Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Permainan Tradisional Mengajarkan Kebersamaan Anak

Permainan Tradisional Mengajarkan Kebersamaan Anak
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Belajar bersama lewat permainan

Permainan tradisional anak adalah kegiatan bermain yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat dan dapat menjadi sarana belajar berinteraksi, bekerja sama, serta menghargai aturan dan teman sebaya. Nilai-nilai itu tampak dalam Kelas Inspiratif dan Pertemuan Rutin Forum Anak bertema Mengenal Kembali Permainan Anak Tradisional, yang digelar Lakpesdam PCNU Indramayu melalui Program Inklusi untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan berlangsung di Taman Tugu Perjuangan Simpang Lima Indramayu pada Minggu, 25 Oktober 2026. Pilihan ini terasa tepat: kebersamaan tidak cukup diajarkan lewat nasihat, tetapi perlu dialami. Saat bermain bersama, anak-anak berlatih berkomunikasi, berkolaborasi, mengelola emosi, dan menerima hasil permainan dengan sportif. Di tengah perkembangan teknologi digital, pengalaman langsung semacam ini memberi ruang bagi interaksi yang tak tergantikan oleh layar.

Permainan Tradisional Mengajarkan Kebersamaan Anak

Warisan budaya yang mengikat persahabatan

Kegiatan tersebut diikuti Forum Anak dari empat desa—Terusan, Panyindangan Kulon, Panyingkiran Lor, dan Lamarantarung—serta Generasi Muda Indramayu (GEMUYU). Pertemuan lintas desa ini membuat pelestarian permainan tradisional lebih dari sekadar mengenalkan kembali bentuk permainan lama. Anak-anak berkesempatan membangun persahabatan, berkreasi, dan belajar hidup bersama dalam suasana yang menyenangkan. Koordinator Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI untuk Lokus Kabupaten Indramayu, Ahmad Khoeri, menjadi pemateri dan fasilitator bersama anggota GEMUYU, Ruriasti Anggun Maulia. Mereka mengajak peserta memahami nilai edukatif permainan. Aturan mengajarkan tanggung jawab; giliran dan hasil permainan menguji kejujuran serta sportivitas; perbedaan kemampuan mengingatkan anak untuk menghormati teman. Inilah alasan permainan tradisional layak dirawat: bukan karena masa lalu harus diulang persis, melainkan karena nilai sosialnya tetap berguna bagi anak masa kini.

Forum anak perlu menjadi ruang yang hidup

Inisiatif ini menghubungkan pelestarian permainan dengan penguatan forum anak Indramayu. Selain memperingati HSN, kegiatan menjadi pertemuan rutin untuk mempererat komunikasi, partisipasi, dan jejaring anak dari berbagai desa. Hubungan itu penting: permainan menghadirkan pengalaman bersama, sedangkan forum dapat menjaga agar percakapan dan partisipasi anak berlanjut setelah kegiatan selesai. Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, yang akrab disapa Almak, menekankan perlunya ruang positif bagi anak untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi, dan mengenal budaya masyarakat. Ia juga menyebut forum diharapkan menjadi ruang aman dan inklusif bagi anak untuk menyampaikan aspirasi serta terlibat dalam kegiatan positif. Dengan begitu, forum tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi bisa menjadi tempat anak saling mendukung dan ikut membentuk lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang mereka.

Tradisi yang memberi anak ruang untuk tumbuh

Pelestarian permainan tradisional akan lebih kuat bila tidak dibebankan pada satu acara atau satu lembaga. Kegiatan Lakpesdam menunjukkan cara yang masuk akal untuk memulainya: memperkenalkan permainan dengan pendekatan menyenangkan, melibatkan anak dari sejumlah desa, lalu mengaitkannya dengan forum yang mendukung komunikasi dan partisipasi. Almak menghubungkan semangat HSN 2026, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, dengan penanaman nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian. Ia juga menilai ruang belajar dan pengembangan potensi anak sejalan dengan upaya mencegah perkawinan anak, karena anak perlu kesempatan memperoleh pengetahuan dan merencanakan masa depan. Pesan utamanya jelas: permainan bukan tambahan remeh dalam kegiatan anak. Ketika tradisi dipakai untuk membangun persahabatan dan forum memberi anak ruang bersuara, keduanya dapat saling menguatkan dan membuat warisan budaya tetap hidup dalam keseharian.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!