Kandidat di tengah kebutuhan akan momentum baru
Arturo Reyes adalah pelatih asal Kolombia berusia 57 tahun yang dikabarkan masuk bursa pengganti Marcos Santos di Arema FC, meski belum ada konfirmasi resmi dari klub mengenai pencalonan itu. Kabar tersebut beredar di media sosial pada Senin, 26 Oktober 2026, tiga hari setelah Arema mengakhiri kerja sama dengan Santos. Pergantian ini muncul setelah Singo Edan melewati lima pertandingan tanpa kemenangan di Super League 2026/2027. Kekalahan 1-5 dari Persija pada 21 Oktober turut mendorong evaluasi manajemen. Bagi Arema, urgensinya bukan sekadar mengisi kursi kosong, melainkan menemukan sosok yang bisa segera membalikkan hasil. Karena itu, nama besar atau pengalaman di tim nasional saja tidak cukup untuk menjadikan Reyes pilihan tepat. Kecocokannya mesti diukur dari kemampuan memperbaiki performa dan beradaptasi dengan tuntutan klub.

Statistik Pereira menjadi tanda tanya
Statistik Arturo Reyes bersama Deportivo Pereira pada 2026 memberi alasan kuat untuk berhati-hati. Dalam 35 pertandingan, timnya mencatat empat kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan; mereka mencetak 27 gol serta kebobolan 55. Angka ini menggambarkan tim yang kerap gagal mengubah pertandingan menjadi kemenangan dan kebobolan lebih banyak daripada gol yang dibuat. Bagi Arema yang sedang membutuhkan momentum, catatan tersebut bukan nilai tambah yang mudah diabaikan. Namun, statistik satu periode tidak menjelaskan seluruh kemampuan seorang pelatih: sumber yang tersedia tidak merinci kualitas skuad, konteks pertandingan, atau peran Reyes dalam tiap hasil. Kesimpulan yang wajar bukan bahwa ia pasti gagal, melainkan bahwa rekam jejak klub terbarunya belum memberi bukti meyakinkan bahwa ia mampu langsung mengatasi masalah hasil Arema.
Pengalaman tim nasional, tetapi adaptasi tetap diuji
Reyes punya pengalaman yang patut dipertimbangkan: ia pernah menangani Timnas Kolombia sebagai pelatih interim pada 2018 dan menghabiskan sebagian besar kariernya di klub serta tim nasional Kolombia. Latar itu memberi Arema kandidat yang memahami lingkungan sepak bola tingkat tinggi, tetapi tidak otomatis membuktikan kecocokan dengan kompetisi dan tekanan klub di sini. Jika bergabung, Arema akan menjadi klub luar negeri pertama yang ditanganinya. Perbedaan konteks tersebut membuat adaptasi menjadi risiko nyata, bukan perkara yang bisa dianggap selesai hanya karena ia pernah memimpin tim nasional. Di sisi lain, keberadaan Julian Guevara, pemain Kolombia di skuad Arema, berpotensi membantu proses penyesuaian. Itu bisa menjadi jembatan awal, tetapi hasil di lapangan tetap bergantung pada cara Reyes menerjemahkan pengalamannya ke dalam kebutuhan tim.
Arema perlu menilai bukti, bukan sekadar nama
Untuk kebutuhan Arema saat ini, Reyes adalah opsi yang punya pengalaman relevan, tetapi belum tampak sebagai jawaban tanpa risiko. Klub membutuhkan pelatih Arema FC yang mampu memulihkan hasil setelah lima laga tanpa kemenangan; catatan Pereira justru memperlihatkan 17 kekalahan dalam 35 pertandingan. Pengalaman sebagai pelatih Kolombia interim dan kemungkinan bantuan adaptasi dari Guevara memberi alasan untuk membuka peluang, bukan mengabaikan kelemahan statistiknya. Sampai 31 Oktober 2026, kabar pencalonan ini masih belum dikonfirmasi pihak Arema. Maka langkah paling masuk akal adalah menunggu kepastian sekaligus menilai apakah rencana permainan Reyes sesuai dengan kebutuhan skuad. Arturo Reyes Arema bisa menjadi pilihan yang layak diuji, tetapi angka dan tantangan adaptasinya menuntut manajemen membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar nama yang beredar.






