Runway sebagai panggung cerita baru para selebriti
Model runway selebriti adalah fenomena ketika figur terkenal dari dunia hiburan melangkah di atas catwalk, menjadikan fashion show bukan sekadar pameran busana, tetapi juga panggung transformasi gaya, debut fashion show yang bersejarah, hingga comeback emosional yang memadukan penampilan catwalk Indonesia dengan narasi personal dan citra publik yang sedang mereka bentuk. Di era media sosial, setiap langkah di runway langsung diterjemahkan menjadi citra, wacana, dan standar gaya selebriti runway yang memengaruhi cara publik memaknai busana. Karena itu, kehadiran selebriti di runway 이제 bukan tempelan gimmick, melainkan strategi visual yang kuat. Debut, seperti yang dialami EJAE, atau momen nostalgia seperti Donita, memperlihatkan bagaimana catwalk kini menjadi ruang di mana karier, identitas, dan fashion saling menguatkan.
Debut EJAE di Vogue World: ruffle, chic, dan kepercayaan diri
Debut fashion show yang berkelas tidak datang setiap hari, dan EJAE memanfaatkannya dengan tepat. Ia membagikan pengalaman pertamanya berjalan di atas runway melalui media sosial pada 25 September, menegaskan bahwa momen itu adalah debutnya sebagai model di ajang bergengsi Vogue World. Pilihan gaun ruffle bertingkat yang ia kenakan terasa selaras dengan persona chic yang ingin ia tampilkan: dramatis, tetapi tidak berlebihan, feminin namun tetap tegas. EJAE menulis, “Bersyukur atas kesempatan untuk tampil di runway pertama saya—dan tempatnya adalah VOGUE WORLD!”—sebuah pernyataan yang mengikat fashion dengan rasa syukur dan ambisi karier. Di balik foto glamor, ia menyorot bagaimana ratusan insan kreatif bekerja sama menciptakan pertunjukan mode megah, menunjukkan bahwa model runway selebriti juga bisa memandang industri dengan rasa hormat, bukan hanya sekadar panggung sorotan.

Comeback Donita: nostalgia manis di Fashion Nation
Jika EJAE mewakili euforia debut, Donita menghadirkan babak lain: kekuatan comeback di catwalk. Lama tak terlihat di panggung runway, Bunda dua anak ini kembali berjalan untuk menjadi model dari salah satu merek fashion lokal dalam gelaran Fashion Nation 2026 di sebuah mal di Jakarta. Penampilannya bukan sekadar nostalgia, tetapi juga pernyataan bahwa karier di fashion tidak harus berhenti ketika prioritas hidup bergeser. Donita tampil dengan kaus dan celana putih yang dipadu jaket cokelat polkadot, kemudian mengangkatnya ke level lebih modis dengan scarf leopard bernuansa hijau sebagai penutup kepala bersama topi hitam. Gaya selebriti runway versi Donita tidak bergantung pada gaun dramatis, melainkan pada keberanian styling yang dekat dengan keseharian. Respons warganet yang memuji keluwesannya menunjukkan bahwa penampilan catwalk Indonesia semakin menghargai keaslian gerak dan ekspresi, bukan hanya tubuh ideal di balik busana.
Jennifer Coppen dan seni dramatis haute couture
Di sisi lain spektrum, penampilan Jennifer Coppen di runway Maison Baaz Couture adalah contoh ketika selebriti meminjam bahasa haute couture untuk berbicara lebih lantang. Penampilannya saat berjalan di atas runway mencuri perhatian, diperkuat oleh gaun adibusana bernuansa biru muda dan emas, lengkap dengan aksesori bak mahkota. Gaun berpotongan halter neck dengan material berpayet emas dan aplikasi bunga tiga dimensi biru muda memberikan tekstur kaya sekaligus kesan megah. High slit di bagian kaki bukan hanya elemen sensual, melainkan juga solusi fungsional agar gerak di catwalk tetap leluasa. Drama semakin terasa lewat jubah bulu biru pastel yang menjuntai dari belakang busana, menciptakan efek gerak yang teatrikal setiap kali ia melangkah. Di sini, gaya selebriti runway mengambil bentuk maksimalis; Jennifer tidak berusaha menahan diri, ia bersekutu penuh dengan estetika panggung dan membiarkan busana berbicara dengan suara keras.
Versatilitas gaya: dari front row ke runway, satu narasi visual
Apa yang menyatukan EJAE, Donita, dan Jennifer adalah versatilitas styling yang mereka tunjukkan di berbagai event fashion. EJAE menghadirkan figur selebriti yang siap menyeberang ke dunia modeling dengan gaya chic ruffle di runway bergengsi. Donita mengisi ruang penampilan catwalk Indonesia dengan gaya yang lebih approachable dan nostalgic, menegaskan bahwa comeback tidak perlu tampil seperti orang baru untuk terasa segar. Sementara Jennifer memberi contoh bagaimana selebriti bisa sepenuhnya mengadopsi estetika adibusana lewat gaun payet emas, jubah bulu, dan aksesori dramatis yang memukau di catwalk Maison Baaz Couture. Bersama-sama, mereka menunjukkan bahwa model runway selebriti bukan kategori tunggal; ia adalah spektrum gaya selebriti runway yang merentang dari minimalis chic hingga maksimalis teatrikal. Kesimpulannya jelas: semakin berani selebriti mengolah cerita pribadi lewat busana, semakin kuat pula posisi mereka di ekosistem fashion show yang kian visual dan naratif.






