Pajero Bangkit Setelah Hiatus: SUV Off-Road Tangguh yang Naik Kelas
Pajero generasi kelima adalah SUV off-road tangguh berpenggerak empat roda yang dirancang untuk menggabungkan kemampuan melibas medan berat, kenyamanan harian, dan nuansa premium dalam satu paket yang ditujukan sebagai model andalan pabrikan di segmen SUV ladder frame mewah. Mitsubishi Motors resmi memperkenalkan generasi terbaru Pajero dalam debut dunianya di Tokyo pada 2 September 2026, menandai kembalinya nama ikonik ini setelah absen lima tahun sejak produksi generasi sebelumnya dihentikan pada 2021. Ini bukan sekadar penyegaran, melainkan reposisi menyeluruh: Pajero kini ditempatkan sebagai flagship SUV yang diproyeksikan berhadapan langsung dengan SUV tangguh Toyota seperti Land Cruiser dan juga Nissan Patrol di ranah premium.
Sasis Triton dan Teknologi S-AWC: Fondasi Performa Off-Road Superior
Kekuatan utama Pajero generasi kelima ada pada pondasi mekanisnya: sasis ladder frame yang berasal dari Triton, tetapi disesuaikan khusus agar lebih sesuai dengan karakter SUV penumpang. Strategi ini jelas: memakai basis pikap yang terbukti tangguh, lalu melunakkannya untuk kenyamanan tanpa mengorbankan ketahanan. Keandalan struktur ini didukung klaim tingkat kekakuan tinggi, yang kemudian dikombinasikan dengan suspensi depan double-wishbone independen dan rigid axle lima-link di belakang untuk menjaga kontak ban dengan permukaan jalan. Di atas semua itu, hadir teknologi S-AWC (Super All-Wheel Control) yang bekerja bersama sistem Super Select 4WD-II (SS4-II) dengan pilihan 2H, 4H, 4HLc, dan 4LLc, plus tujuh mode berkendara dari Normal hingga Rock, menjadikan Pajero bukan sekadar 4WD biasa, melainkan SUV yang secara sistematis dirancang untuk memaksimalkan traksi di hampir semua kondisi jalan.
Angka-Angka Penting: Mesin, Torsi, dan Geometri Off-Road
Di balik kap, Mitsubishi Pajero 2026 membawa mesin diesel 2,4 liter dengan teknologi variable geometry turbocharger (VGT) yang menghasilkan torsi 480 Nm dan dipasangkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan yang memiliki mode Sport. “Mesin diesel 2,4 liter dengan VGT pada Pajero terbaru menghasilkan torsi maksimum 480 Nm yang disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan,” kata keterangan resmi pabrikan. Angka ini, di atas kertas, menempatkan Pajero generasi kelima dalam liga yang layak untuk menantang SUV besar lainnya. Secara geometri, Pajero punya ground clearance 230 mm, sudut approach 30,4 derajat, ramp breakover 22,6 derajat, dan departure 25,8 derajat. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Mitsubishi tidak rela DNA off-road hilang, bahkan ketika kabin dan tampilan luar bergerak ke arah lebih berkelas. Laporan lain menyebut kemungkinan hadirnya pilihan mesin hybrid di masa depan, walau detailnya belum diungkap dan belum pasti tersedia sejak awal peluncuran.
Kabin Premium, Teknologi Modern: Pajero Masuk Ranah SUV Mewah
Pajero generasi kelima menunjukkan ambisi jelas: tidak mau lagi dipandang sebagai SUV utilitarian saja. Kabin tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang dirancang untuk perjalanan panjang, lengkap dengan AC otomatis tiga zona untuk menjaga kenyamanan semua baris kursi. Di bagian desain, teaser memperlihatkan jok kulit berlubang warna cokelat dengan aksen hitam, serta tiga indikator digital yang terinspirasi dari Pajero terdahulu, menyatukan nostalgia dengan teknologi terbaru. Teknologi hiburan dan informasi dikonsentrasikan pada layar monolitik 14,3 inci dan sistem Multi Meter yang menyajikan informasi ketinggian, kompas, temperatur, sudut kemiringan, hingga status AYC. Fitur 3D Multi Around Monitor yang menampilkan kendaraan dalam model tiga dimensi dan bahkan front under-floor view mempertegas bahwa Pajero kini bermain di level SUV premium, karena fitur semacam ini lebih lazim ditemui pada SUV papan atas daripada sekadar kendaraan off-road utilitas.
Strategi Global Mitsubishi: Pajero sebagai Ikon SUV Tangguh Masa Depan
Debut dunia Pajero terbaru di Tokyo bukan hanya peluncuran model baru, melainkan pernyataan strategi: Mitsubishi ingin kembali kuat di segmen SUV off-road tangguh, dan Pajero dijadikan model flagship generasi terbaru. Dengan kemunculan generasi terbaru ini, pabrikan kembali memiliki SUV yang diproyeksikan mengisi segmen kendaraan tangguh dan berhadapan dengan model seperti Toyota Land Cruiser dan Nissan Patrol. Namun, langkahnya tidak sepenuhnya agresif di semua pasar; keputusan pemasaran di Amerika Serikat, misalnya, masih belum dibuat dan nasib nama Montero masih tanda tanya. Menariknya, pabrikan juga disebut tengah menyiapkan keluarga Pajero yang lebih luas — termasuk SUV kompak dan crossover berukuran kei — yang mengisyaratkan strategi membangun sub-brand Pajero sebagai payung SUV tangguh berbagai ukuran. Jika arah ini konsisten, Pajero generasi kelima bisa menjadi fondasi reputasi baru Mitsubishi di dunia SUV: menggabungkan heritage Dakar dengan kecanggihan modern untuk konsumen global yang menginginkan ketangguhan tanpa mengorbankan rasa premium.






