Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kampus Membawa Teknologi dari Ruang Kelas ke Usaha UMKM

Kampus Membawa Teknologi dari Ruang Kelas ke Usaha UMKM
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Pelatihan AI yang Berangkat dari Kebutuhan Usaha

Pelatihan AI UMKM adalah pembelajaran praktis yang membantu pemilik usaha memakai kecerdasan buatan untuk memperbaiki pekerjaan sehari-hari, seperti membuat materi promosi, tanpa mengabaikan pengelolaan bisnis. Di Serang Baru, Cyber University menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk lebih dari 40 pelaku UMKM di Aula Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (22/10). Program tersebut memadukan pemanfaatan AI dengan tata kelola keuangan untuk mendorong produktivitas dan daya saing usaha lokal. Peserta mengikuti lokakarya fotografi produk dan belajar memakai perangkat AI untuk membantu promosi digital. Mereka juga mendapat wawasan manajemen keuangan agar keputusan usaha lebih terstruktur. Syeren Peimeng, ketua UKM Growpreneur Cyber University, menjelaskan bahwa AI dapat membantu membuat konten promosi lebih cepat dan hemat biaya. Pendekatan ini tepat sasaran: teknologi baru bernilai bagi usaha kecil ketika langsung menjawab kendala produksi dan pemasaran, bukan berhenti sebagai demonstrasi.

Dari Pembayaran Digital ke Visibilitas di Peta

Digitalisasi juga harus membuat pelanggan lebih mudah bertransaksi dan menemukan usaha. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, mahasiswa UNNES GIAT 17 mendampingi pelaku UMKM di Desa Rejosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, untuk membuat QRIS dan mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps. QRIS memberi pelanggan pilihan membayar secara digital tanpa selalu membawa uang tunai, sedangkan lokasi di Google Maps membuka peluang agar bisnis lebih mudah ditemukan saat orang mencari produk atau tempat usaha. Dua langkah ini tidak menjanjikan lonjakan penjualan dengan sendirinya. Namun, keduanya mengurangi hambatan sederhana yang bisa membuat calon pelanggan batal membeli atau kesulitan menemukan penjual. Pendampingan mahasiswa juga penting bagi pemilik usaha yang belum terbiasa mengurus layanan daring; bantuan langsung dapat membuat proses awal terasa lebih mudah. Program UNNES GIAT 17 berharap pelaku usaha semakin percaya diri menggunakan layanan digital dan menerapkannya secara berkelanjutan.

Literasi Teknologi Harus Berujung pada Kebiasaan

Kedua kegiatan memperlihatkan bahwa transformasi digital bisnis kecil tidak harus dimulai dengan sistem yang rumit. Satu pelatihan berfokus pada AI, fotografi produk, dan pengelolaan keuangan; kegiatan lain membantu UMKM menggunakan QRIS dan Google Maps. Perbedaan kebutuhan itu penting: program pemberdayaan digital akan lebih berguna jika materi disesuaikan dengan pekerjaan yang dihadapi pelaku usaha, bukan memakai satu paket untuk semua. Pendampingan mahasiswa, ditambah keterlibatan dosen pembina dalam kegiatan Cyber University, memberi ruang bagi peserta untuk belajar dengan dukungan yang dekat. Namun, pelatihan baru menjadi investasi yang berarti jika peserta terus menggunakan alat tersebut setelah kegiatan selesai. Karena itu, literasi teknologi UMKM semestinya mencakup kebiasaan memperbarui informasi usaha, membuat materi promosi, serta meninjau keputusan keuangan. Cyber University berharap pelatihan mendukung efisiensi dan profitabilitas, sementara UNNES GIAT 17 mendorong penggunaan layanan digital secara berkelanjutan. Kesimpulannya, dampak yang dapat diperluas bukan sekadar mengenalkan teknologi, melainkan memastikan keterampilan praktis tetap dipakai dalam rutinitas usaha.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!