Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Calla Lily hingga Cosmos, Bunga Menemukan Bahasa Baru di Runway

Dari Calla Lily hingga Cosmos, Bunga Menemukan Bahasa Baru di Runway
Minat|Pertunjukan Busana

Calla Lily yang tegas sekaligus anggun

Koleksi bunga runway adalah busana yang menerjemahkan bentuk, tekstur, atau makna bunga ke dalam potongan dan detail pakaian, bukan sekadar menempelkan motif floral sebagai hiasan. Di Jakarta Fashion Week 2027, kolaborasi Hian Tjen dan Josephine Anni menghadirkan Memento, yang mengolah lekuk Calla Lily menjadi siluet tegas tetapi tetap mengalir anggun. Palet monokrom hitam, putih, dan abu-abu memberi koleksi ini kesan modern serta tak lekang waktu. Lipit, aksen kelopak tiga dimensi, dan penjahitan terstruktur memperlihatkan bagaimana keahlian couture dapat bertemu dengan busana siap pakai. Pilihan itu terasa lebih meyakinkan daripada motif bunga yang hanya menjadi tempelan: bentuk bunganya hadir lewat konstruksi pakaian. Meski tampil elegan, rancangan ini tetap ditujukan agar nyaman dikenakan sehari-hari dan dapat disimpan untuk dipakai kembali. Peragaan di POND'S Age Miracle Runway turut menghadirkan tujuh Miracle Models bersama Jennifer Bachdim dan Patricia Gouw.

Cosmos yang beralih ke sisi gelap

Jika Memento menampilkan bunga dengan keanggunan yang terukur, Kami memilih suasana lebih muram lewat Tenka Kuro: Lightness in Modesty di JFW 2027. Koleksi ini diperkenalkan di City Hall Pondok Indah Mall 3 pada 27 Oktober 2026 dan menjadi kelanjutan Tenka Tian, yang tampil di Fashion Nation pada September 2026. Pada koleksi sebelumnya, cosmos hadir dalam palet cerah seperti merah muda, putih, dan cokelat; Tenka Kuro menggelapkan palet, termasuk dengan warna hitam, serta menyamarkan motif bunga menjadi lebih abstrak. Perubahan ini bukan berarti Kami meninggalkan cosmos, melainkan menggeser cara bunga itu terbaca. Nadia Karina menjelaskan bahwa bunga tersebut melambangkan perempuan yang terus tumbuh dan mampu bertahan di situasi sulit. “Perempuan itu harus berkembang, merekah, seperti bunga cosmos.” Pilihan abstrak membuat pesan itu terasa lebih samar, tetapi juga memberi ruang bagi penonton untuk menafsirkan motifnya sendiri.

Dari Calla Lily hingga Cosmos, Bunga Menemukan Bahasa Baru di Runway

Dua cara membaca inspirasi botanis

Kedua koleksi memperlihatkan bahwa fashion show botanical tidak harus identik dengan bunga berwarna cerah atau motif yang langsung dikenali. Memento mengekstrak lekuk Calla Lily menjadi struktur busana yang tegas dan feminin, sementara Tenka Kuro mempertahankan cosmos sebagai identitas melalui warna gelap dan bentuk abstrak. Kontras ini menjadi bagian paling menarik dari penampilan desainer lokal JFW 2027: bunga bukan resep visual tunggal, melainkan bahan untuk membangun suasana dan siluet yang berbeda. Tren siluet anggun di Memento terasa terkendali, sedangkan pendekatan Kami lebih eksperimental karena motifnya tidak tampil gamblang. Dari palet cerah Tenka Tian ke Tenka Kuro yang lebih gelap, terlihat pergeseran dalam bahasa visual Kami; sementara itu, Memento menunjukkan bahwa monokrom pun dapat membawa kesan feminin. Runway kali ini memberi alasan untuk melihat tema botanis sebagai eksplorasi desain, bukan sekadar ornamen musiman.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!