Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Begadang Bukan Sekadar Lelah: 8 Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Begadang Bukan Sekadar Lelah: 8 Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Minat|Peningkatan Kualitas Tidur

Tidur larut bukan sekadar urusan jam tidur

Tidur larut malam adalah kebiasaan menunda waktu tidur hingga larut, yang dapat mengurangi durasi istirahat dan membuat jadwal tidur tidak teratur bila dilakukan berulang kali. Karena itu, tidur larut malam bahaya bukan hanya akibat mata terasa berat keesokan harinya: kebiasaan ini dapat mengganggu fungsi tubuh dan menurunkan produktivitas. Dampak begadang kesehatan layak diperhatikan, terutama jika pekerjaan, bermain gim, atau menggulir media sosial terus menggeser waktu istirahat. Risiko meningkat ketika kebiasaan tersebut membuat tidur tidak cukup secara konsisten. NIH menganjurkan orang dewasa tidur setidaknya tujuh jam setiap malam; kebutuhan umum orang dewasa berada pada kisaran tujuh hingga sembilan jam. Jadi, ukuran keberhasilan bukan sekadar berhasil terjaga sampai malam, melainkan memberi tubuh waktu tidur yang memadai dan teratur.

Begadang Bukan Sekadar Lelah: 8 Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Hormon lapar dan pilihan makanan ikut berubah

Salah satu alasan begadang sering berujung pada kebiasaan ngemil ialah perubahan sinyal lapar dan kenyang. Saat tidur berkurang, ghrelin—hormon yang merangsang rasa lapar—cenderung meningkat, sedangkan leptin yang membantu memberi sinyal kenyang cenderung menurun. Inilah cara kerja hormon lapar kurang tidur: tubuh dapat terasa membutuhkan makanan meski pemicunya adalah waktu istirahat yang terpangkas. Terjaga lebih lama juga memperpanjang kesempatan untuk makan, sementara keinginan terhadap camilan berkalori tinggi bisa meningkat. Jika berulang, asupan kalori harian dapat bertambah dan berkontribusi pada kenaikan berat badan. Pada 2024, sekitar 2,6 miliar orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan, termasuk sekitar 940 juta orang yang hidup dengan obesitas. Angka ini bukan bukti bahwa begadang menyebabkan semua kasus, tetapi menjadi pengingat bahwa pola makan dan tidur perlu diperhatikan bersama.

Begadang Bukan Sekadar Lelah: 8 Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Risiko tidak berhenti pada berat badan

Dampak begadang dapat merambat ke fungsi metabolik. NIH menyatakan kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas dan memengaruhi kemampuan tubuh merespons insulin. Ini alasan kuat untuk tidak menganggap begadang kronis sebagai masalah penampilan semata. Namun, bukti yang dirujuk di sini tidak merinci perubahan gula darah atau produksi insulin sepanjang malam, sehingga klaim tersebut tidak patut dilebih-lebihkan. Jantung juga perlu diperhitungkan: tidur larut, terutama bila disertai durasi tidur yang kurang dan jadwal istirahat tidak teratur, dapat berdampak pada kesehatan jantung; dalam jangka panjang, kondisi itu dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Risiko kesehatan begadang juga mencakup fungsi kognitif. Kurang tidur bisa membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan lebih lambat memahami informasi. Gabungan dampak ini dapat mengganggu kegiatan sehari-hari jauh sebelum seseorang menyadari adanya masalah kesehatan yang lebih besar.

Imunitas, suasana hati, dan produktivitas ikut terdampak

Tidur memberi tubuh kesempatan untuk memulihkan diri. Ketika waktu istirahat terus dipangkas, proses pemulihan jaringan dan fungsi yang mendukung sistem kekebalan dapat terganggu; tubuh pun lebih rentan mengalami infeksi seperti flu dan batuk. Begadang juga dapat memengaruhi pengaturan emosi: seseorang bisa lebih mudah tersinggung, sensitif, cemas, atau mengalami perubahan suasana hati. Jika kebiasaan ini berlanjut, dampaknya dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kecemasan dan depresi. Pada pekerjaan maupun kegiatan belajar, konsentrasi yang menurun dan kesalahan yang lebih mudah terjadi membuat produktivitas ikut terancam. Jadi, delapan dampak yang patut diwaspadai mencakup sinyal lapar, pilihan makanan, kenaikan berat badan, risiko metabolik, kesehatan jantung, kemampuan berpikir, daya tahan tubuh, serta suasana hati dan produktivitas. Menyebut semuanya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar begadang berulang tidak dianggap kebiasaan tanpa konsekuensi.

Begadang Bukan Sekadar Lelah: 8 Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Utamakan tidur cukup, bukan menormalisasi begadang

Jika tidur larut sudah menjadi rutinitas, langkah yang masuk akal ialah mengurangi hal-hal yang terus menunda waktu tidur dan menetapkan jadwal istirahat yang lebih konsisten. Orang dewasa sebaiknya menargetkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam, dengan kisaran umum tujuh hingga sembilan jam

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!