Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Batik Iwan Tirta untuk Pria Modern di Panggung Fashion

Batik Iwan Tirta untuk Pria Modern di Panggung Fashion
Minat|Pertunjukan Busana

UNBOUND: Saat Batik Modern Pria Lepas dari Label Seragam

UNBOUND: Batik Is Not a Dress Code adalah sebuah koleksi batik modern pria yang menolak anggapan bahwa batik hanya pantas dikenakan pada acara formal tertentu, menghadirkan 24 tampilan berbahan katun yang ringan dan versatile untuk generasi masa kini yang mengutamakan kenyamanan, ekspresi personal, dan relevansi gaya sehari-hari.

Koleksi TEMMA PRASETIO for IWAN TIRTA berangkat dari sikap tegas: batik tidak boleh dibekukan sebagai seragam kantor hari Jumat atau busana resepsi resmi semata. Ketika gaya hidup pria berubah—lebih mobile, kasual, dan menyatu dengan aktivitas berlapis—warisan tekstil pun wajib bergerak mengikuti, bukan hanya dikenang dalam lemari. Di sini, batik modern pria menawarkan jawaban: kain tradisional yang tak kehilangan jati dirinya, tetapi hadir dengan silhuet longgar, santun, dan mudah dipadukan. Konsep “batik bukan dress code” terasa provokatif, namun tepat sasaran: tradisi yang ingin bertahan, harus berani tampil relevan.

Batik Iwan Tirta untuk Pria Modern di Panggung Fashion

Kolaborasi Iwan Tirta x Temma Prasetio: Dialog Warisan dan Kontemporer

Kolaborasi Iwan Tirta dan Temma Prasetio bukan sekadar menempelkan nama legendaris ke desainer mutakhir; ini adalah dialog dua generasi kreatif yang saling menantang gagasan tentang batik. Di satu sisi, keahlian seni batik Iwan Tirta dengan lebih dari 13.000 arsip motif menghadirkan kedalaman warisan tekstil tradisional. Di sisi lain, bahasa desain Temma yang berakar pada eksplorasi budaya mendorong motif-motif tersebut keluar dari kerangka kebaya dan baju pesta.

Menurut kolaborasi TEMMA PRASETIO for IWAN TIRTA, "UNBOUND" adalah refleksi harapan agar batik terus hidup, berkembang, dan dikenakan oleh generasi berikutnya sebagai bagian dari mode modern, bukan sekadar simbol masa lalu. Dari pertemuan ini lahir reinterpretasi batik tradisional yang berani: motif klasik dipindahkan ke bentuk jaket ringan, kemeja longgar terstruktur, hingga padu padan yang mengizinkan sandal dan mules mengisi panggung. Kolaborasi Iwan Tirta menjadi bukti bahwa menjaga tradisi bukan berarti membiarkan bentuknya membeku; justru mengizinkannya dirundingkan ulang.

Batik Iwan Tirta untuk Pria Modern di Panggung Fashion

Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur: Panggung Asia Tenggara yang Menguji Relevansi

Memilih Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur sebagai panggung bukan keputusan kosmetik; ini adalah pernyataan bahwa reinterpretasi batik tradisional layak diuji di kancah fashion week Asia Tenggara. Di The Exchange TRX, Kuala Lumpur, pada 22 Agustus 2026, presentasi TEMMA PRASETIO for IWAN TIRTA menghadirkan konsep "UNBOUND: Batik Is Not a Dress Code" sebagai bagian dari arus mode regional yang kian cepat dan kompetitif.

Keberanian membawa batik modern pria ke panggung internasional menunjukkan ambisi yang sehat: warisan tekstil tradisional tidak hanya dipuja di rumah, tetapi diuji daya tariknya di depan audiens yang mengukur segalanya dengan relevansi dan desain. 24 look batik katun yang dikurasi secara personal oleh Temma berbicara tentang fleksibilitas: warna bergerak dari biru kehijauan, cokelat sogan, hingga merah, membangun narasi bahwa kain yang dulu dianggap "sakral" kini punya ruang di gaya urban sehari-hari. Fashion week Asia Tenggara menjadi laboratorium tempat tradisi dan tren bertemu.

Siluet Ringan dan Versatile: Batik Bukan Lagi Pakaian Kaku

Inti revolusi UNBOUND terletak pada siluet: batik diinterpretasi ulang menjadi pakaian pria yang ringan, santun, tetapi bebas bergerak. Batik katun yang lembut dipadu potongan longgar namun terstruktur, menghapus citra batik sebagai pakaian kaku yang hanya muncul di undangan resmi. Kolaborasi dengan alas kaki dari Mario Minardi—mules dan sandals—menguatkan sikap anti-formalisme tadi, menegaskan bahwa batik modern pria punya hak penuh berada di ruang kasual.

Di era di mana generasi masa kini memilih pakaian berdasar kenyamanan, karakter personal, dan kebutuhan aktivitas, Temma menjawab kebutuhan itu dengan batik yang versatile. Spektrum warna yang kaya namun tetap terasa ringan menunjukkan bahwa batik mampu menyerap bahasa estetika kontemporer tanpa tercerabut dari akarnya. Koleksi ini mengajak pria meninggalkan pola "baju batik untuk rapat" dan beralih ke batik sebagai ekspresi gaya harian: dipadukan dengan celana tailored, sandal, atau bahkan short, tanpa rasa bersalah pada tradisi.

Batik Sebagai Warisan Hidup, Bukan Dress Code Masa Lalu

Pada akhirnya, kekuatan UNBOUND bukan hanya di panggung, tetapi di gagasan: batik adalah warisan hidup, bukan dress code masa lalu. Temma menolak anggapan bahwa menjaga tradisi berarti membiarkannya tampak sama dari generasi ke generasi. Sebaliknya, ia menawarkan perspektif bahwa tradisi yang relevan harus bersedia bernegosiasi dengan kenyamanan, karakter personal, dan ritme kehidupan modern.

Pernyataan "Batik is not a dress code" bukan ajakan untuk memutus akar budaya, melainkan strategi agar batik tetap memiliki tempat di masa depan. Ketika batik mulai hadir sebagai bagian dari wardrobe yang fleksibel, ia tidak kehilangan makna; ia mendapatkan konteks baru. Koleksi UNBOUND menunjukkan bagaimana reinterpretasi batik tradisional bisa menggabungkan arsip motif yang kaya dengan estetika kontemporer, menghadirkan mode pria yang santun namun bebas. Kesimpulannya jelas: bila generasi masa kini tak melihat batik di cermin gaya mereka, warisan itu perlahan memudar. Dengan UNBOUND, batik kembali bernapas di tubuh pria modern.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!