama: bukan mereka yang harus menyeberang jauh ke cabang bank, melainkan bank yang datang membawa akses keuangan hingga ke dermaga desa.
Ekosistem layanan yang humanis dan rencana ke depan
BRI menempatkan pendekatan ekosistem sebagai inti strategi inklusi keuangan digital: kantor, BRILink, BRImo, ATM, CRM, hingga Teras Kapal dirangkai untuk menjawab kebutuhan spesifik komunitas terpencil. Program CX100 menegaskan fokus pada pengalaman nasabah yang lebih dekat, humanis, dan responsif, bukan sekadar memperbanyak titik layanan. Bagi agen, jaringan ini sekaligus menjadi peluang usaha baru yang menghidupkan ekonomi lokal. Hakim Putratama menegaskan bahwa BRI bersama Danantara akan terus menyesuaikan solusi keuangan dengan kondisi setiap wilayah, dari perbatasan terdepan hingga pulau terluar, agar kemajuan layanan perbankan dirasakan secara inklusif dan membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas. Pilihan strategisnya jelas: tidak ada transformasi digital yang bermakna tanpa keadilan geografis bagi warga yang hidup paling jauh dari pusat.






