Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Dapur B2SA hingga Pertukaran Inovasi, PKK Menggerakkan Keluarga

Dari Dapur B2SA hingga Pertukaran Inovasi, PKK Menggerakkan Keluarga
Minat|Pengetahuan Parenting

Keluarga sebagai pusat pencegahan

Program PKK stunting adalah rangkaian upaya berbasis keluarga dan komunitas yang menghubungkan edukasi gizi, layanan kesehatan, pendampingan, serta penguatan ekonomi untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak. Nilainya terletak pada kedekatan kader dengan warga: intervensi dapat menyentuh kebiasaan sehari-hari, bukan berhenti sebagai kampanye sesaat. Di Tanjung Jabung Barat, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Hj. Fadhilah Sadat memaparkan capaian program daerah dalam Rapat Konsultasi TP PKK dan Raker Posyandu Provinsi Jambi pada 28 Oktober 2026. Laporan itu menunjukkan bahwa kerja PKK mencakup administrasi dan penguatan kader, ketahanan pangan, pendidikan keluarga, serta layanan kesehatan. Pendekatan lintas bidang ini patut diperhatikan: stunting tidak bisa ditangani hanya dengan membagikan makanan, sebab pengetahuan, pemantauan, dan dukungan kepada keluarga juga menentukan.

Dari Dapur B2SA hingga Pertukaran Inovasi, PKK Menggerakkan Keluarga

Capaian yang perlu dijaga

Angka stunting di Tanjung Jabung Barat turun dari 9,14 persen menjadi 7 persen, sementara prevalensi di Provinsi Jambi tercatat 17,1 persen berdasarkan SSGI 2024. Penurunan tersebut memberi alasan untuk memperkuat, bukan mengendurkan, pendampingan. Program Sahabat UMI menggabungkan edukasi kesehatan dan gizi seimbang, tablet tambah darah bagi remaja, informasi ASI eksklusif, serta penguatan Posyandu aktif. Di sisi lain, pemanfaatan pekarangan dan pelatihan pengolahan hasil perikanan mengaitkan ketahanan pangan dengan potensi setempat, sedangkan Rumah Pendidikan dan Keterampilan serta UP2K mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga. Rangkaian itu memperlihatkan bahwa keberhasilan bukan hasil satu kegiatan tunggal. Agar angka 7 persen bertahan, keluarga yang berisiko tetap perlu dipantau dan layanan harus menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, serta anak secara berkelanjutan.

Dapur B2SA harus lebih dari pembagian makanan

Di Makassar, Ketua TP PKK Melinda Aksa Munafri mendorong Rumah Gizi dan Dapur B2SA hadir di seluruh 153 kelurahan. Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan penanganan masalah gizi Pokja IV di Puskesmas Maccini Sombala pada 2 November 2026. Evaluasi pendampingan selama 90 hari di Tamalate, yang menyasar 15 balita dan dua ibu hamil, mencatat kenaikan berat badan balita rata-rata satu kilogram; beberapa peserta masih memerlukan perhatian karena pertumbuhan belum stabil atau kondisi ibu hamil belum memenuhi ambang normal. Rencana Dapur B2SA Makassar akan lebih berarti jika disertai data warga yang akurat, pendampingan rutin, dan menu sesuai kebutuhan usia. Melinda juga mengingatkan agar pemberian makanan tambahan tidak menjadi formalitas: takaran gizi perlu terukur dan dikoordinasikan dengan ahli gizi. Kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas dapat membantu dapur kelurahan memanfaatkan telur, sayuran, serta ikan dari lingkungan sekitar.

Dari Dapur B2SA hingga Pertukaran Inovasi, PKK Menggerakkan Keluarga

Belajar lintas daerah, lalu menyesuaikan

Pada 3 November, TP PKK Kabupaten Magelang yang dipimpin Ny. Dian Ekawati Grengseng Pamuji berkunjung ke Denpasar untuk mempelajari program dan inovasi pemberdayaan keluarga bersama TP PKK kota serta perangkat daerah. Ketertarikan itu berangkat dari capaian Denpasar dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, termasuk penghargaan tingkat regional Jawa-Bali pada 2026. Praktik yang dibagikan meliputi Posyandu terpadu dan Integrasi Layanan Primer, serta gerakan Menyapa dan Berbagi yang memberi perhatian khusus kepada balita berisiko melalui pangan lokal. Denpasar juga menguatkan ekonomi keluarga lewat pembinaan UMKM, pelatihan keterampilan, pengemasan, dan pemasaran produk. Pertukaran semacam ini berguna bukan karena satu daerah dapat menyalin seluruh model daerah lain, melainkan karena kader bisa memilih pendekatan yang sesuai kondisi warga. Harapan agar pembelajaran berlanjut menjadi kerja sama dan penerapan praktik baik perlu diterjemahkan menjadi tindak lanjut nyata.

Ketiga contoh itu menunjukkan arah yang sama: inovasi cegah stunting harus hadir dekat dengan keluarga, berpijak pada data, dan terhubung dengan layanan yang terus berjalan. Capaian 7 persen di Tanjung Jabung Barat memberi bukti bahwa rangkaian program komunitas dapat menghasilkan perubahan; rencana Dapur B2SA Makassar menguji kemampuan kota menjangkau seluruh kelurahan; sementara pembelajaran Magelang dari Denpasar membuka ruang untuk adaptasi. Kesimpulannya, PKK paling kuat ketika bukan sekadar pelaksana kegiatan, melainkan penghubung keluarga, kader, tenaga kesehatan, pemerintah, dan sumber pangan lokal. Ukuran keberhasilan berikutnya bukan banyaknya program yang diumumkan, tetapi apakah anak berisiko ditemukan lebih cepat, keluarga mendapat dukungan yang tepat, dan pendampingan bertahan setelah kegiatan selesai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!