Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program TJSL PLN Mengubah Wisata Batu Belimbing Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Program TJSL PLN Mengubah Wisata Batu Belimbing Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Minat|Asia Tenggara

TJSL PLN di Batu Belimbing: CSR yang Tidak Sekadar Seremoni

Program TJSL PLN di Kawasan Wisata Batu Belimbing adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang diarahkan khusus untuk memperkuat ekonomi lokal lewat pengembangan destinasi wisata, penyediaan fasilitas penunjang aktivitas masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor agar kawasan ini berkembang sebagai ruang tumbuh usaha warga sekaligus ikon wisata daerah.

Inti persoalannya sederhana: banyak destinasi wisata lokal macet di tahap “potensi” karena minim dukungan sistematis. Di Batu Belimbing, program TJSL PLN memilih jalur berbeda dengan hadir sebagai mitra jangka panjang, bukan sekadar pemberi bantuan sesaat. Melalui pra-puncak Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di kawasan wisata ini, yang diprakarsai otoritas jasa keuangan dan melibatkan pemerintah kota, BUMN, perbankan, serta masyarakat, PLN ikut turun langsung memantau progres kawasan dan fasilitas yang mereka dukung. Pendekatan ini memberi pesan kuat: CSR harus diperlakukan sebagai strategi pembangunan, bukan agenda humas musiman.

Tiga Tahun Konsistensi: Ketika CSR Berubah Jadi Komitmen Pemberdayaan

Hal paling menonjol dari program TJSL PLN di wisata Batu Belimbing adalah konsistensi. Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Singkawang, Zulkarnain, menegaskan bahwa selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023 hingga 2025, kawasan ini menjadi mitra penerima bantuan TJSL PLN UP3 Singkawang. Ini bukan pola umum CSR yang sering hanya hadir satu kali untuk foto bersama lalu lenyap. Tiga tahun berturut-turut adalah sinyal bahwa PLN melihat Batu Belimbing sebagai laboratorium nyata pemberdayaan ekonomi lokal, bukan sekadar proyek citra.

Kegiatan pra-puncak PED yang diawali dengan Singkawang Nature Run bertema “Satu Langkah, Seribu Pesona” dan dilanjutkan dengan pemantauan pengembangan kawasan wisata menampilkan bagaimana program TJSL PLN ditenun ke dalam agenda pembangunan ekonomi daerah. Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, bahkan mengapresiasi keterlibatan seluruh insan PLN dalam mendukung program ini, memperlihatkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan diletakkan sebagai bagian dari budaya organisasi, bukan beban tambahan. Dalam konteks CSR, komitmen jangka panjang seperti ini jauh lebih menentukan dibanding ukuran bantuan yang seringkali tidak transparan.

Fasilitas Nyata, Manfaat Nyata: Pokdarwis dan Ekonomi Warga di Garis Depan

Dampak program TJSL PLN terlihat jelas ketika kita melihat apa yang dibangun, bukan hanya apa yang dijanjikan. Dalam kegiatan pemantauan, PLN fokus pada sarana hasil dukungan TJSL, termasuk fasilitas penyeberangan dan keramba apung di tengah danau pemancingan. Fasilitas ini bukan sekadar ornamen wisata; ia dirancang untuk meningkatkan daya tarik kawasan dan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta masyarakat sekitar. Di sinilah program TJSL PLN berbeda: wisata didekati sebagai ekosistem ekonomi, bukan hanya spot foto.

Dengan adanya sarana penyeberangan dan keramba apung, peluang usaha lokal terbuka lebar: jasa pemandu, sewa perahu, kuliner di tepi danau, hingga paket wisata berbasis alam. Program pemberdayaan ekonomi lokal menjadi konkret karena infrastruktur wisata yang dibangun langsung terhubung dengan mata pencaharian warga. Kawasan Wisata Batu Belimbing diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata unggulan kota sekaligus ruang tumbuh aktivitas ekonomi masyarakat lokal, sehingga setiap peningkatan kunjungan wisata tidak hanya menghiasi statistik, tetapi juga mengisi kantong pelaku usaha kecil di sekitarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor: Menguji Serius Tidaknya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Program TJSL PLN di wisata Batu Belimbing berdiri di atas sinergi lintas sektor, bukan kerja tunggal satu perusahaan. Kegiatan pra-puncak PED di kawasan ini diinisiasi otoritas jasa keuangan, melibatkan pemerintah kota, BUMN, perbankan, dan masyarakat. General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menekankan bahwa kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat selaras dengan strategi PLN menghadirkan kebermanfaatan perusahaan yang berkelanjutan. Pernyataan ini penting, karena tanggung jawab sosial perusahaan sering dipuji tetapi jarang ditopang jaringan kerja yang kokoh di lapangan.

Menurut Maria, PLN terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan shared value, sehingga kehadiran perusahaan tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian dan potensi masyarakat di sekitar wilayah kerja. Konsep “shared value” di sini patut dibaca kritis: ia akan bermakna bila perencanaan wisata Batu Belimbing betul-betul melibatkan Pokdarwis, pelaku usaha kecil, dan warga, bukan hanya aktor besar seperti pemerintah dan korporasi. Pada titik inilah publik dapat menilai apakah pemberdayaan ekonomi lokal merupakan tujuan utama atau hanya tagline manis dalam dokumen CSR.

Batu Belimbing Sebagai Model: Pelajaran untuk Skema CSR Wisata Daerah

Melalui rangkaian kegiatan dan dukungan TJSL selama tiga tahun, Kawasan Wisata Batu Belimbing diposisikan untuk tumbuh sebagai destinasi unggulan kota dan ruang ekonomi baru bagi warga. Jika konsistensi ini berlanjut hingga 2025 dan seterusnya, Batu Belimbing berpotensi menjadi contoh bagaimana program TJSL PLN bisa menghubungkan pengembangan wisata dengan pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Di tengah banyaknya proyek wisata yang tumbuh tanpa basis kemandirian masyarakat, arah kebijakan ini layak diapresiasi sekaligus diawasi.

Namun, keberhasilan nyata tetap bergantung pada seberapa jauh warga dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan kawasan. Program TJSL PLN sudah menempatkan fasilitas dan kolaborasi sebagai fondasi, tetapi ujian berikutnya adalah memastikan Pokdarwis dan pelaku usaha lokal menjadi aktor utama, bukan penonton. Jika itu tercapai, maka tanggung jawab sosial perusahaan di Batu Belimbing akan melampaui citra dan berubah menjadi mesin kemandirian ekonomi yang menghidupi banyak keluarga di sekitar danau dan bukit batu yang kini menjadi ikon wisata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!