Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Masker Respirator hingga Serat Selulosa: Pesan di Balik Runway

Masker Respirator hingga Serat Selulosa: Pesan di Balik Runway
Minat|Pertunjukan Busana

Runway sebagai pernyataan, bukan sekadar tontonan

Peragaan busana adalah panggung tempat pakaian, bahan, dan gestur visual dapat menyampaikan gagasan yang melampaui tren, dari kepedulian lingkungan hingga kebutuhan sehari-hari. Di fashion show JFW 2027, tiga pendekatan memperlihatkan bahwa pesan desain bisa hadir lewat simbol yang menggugah, pilihan bahan yang menjawab cuaca, maupun eksplorasi serat tekstil. Jakarta Fashion Week berlangsung di City Hall, Pondok Indah Mall 3, pada 26 Oktober hingga 1 November 2026, dengan karya 111 desainer dan tema City of New Lights. Perbedaan pendekatan ini membuat runway terasa lebih bermakna daripada parade tampilan semata. Namun, pesan baru kuat ketika gagasan visualnya terhubung dengan pengalaman nyata pemakainya.

KALLArona memilih cara paling langsung: para model mengenakan masker respirator sebagai bagian dari busana. Dalam koleksi KALLArona bertajuk Rona Nusantara, masker itu menyuarakan protes dan keprihatinan atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta buruknya kualitas udara. Simbol tersebut mengusik karena mengingatkan bahwa polusi bukan tema abstrak, melainkan ancaman yang dirasakan warga. Label ini juga mengaitkan pesan itu dengan praktik produksi: kain alami yang ramah lingkungan, pewarnaan tanpa bahan kimia berbahaya, dan produksi minim limbah. Menurut saya, kekuatan presentasinya terletak pada keselarasan antara simbol di runway dan pilihan di balik pakaian; tanpa itu, masker berisiko tinggal menjadi efek teatrikal.

Sabamodest mengutamakan kenyamanan saat cuaca panas

Sabamodest mengambil jalur yang lebih tenang. Label ini menghadirkan 14 tampilan monokrom hitam-putih dengan bahan katun, linen, dan viscose, disertai siluet longgar dan oversize. Berbeda dari masker respirator yang menciptakan konfrontasi visual, koleksi ini menyampaikan pesan melalui keputusan praktis: pakaian sebaiknya terasa nyaman dan mudah dipadupadankan ketika cuaca makin panas. Rani Hatta, desainer sekaligus pendiri Sabamodest, menyebut fokus koleksi ini adalah kenyamanan dan kemudahan memadukan busana untuk berbagai kesempatan.

Busana katun linen di sini bukan sekadar pilihan tekstur atau tren warna. Potongan oversize dan bahan yang terasa lebih adem menempatkan kenyamanan sebagai pertimbangan desain, bukan bonus setelah penampilan. Peragaan ini mengingatkan bahwa mode yang relevan tak selalu perlu memakai simbol dramatis: respons terhadap iklim juga bisa hadir dalam siluet sehari-hari. Nilai koleksinya akan terasa paling kuat jika kemudahan mix and match yang dijanjikan benar-benar berlanjut dari runway ke lemari pemakai. Dengan begitu, monokrom bukan hanya bahasa estetika, tetapi juga kerangka praktis untuk berpakaian.

Masker Respirator hingga Serat Selulosa: Pesan di Balik Runway

Still/Moving menguji kemungkinan serat selulosa

Peragaan Still/Moving menyatukan Cap Bali, Manzone & Minimal, Kami., dan Asia Pacific Rayon (APR) dalam eksplorasi serat viscose serta lyocell. Kolaborasi itu menghasilkan 48 busana yang mencakup resort wear, ready-to-wear, dan modest fashion. Jika KALLArona menempatkan isu lingkungan di depan mata dan Sabamodest berangkat dari kenyamanan pemakai, Still/Moving menyoroti bagaimana karakter material dapat membuka beragam bahasa desain. Viscose dipakai untuk kelembutan, sirkulasi udara, dan jatuh kain yang alami; lyocell dikenal karena teksturnya yang halus, kekuatan, dan daya serap kelembapan.

Keragaman koleksi dalam satu panggung membuat serat viscose lyocell tampak sebagai bahan yang bisa melayani kebutuhan berbeda, bukan resep untuk satu gaya. Cap Bali membawa tafsir kontemporer atas motif Pepatran Bali, sementara Kami. menekankan kenyamanan material untuk busana modest yang berlapis. Pada busana pria maupun wanita, kemeja berkancing, blazer terstruktur, atasan berlipat, serta celana berpotongan longgar menunjukkan fungsi material halus dan adem dalam siluet yang mudah dipadupadankan. Ini memperluas pembicaraan tentang bahan: nilai tekstil tidak hanya ditentukan oleh asal serat, tetapi juga oleh cara desain mengubahnya menjadi pakaian yang berguna.

Tiga bahasa desain, satu tuntutan relevansi

Ketiga presentasi menawarkan ukuran relevansi yang berbeda. Rona Nusantara memakai masker respirator untuk menolak normalisasi asap karhutla; Sabamodest menjadikan potongan longgar dan bahan nyaman sebagai respons terhadap panas; Still/Moving memperlihatkan keluasan pemakaian serat selulosa lewat kolaborasi lintas label. Tak satu pun pendekatan perlu menggantikan yang lain. Justru perbandingan ini menunjukkan bahwa mode dapat berbicara lantang melalui simbol, atau lebih senyap lewat keputusan material dan konstruksi.

Tetapi pesan runway tak selesai saat model meninggalkan panggung. Simbol protes perlu ditopang konsistensi produksi, sementara klaim kenyamanan dan fleksibilitas harus terbukti saat pakaian dikenakan, dicuci, dan dipadupadankan. Di situlah penonton bisa menilai apakah gagasan desain benar-benar berakar pada kebutuhan, bukan berhenti sebagai narasi presentasi. JFW 2027 memberi contoh bahwa bahan dan elemen panggung dapat menjadi medium gagasan yang beragam. Kesimpulannya, runway paling meyakinkan ketika estetika, fungsi, dan sikap bertemu dalam pakaian yang tetap berarti di luar pertunjukan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!