Robotika yang ingin masuk ke keseharian
AiMOGA adalah unit robotika Chery yang mengembangkan robot berbasis kecerdasan buatan untuk berinteraksi dengan manusia dan mendukung kegiatan sehari-hari, dari lingkungan rumah hingga ruang publik. Dalam rangkaian Chery International User Summit 2026, Chery memamerkan visi tersebut melalui demonstrasi yang menghubungkan AI dan robotika dengan kebutuhan nyata. Gagasannya menarik karena menempatkan robot bukan semata sebagai mesin industri atau tontonan teknologi, melainkan sebagai bagian dari lingkungan yang sudah akrab bagi pengunjung. Namun, demonstrasi tetap perlu dibaca sebagai gambaran potensi, bukan bukti bahwa robot siap mengambil alih tugas manusia. Nilai pameran ini terletak pada ragam situasi yang diperlihatkan: percakapan di pusat pengalaman teknologi, kegiatan belajar anak, kendaraan otonom, sampai pengaturan arus di persimpangan. Dengan begitu, AiMOGA mengajak publik membayangkan bagaimana robot bisa hadir di rumah dan kota, sembari mengingatkan bahwa penerapan praktis bergantung pada kematangan teknologi serta kebutuhan tiap skenario.
Mobo menguji peran pendamping keluarga
Contoh paling dekat dengan kehidupan rumah tangga adalah Mobo, robot humanoid yang diperkenalkan sebagai robot pendamping keluarga. Di Smart Technology Experience Center, Mobo melakukan sesi tanya jawab dengan pembawa acara CCTV Finance. Di zona pendidikan, robot itu berinteraksi dengan anak-anak melalui kegiatan belajar yang dirancang interaktif. Demonstrasi tersebut memperlihatkan arah yang lebih relevan daripada sekadar kemampuan berbicara: robot diharapkan dapat terlibat dalam aktivitas keluarga dan mendukung pengalaman belajar. Bagi pengguna, potensi manfaatnya terletak pada interaksi dan pendampingan, bukan penggantian peran orang tua atau guru. AiMOGA menyatakan Mobo dirancang untuk membantu berbagai aktivitas rumah tangga secara paralel, tetapi pameran ini belum menjelaskan sejauh mana kemampuan itu bisa diterapkan di rumah sehari-hari. Karena itu, Mobo lebih tepat dipandang sebagai gambaran awal tentang cara robot AiMOGA dapat menemani keluarga, sekaligus sebagai undangan untuk menilai apakah interaksinya benar-benar berguna bagi pengguna.
Peluncuran internasional Mobo berlangsung dalam acara AiMOGA Robotics pada 21 Oktober 2026. AiMOGA juga memaparkan peta jalan teknologi, termasuk arsitektur dua otak yang dirancang untuk memadukan respons cepat dengan proses pertimbangan lebih mendalam.

Dari persimpangan ke layanan publik
Di Future City, Intelligent Security Robot diperagakan membantu mengatur lalu lintas di persimpangan. Penggunaan ini menggeser fokus dari robot sebagai teman rumah ke robot yang beroperasi di ruang bersama, tempat keselamatan dan koordinasi menjadi pertimbangan utama. AiMOGA turut menampilkan Smart Police Station dan Smart Medical Station, dengan layanan informasi kepolisian serta panduan medis berbasis AI. Inilah sisi yang paling menjanjikan sekaligus paling menuntut: robot layanan publik dapat membantu warga menemukan informasi, tetapi kualitas panduan dan kejelasan batas kemampuannya penting agar orang tidak keliru mengandalkannya. Pameran menunjukkan bentuk interaksi yang mungkin, bukan bukti bahwa sistem tersebut sudah diterapkan secara luas. Pesan yang layak diambil bukan bahwa robot akan segera menggantikan petugas, melainkan bahwa AI dan robotika sedang diuji sebagai dukungan untuk aktivitas manusia di beragam lingkungan. Keberhasilannya akan ditentukan oleh kegunaan, keselamatan, dan kesesuaian dengan kebutuhan setempat.
Pameran sebagai arah, bukan garis finis
Demonstrasi AiMOGA memperluas percakapan tentang arah Chery di luar industri otomotif. Yin Tongyue, Chairman Chery Automobile, menggunakan Robotaxi otonom untuk menemui pembawa acara CCTV Finance, memperlihatkan kendaraan otonom sebagai bagian dari pengalaman yang sama dengan robotika. Agenda summit juga memuat penampilan robot humanoid Mornine bersama pengguna dalam pertunjukan “Follow My Vibe” serta rencana robot berkaki empat Argos tampil pada pembukaan acara Chery’s Ride Green Life. Ragam ini memperkuat gagasan bahwa robot dapat mengambil peran berbeda menurut konteks, dari interaksi sosial sampai dukungan di ruang kota. Tetapi banyaknya skenario tidak otomatis membuktikan kesiapan penggunaan sehari-hari. Kesimpulan yang lebih masuk akal: AiMOGA sedang menawarkan peta kemungkinan, dan publik sebaiknya menilai setiap peran berdasarkan manfaat yang dapat dirasakan serta batas penerapannya. Masa depan robotika akan ditentukan bukan oleh banyaknya demonstrasi, melainkan oleh seberapa aman dan berguna robot ketika benar-benar dipakai.






