Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari TJSL PLN ke Mesin Ekonomi Baru di Wisata Batu Belimbing

Dari TJSL PLN ke Mesin Ekonomi Baru di Wisata Batu Belimbing
Minat|Asia Tenggara

TJSL PLN di Batu Belimbing: Lebih dari Sekadar CSR

Program TJSL PLN di Kawasan Wisata Batu Belimbing adalah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan mengakselerasi pengembangan destinasi wisata, melalui dukungan berkelanjutan terhadap infrastruktur penunjang, aktivitas komunitas, serta sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, BUMN, perbankan, dan masyarakat. Di balik kegiatan pra-puncak Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang digelar di kawasan ini, tampak jelas bahwa PLN tidak sekadar memasang jaringan listrik lalu pergi. Kehadiran program TJSL PLN UP3 Singkawang selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2023 sampai 2025, menjadikan Batu Belimbing bukan hanya objek wisata, tetapi laboratorium kecil bagaimana CSR bisa mengubah wajah ekonomi lokal dari dalam.

Dari TJSL PLN ke Mesin Ekonomi Baru di Wisata Batu Belimbing

Sinergi Lintas Sektor: Dari Nature Run ke Aset Ekonomi

Pemicu utamanya adalah kegiatan pra-puncak PED Program Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu yang diinisiasi oleh OJK Provinsi Kalimantan Barat di Wisata Batu Belimbing pada Minggu (4/10). Acara ini tidak berhenti pada seremoni Singkawang Nature Run bertema “Satu Langkah, Seribu Pesona”, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan progres pengembangan kawasan wisata, termasuk sarana yang dibangun lewat program TJSL PLN. Di titik ini, sinergi lintas sektor terlihat konkret: OJK memantik agenda pengembangan ekonomi daerah, pemerintah kota membuka ruang kebijakan, perbankan berpotensi menjadi sumber pembiayaan, sementara PLN membawa aset tanggung jawab sosial perusahaan yang nyata. Kolaborasi ini menegaskan bahwa pengembangan destinasi wisata tidak bisa ditopang oleh satu pihak saja; ia membutuhkan orkestrasi aktor ekonomi yang masing-masing siap memberi kontribusi di luar mandat tradisionalnya.

Infrastruktur Wisata yang Menjadi Tulang Punggung Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Kontribusi paling terlihat dari program TJSL PLN adalah pembangunan sarana penyeberangan dan keramba apung di tengah danau pemancingan kawasan wisata Batu Belimbing. Fasilitas ini tidak sekadar menambah spot foto instagramable, tetapi didesain untuk meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga sekitar. Ketika pengunjung bertambah, keramba apung dapat dioptimalkan untuk usaha pemancingan berbayar, kuliner berbasis ikan, hingga kegiatan edukasi lingkungan. Di sinilah program TJSL PLN beririsan langsung dengan pemberdayaan ekonomi lokal: infrastruktur energi dan fisik membuka pintu bagi usaha mikro baru dan memperkuat ekosistem wisata. Tanpa fasilitas yang layak dan aman, Pokdarwis akan kesulitan mengemas paket wisata yang bernilai jual tinggi.

Tiga Tahun Pendampingan: Mengapa Kontinuitas Menentukan Hasil

PLN tidak datang sekali lalu menghilang; Batu Belimbing ditetapkan sebagai mitra penerima bantuan program TJSL PLN UP3 Singkawang selama tiga tahun berturut-turut, 2023 sampai 2025. Komitmen jangka menengah ini penting, karena pengembangan destinasi wisata dan perubahan perilaku ekonomi masyarakat tidak bisa dicapai dengan intervensi sesaat. Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Singkawang, Zulkarnain, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat. Sementara General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menyoroti dorongan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan shared value, agar manfaat perusahaan melampaui aspek ekonomi dan memperkuat kemandirian warga di sekitar wilayah kerja. Tanpa kontinuitas semacam ini, kawasan wisata mudah kembali pasif begitu euforia awal program memudar.

Batu Belimbing sebagai Model Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis TJSL

Harapan yang mengemuka dari berbagai pemangku kepentingan sederhana namun ambisius: Kawasan Wisata Batu Belimbing berkembang sebagai destinasi unggulan kota sekaligus ruang tumbuh aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Jika konsisten, kawasan ini berpotensi menjadi rujukan bagaimana program TJSL PLN dapat mendorong pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan, bukan kosmetik sosial untuk kepentingan citra perusahaan. Kuncinya ada pada tiga hal: sinergi lintas sektor yang aktif, pemberdayaan Pokdarwis sebagai motor pengelolaan, dan fokus pada penguatan kemandirian ekonomi, bukan ketergantungan pada bantuan. Pada akhirnya, kesuksesan program tanggung jawab sosial perusahaan bukan diukur dari panjang daftar kegiatan, melainkan dari perubahan keseharian warga: apakah semakin banyak yang hidup dari wisata Batu Belimbing, dan apakah mereka mampu mempertahankan destinasi ini tanpa bergantung sepenuhnya pada suntikan bantuan baru.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!