Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Belajar dari Denpasar: Keluarga sebagai Kunci Menekan Stunting

Belajar dari Denpasar: Keluarga sebagai Kunci Menekan Stunting
Minat|Pengetahuan Parenting

Pertukaran pengalaman yang perlu berujung pada tindakan

Pemberdayaan keluarga adalah upaya memperkuat kemampuan rumah tangga untuk menjaga kesehatan, mengembangkan penghasilan, dan mengambil peran dalam kesejahteraan komunitasnya. Cara pandang ini menjadikan keluarga mitra utama, bukan sekadar penerima bantuan.

Pada Selasa, 3 November 2026, TP PKK Kabupaten Magelang berkunjung ke Denpasar untuk mempelajari inovasi pemberdayaan keluarga dan penanganan stunting. Rombongan yang dipimpin Ny. Dian Ekawati Grengseng Pamuji diterima Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, di Graha Sewaka Dharma. Kunjungan ini berangkat dari minat Magelang menggali program Denpasar yang berjalan bersama organisasi perangkat daerah, serta dari capaian kota itu dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Nilai utama pertemuan tersebut bukan pada seremoni studi tiru, melainkan pada pertukaran pengalaman antara kedua tim PKK. Praktik yang efektif di satu daerah bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain, tetapi tidak seharusnya disalin mentah-mentah. Kondisi keluarga, layanan, dan sumber daya setempat harus menentukan bentuk penerapannya.

Belajar dari Denpasar: Keluarga sebagai Kunci Menekan Stunting

Inovasi lokal, layanan dekat keluarga

Salah satu inovasi PKK yang diperkenalkan Denpasar ialah Gerakan Kulkul PKK. Kentongan atau kulkul yang lekat dengan kearifan lokal digunakan sebagai sarana komunikasi dan pengingat, sekaligus mengajak kader serta masyarakat berpartisipasi. Gagasan ini menunjukkan bahwa program tidak selalu membutuhkan teknologi rumit: media yang dikenal warga pun dapat membantu menggerakkan keterlibatan.

Dalam penanganan stunting, Denpasar mengoptimalkan posyandu terpadu dan Posyandu Integrasi Layanan Primer. Gerakan Menyapa dan Berbagi memberi perhatian khusus kepada balita berisiko melalui pemenuhan gizi berbasis pangan lokal. Manfaatnya terasa pada keluarga ketika layanan lebih mudah dijangkau dan perhatian tidak berhenti pada pendataan, tetapi sampai pada kebutuhan gizi anak.

Denpasar juga menghubungkan kesehatan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pembinaan UMKM, pelatihan keterampilan, dukungan pengemasan dan pemasaran, serta Rumah Desain membantu keluarga meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. Rangkaian ini patut diperhatikan: ketahanan keluarga lebih mungkin tumbuh ketika kesehatan dan penghidupan diperkuat bersama.

Belajar dari Denpasar: Keluarga sebagai Kunci Menekan Stunting

Capaian daerah memberi konteks, bukan resep tunggal

Pengalaman Tanjung Jabung Barat menambah konteks penting tentang kerja PKK daerah. Dalam pemaparan capaian program Januari hingga Oktober 2026, Ketua TP PKK setempat, Hj. Fadhilah Sadat, menyebut angka stunting turun dari 9,14 persen menjadi 7 persen. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa upaya daerah dapat menghasilkan kemajuan, tetapi angka itu sendiri belum menjelaskan hasil tiap intervensi atau membuktikan bahwa pendekatan yang sama akan berlaku di semua tempat.

Programnya mencakup edukasi gizi seimbang, tablet tambah darah bagi remaja, edukasi ASI eksklusif, serta penguatan Posyandu aktif melalui program Sahabat UMI. Di luar kesehatan, Pokja II mendorong keterampilan dan ekonomi keluarga melalui Rumah Dilan dan UP2K, sementara Pokja III menggerakkan pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai serta pelatihan pengolahan hasil perikanan sesuai potensi pesisir.

Perbandingan ini menegaskan bahwa program PKK daerah paling berguna ketika disusun dari kebutuhan nyata warga dan sumber daya lokal. Denpasar menawarkan perpaduan layanan primer, pangan lokal, komunikasi berbasis budaya, dan dukungan usaha; Tanjung Jabung Barat menunjukkan rangkaian kesehatan, keterampilan, serta ketahanan pangan. Keduanya memberi bahan belajar, bukan perlombaan angka.

Ukuran keberhasilan adalah tindak lanjut

Pertukaran pengalaman akan kehilangan daya jika berhenti setelah kunjungan. Ketua TP PKK Denpasar berharap studi tiru ditindaklanjuti melalui kerja sama dan penerapan praktik baik di masing-masing daerah. Langkah berikutnya semestinya berupa pemilihan program yang cocok, penyesuaian dengan kebutuhan warga, lalu pemantauan untuk melihat apakah layanan benar-benar menjangkau keluarga dan balita yang membutuhkan.

Pelajaran dari Denpasar dan capaian Tanjung Jabung Barat sama-sama mengarah pada satu kesimpulan: penanganan stunting tidak dapat dipisahkan dari kondisi keluarga sehari-hari. Posyandu, edukasi gizi, pangan lokal, komunikasi warga, dan penguatan penghasilan perlu saling menopang. Keberhasilan bukan sekadar memperkenalkan inovasi, melainkan memastikan praktik yang dipilih bertahan, sesuai konteks, dan membawa manfaat terukur bagi keluarga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!