Pendampingan dari tanam hingga panen
FARMRISE adalah platform digital pendamping petani yang menghubungkan informasi budidaya, pembelajaran, dan bantuan pertanian melalui telepon pintar, dari tahap tanam hingga panen, agar keputusan usaha tani lebih terarah dan berbasis pengetahuan yang relevan. Bayer Indonesia meluncurkan platform ini di Malang, Jawa Timur, pada 20 Oktober, sebagai cara mendekatkan akses informasi pertanian kepada petani melalui perangkat digital. Peluncurannya berlangsung dalam Jambore SOBAT Bayer yang dihadiri sekitar 800 petani dari berbagai daerah. Langkah ini tepat waktu: perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, serta tuntutan produktivitas berkelanjutan membuat petani perlu memperoleh informasi yang cepat dan tepercaya. Namun, nilai platform seperti ini tidak diukur dari jumlah fitur semata. Ukurannya adalah apakah pengetahuan di dalamnya relevan dengan kondisi lahan dan membantu petani menentukan tindakan yang lebih baik.

Belajar dan mengambil keputusan lewat telepon pintar
Fitur Belajar Tani menyediakan materi budidaya, sementara informasi cuaca dapat membantu petani mempertimbangkan kegiatan selama musim tanam. FARMRISE juga menghadirkan pendampingan pertanian online, sehingga pembelajaran tidak hanya bergantung pada pertemuan tatap muka. Saat peluncuran, petani mencoba platform melalui telepon pintar dengan pendampingan tim Bayer. Pendekatan ini penting bagi petani milenial digital yang terbiasa menggunakan teknologi, tetapi tetap membutuhkan pengetahuan yang dapat diterapkan di lapangan. Sensus Pertanian 2023 mencatat lebih dari 6,18 juta petani berusia 19–39 tahun, setara sekitar 21,93 persen dari jumlah petani nasional. Angka itu menunjukkan peluang besar untuk memperluas pembelajaran digital. Meski begitu, aplikasi bukan pengganti pengalaman maupun pendampingan langsung; kekuatannya ada pada kemudahan mengakses bahan belajar dan informasi saat petani membutuhkannya.

Teknologi berguna jika membangun kepercayaan
Fitur Anti-Counterfeit memberi petani sarana untuk memeriksa keaslian produk Bayer, persoalan yang berkaitan langsung dengan kepercayaan dan keputusan penggunaan produk. Kombinasi materi budidaya, cuaca, verifikasi, dan pendampingan membuat FARMRISE lebih dari sekadar tempat membaca informasi. Teknologi pertanian pintar juga menjadi bagian dari rencana pengembangan: AI Crop Doctor direncanakan hadir pada fase berikutnya untuk membantu mendiagnosis penyakit tanaman. Janji diagnosis berbantuan kecerdasan buatan patut diuji lewat ketepatan dan kegunaan rekomendasinya di lapangan; untuk saat ini, fitur tersebut belum menjadi layanan yang tersedia. Platform ini turut menghubungkan komunitas SOBAT Bayer dan Better Life Farming, yang dapat membuka ruang berbagi pengalaman dan memperluas jejaring petani. Pada akhirnya, FARMRISE menjanjikan akses yang lebih dekat, tetapi dampak produktivitas akan bergantung pada mutu informasi, kemudahan penggunaan, dan manfaat nyata bagi keputusan petani.







