Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gol Guevara Bangkit, Masa Depan Kursi Pelatih Arema Dipertanyakan

Gol Guevara Bangkit, Masa Depan Kursi Pelatih Arema Dipertanyakan
Minat|Amerika Latin

Gol langka yang melengkapi pesta Arema

Julián Guevara Arema adalah kisah gelandang Kolombia yang kembali mencetak gol setelah penantian panjang, sekaligus menegaskan bahwa kontribusinya tak selalu terlihat dari angka di papan skor. Pada Minggu, 25 Oktober 2026, Arema menang 4-0 atas Dewa United pada Pekan 7 Super League 2026-2027 di Stadion Kanjuruhan. Guevara mencetak gol keempat pada menit 90+5, dalam penampilan ke-70 bersama Singo Edan, dan mengakhiri puasa gol selama 913 hari. Momen itu lebih dari sekadar pemanis kemenangan: bagi pemain yang berperan di lini tengah, gol langka tersebut menjadi pengingat bahwa ia masih mampu muncul di saat penting. Namun, satu gol belum cukup untuk menilai seluruh kontribusinya; arti utamanya ada pada cara ia menyempurnakan malam dominan Arema.

Sebelum gol itu, Arema telah unggul lewat dua gol Careca dan satu gol Samuel Otusanya. Guevara masuk menggantikan Betinho Filho pada menit ke-85, lalu menyambut tendangan bebas melengkung Gustavo França dengan sontekan yang melewati kiper Sonny Stevens. Gol terakhir itu mengubah skor menjadi 4-0 sekaligus menutup kemenangan meyakinkan. Bagi pemain Kolombia Arema tersebut, gol ini merupakan yang keempat sejak bergabung pada paruh musim 2023-2024. Angka itu mungkin bukan catatan produktivitas tinggi, tetapi momen kemunculannya tetap bernilai: ia menuntaskan peluang dalam laga yang sudah berada di tangan timnya dan memberi penutup yang pantas bagi pesta gol di kandang.

Gol Guevara Bangkit, Masa Depan Kursi Pelatih Arema Dipertanyakan

913 hari tanpa gol, lalu kembali mencatat nama

Gol terakhir Guevara sebelum menghadapi Dewa United tercipta saat Arema melawan PSM Makassar pada 25 April 2024. Lebih dari dua musim berlalu sebelum pemain berusia 34 tahun itu kembali mencetak gol, sehingga rentang 913 hari tersebut memberi konteks pada selebrasi di Kanjuruhan. Perjalanan panjang itu juga menunjukkan mengapa gol ini menarik perhatian, meski ia bukan penyerang utama. Guevara kembali mengisi kolom pencetak gol dalam laga yang kemenangan besarnya sudah dibangun oleh rekan-rekan setim. Karena itu, jangan membaca satu momen ini sebagai bukti bahwa perannya berubah menjadi mesin gol. Lebih masuk akal melihatnya sebagai suntikan kepercayaan diri dan pengingat bahwa pemain berpengalaman masih bisa memberi kejutan ketika mendapat kesempatan.

Bagi Arema, kemenangan 4-0 menjadi panggung bagi beberapa nama, tetapi kembalinya Guevara ke daftar pencetak gol membawa cerita tersendiri. Ia tidak perlu mencetak gol setiap pekan untuk berguna; konsistensi dalam tugas lini tengah dan kesiapan memanfaatkan peluang juga menentukan nilai seorang pemain. Meski begitu, torehan ini akan lebih berarti jika menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan, bukan sekadar satu malam yang menyenangkan. Sikap yang tepat adalah mengapresiasi gol tersebut tanpa membebani Guevara dengan ekspektasi yang tidak didukung catatan produktivitasnya. Setelah 913 hari, gol itu layak dirayakan—dan Arema tetap perlu menilai perannya lewat keseluruhan penampilan.

Kabar Reyes perlu ditimbang lewat hasil terakhir

Di tengah kabar Arturo Reyes Arema sebagai kandidat kuat pengganti Marcos Santos, rekam jejak terakhir calon pelatih itu pantas menjadi bahan pertimbangan serius, bukan detail yang disisihkan oleh nama besar. Reyes pernah membawa tim nasional U-21 Kolombia menjuarai Central American and Caribbean Games pada 2017-2018, dan catatan lamanya bersama tim nasional Kolombia juga positif. Namun, hasil terbaru di level klub jauh kurang meyakinkan. Bersama Deportivo Pereira pada 2025-2026, ia mencatat empat kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan dalam 35 pertandingan. Sebelumnya, bersama Sport Boys Association pada 2025, hasilnya dua kemenangan, dua imbang, dan enam kekalahan dari 10 laga. Kontras antara prestasi lama dan tren terakhir membuat pencalonannya tidak patut disambut tanpa pertanyaan.

Reyes juga punya catatan lebih baik di Junior FC pada 2023-2024: 30 kemenangan, 18 imbang, dan 18 kekalahan dalam 66 pertandingan. Riwayat itu menunjukkan ia pernah menjalani periode yang relatif kompetitif, tetapi performanya tidak stabil sepanjang karier. Bagi Arema, pencarian pelatih Arema FC semestinya berangkat dari kebutuhan tim dan bukti kerja terkini, bukan hanya reputasi atau kewarganegaraan. Menimbang hasil terakhir Reyes bukan berarti menutup pintu baginya; itu berarti klub dan pendukung perlu menilai risiko secara terbuka. Gol Guevara memberi alasan untuk merayakan satu malam yang kuat, sedangkan kabar pelatih menuntut pertimbangan lebih panjang. Arema mendapat kemenangan telak, tetapi keputusan tentang kursi pelatih tetap harus berpijak pada rekam jejak yang lengkap.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!