Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Minum Kopi, Tidur 8 Jam, Tetap Lelah? Ini Dampak Kafein

Minum Kopi, Tidur 8 Jam, Tetap Lelah? Ini Dampak Kafein
Minat|Peningkatan Kualitas Tidur

Tidur lama belum tentu tidur pulas

Gangguan tidur akibat kafein adalah keadaan ketika seseorang tetap dapat tertidur, tetapi aktivitas otaknya berubah sehingga tidur tidak memberi pemulihan sebaik yang diharapkan secara konsisten. Karena itu, kafein gangguan tidur tidak selalu tampak sebagai insomnia klasik: seseorang bisa tertidur seperti biasa dan tidak terbangun pada malam hari, tetapi tetap mengalami istirahat yang kurang berkualitas. Jumlah jam di tempat tidur saja bukan ukuran lengkap tentang pemulihan. Rekaman elektroensefalografi (EEG) dapat menunjukkan perubahan aktivitas otak yang luput dari pengamatan durasi tidur. Salah satu petunjuknya ialah berkurangnya aktivitas gelombang lambat, penanda tidur nyenyak yang berperan dalam pemulihan fisik dan fungsi otak. Dengan kata lain, deep sleep berkurang dapat menjadi alasan seseorang merasa lelah meski tidur cukup. Kopi mungkin tidak membuat mata terus terjaga, tetapi itu bukan jaminan tidur memberi pemulihan optimal.

Efek kopi tak sama pada setiap orang

Respons terhadap kafein berbeda antarindividu. Faktor genetik, metabolisme, usia, stres, dan kelelahan kronis dapat memengaruhi seberapa sensitif seseorang terhadap kopi. Itu sebabnya satu cangkir pada sore hari mungkin terasa biasa bagi seseorang, tetapi berpengaruh pada istirahat orang lain. Menilai dampaknya hanya dari waktu minum menjelang tidur juga terlalu sederhana: jumlah kafein yang dikonsumsi sepanjang hari dan waktu yang diperlukan tubuh untuk memprosesnya ikut penting. Bahkan kopi pagi berpotensi berpengaruh pada tidur malam bagi sebagian orang. Jika Anda merasa lelah meski tidur cukup, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa tubuh hanya membutuhkan lebih banyak waktu di kasur. Catat konsumsi kopi dan perhatikan apakah perubahan kebiasaan itu diikuti perubahan pada istirahat. Pendekatan ini lebih masuk akal daripada menganggap semua orang memiliki batas kafein yang sama.

Stres juga dapat menghalangi pemulihan

Tidur stres adalah perubahan pola tidur yang berkaitan dengan tekanan psikologis, bukan diagnosis medis formal. Ini penting karena tidur dan merasa pulih bukan hal yang sama: seseorang dapat menghabiskan cukup waktu di tempat tidur, tetapi tetap bangun dengan tubuh lelah atau pikiran terkuras. Saat stres berkepanjangan, kortisol dan adrenalin membantu tubuh merespons tantangan, tetapi sistem peringatan yang terus aktif dapat mengganggu kemampuan untuk rileks dan mempertahankan tidur nyenyak. Tidur yang terfragmentasi pun bisa membuat pemulihan terasa tidak tuntas, sekalipun total waktunya tampak memadai. Kafein bukan satu-satunya hal yang perlu diperiksa ketika istirahat terasa buruk; tekanan psikologis juga dapat berperan. Memahami perbedaan ini mencegah kita menyalahkan kopi untuk setiap malam yang tidak memulihkan, sekaligus menghindari anggapan bahwa menambah waktu tidur selalu menyelesaikan masalah.

Perbaiki kebiasaan, bukan hanya tambah waktu tidur

Kualitas tidur buruk dapat mengganggu konsentrasi, daya ingat, pengambilan keputusan, kesabaran, dan pengaturan emosi

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!