Pergantian Creative Director Buttonscarves: Sinyal Strategis, Bukan Seremonial
Pergantian creative director Buttonscarves kepada Mifthahul Jannah adalah momen strategis ketika sebuah brand fesyen menyerahkan arahan kreatifnya kepada generasi penerus yang telah tumbuh di dalam ekosistem yang sama, untuk memimpin visi ekspansi brand global dengan pendekatan terintegrasi antara fashion, beauty, fragrance, retail, dan brand experience.
Buttonscarves memasuki babak baru ketika Mifthahul Jannah diangkat sebagai creative director Buttonscarves yang baru. Ini bukan pergantian kosmetik; untuk pertama kalinya, tongkat kepemimpinan kreatif berpindah dari pendiri, Linda Anggrea, setelah lebih dari satu dekade. Di tengah dinamika industri mode yang menuntut adaptasi cepat, keberlanjutan brand tidak lagi cukup mengandalkan inovasi produk, melainkan keberanian melakukan regenerasi kepemimpinan kreatif fashion. Di sini, Buttonscarves mengirim pesan jelas: ekspansi brand global menuntut struktur kepemimpinan yang lebih tajam, dengan pendiri naik ke kursi strategis grup dan creative director baru memegang penuh kemudi estetika dan narasi brand.
Visi Terpadu Fashion–Beauty–Retail: Dari Koleksi ke Strategi Brand Experience
Penunjukan Mifthahul Jannah menjadi menarik karena mandatnya jauh melampaui desain koleksi; ia diberi visi menyatukan fashion, beauty, fragrance, retail, hingga brand experience dalam satu garis kreatif yang konsisten. Ini adalah strategi brand experience yang jelas: setiap touchpoint konsumen, dari scarf hingga parfum dan dari toko fisik hingga kampanye digital, harus bercerita dalam bahasa estetika yang sama. Pengalaman konsumen diharapkan tidak terpecah-pecah, tetapi mengalir sebagai satu narasi kohesif tentang gaya hidup Buttonscarves. Pengalaman panjang Mitha sebelumnya dalam membentuk identitas kreatif, konsep retail dan store, serta keseluruhan pengalaman brand menjadi modal penting untuk ambisi ini. Dengan kata lain, Buttonscarves berhenti memikirkan produk sebagai unit terpisah dan mulai memperlakukan brand sebagai ekosistem emosi, cerita, dan kebiasaan konsumen.
Bagi konsumen, dampaknya konkret: kesatuan arah kreatif antara Buttonscarves dan lini beauty diharapkan memperkuat identitas brand dan menciptakan pengalaman yang lebih konsisten di berbagai kanal. Di bawah kepemimpinan Mitha, fokus tidak hanya pada inovasi produk, tetapi juga pengalaman retail, brand storytelling, hingga creative campaigns. Artinya, koleksi yang mereka beli, interior butik yang mereka datangi, hingga konten kampanye yang mereka lihat akan terasa saling terhubung.
Regenerasi Kepemimpinan Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Global
Keputusan menyerahkan arah kreatif kepada Mitha lahir dari kesadaran bahwa untuk bertahan di pasar global yang kian padat, brand harus berani melakukan regenerasi kepemimpinan kreatif fashion. Regenerasi ini bukan sekadar pergantian nama di kartu nama; ia adalah strategi jangka panjang untuk memastikan brand terus relevan, adaptif, dan dekat dengan audiens baru. Pendiri Modinity Group menegaskan bahwa memberikan ruang bagi generasi pemimpin berikutnya adalah bagian penting dalam membangun brand yang dapat bertumbuh dan bertahan dalam jangka panjang. Transisi ini juga disusun sebagai bagian dari strategi membangun kepemimpinan dari dalam organisasi. Dengan Mitha yang telah lama menjadi bagian perjalanan Buttonscarves, brand menghindari risiko putusnya DNA kreatif, sekaligus menyuntikkan perspektif baru terhadap tren global dan pola konsumsi yang berubah cepat.
Di sisi lain, peran Linda sebagai pendiri bergeser ke level yang lebih makro. Ia memperluas fokus untuk memimpin Modinity Group, memperkuat ekosistem bisnis yang menaungi Buttonscarves, Buttonscarves Beauty, dan Benang Jarum. Fokus ke depan mencakup penguatan supply chain, operasional bisnis, talent development, strategic partnerships, hingga ekspansi pasar. Ini pembagian peran yang logis: pendiri memusatkan energi pada orkestrasi besar ekspansi brand global, sementara creative director baru menggarap detail narasi visual dan pengalaman konsumen. Kombinasi ini membuat Buttonscarves berjalan dengan dua mesin—strategi korporat dan visi kreatif—yang saling menguatkan.
Portofolio Kreatif Terbesar Modinity: Tantangan dan Peluang Bagi Mitha
Tanggung jawab Mifthahul Jannah kini melampaui satu brand; ia memimpin salah satu portofolio kreatif terbesar di Modinity Group yang mencakup Buttonscarves, Buttonscarves Beauty, dan Benang Jarum. Sebelumnya, sebagai Chief of Product Development, ia sudah memegang pengembangan produk seluruh brand dalam grup serta membentuk identitas kreatif Buttonscarves dan konsep retail-nya. Kini, mandatnya lebih luas: menjaga identitas dan nilai yang dicintai komunitas, sambil terus menghadirkan ide baru dan inovasi yang bermakna. Tantangannya jelas—menjaga setiap brand tetap punya karakter berbeda, tetapi berada dalam payung estetika yang serasi. Peluangnya lebih besar: sinergi lintas brand memungkinkan eksperimen kampanye dan pengalaman lintas kategori yang tidak bisa dilakukan pemain tunggal.
Bagi konsumen, ini berarti one-stop lifestyle universe: siapapun yang mengenal creative director Buttonscarves akan menemukan jejak estetika yang sama di lini beauty dan brand ready-to-wear Benang Jarum. Pengalaman retail, storytelling, dan creative campaigns akan terus dikembangkan sebagai satu rangkaian yang saling melengkapi. Jika dikelola konsisten, pendekatan holistik ini dapat menjadi keunggulan kompetitif di pasar internasional, di mana brand dengan pengalaman kohesif cenderung lebih diingat dan lebih sering dipilih. Di pasar global yang dibanjiri produk, konsistensi cerita sering lebih menentukan daripada sekadar desain yang indah.
Arah Berikutnya: Menguji Visi Terpadu di Panggung Internasional
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Buttonscarves siap berekspansi, tetapi seberapa berani mereka menguji visi terpadu ini di panggung internasional. Di bawah kepemimpinan Mitha, brand akan melanjutkan pengembangan inovasi produk, pengalaman retail, brand storytelling, hingga creative campaigns. Sementara itu, Modinity Group memperkuat fondasi supply chain, operasional, pengembangan talenta, kemitraan strategis, dan ekspansi pasar. Kombinasi infrastruktur bisnis yang ditata di level grup dan strategi brand experience yang terintegrasi di level kreatif menjadi formula yang masuk akal untuk ekspansi brand global. Yang dipertaruhkan bukan hanya penjualan lintas negara, tetapi kemampuan menghadirkan pengalaman brand yang konsisten di berbagai budaya dan kanal distribusi.
Kesimpulannya, penunjukan Mifthahul Jannah sebagai creative director Buttonscarves adalah langkah berani yang menempatkan regenerasi kepemimpinan di jantung strategi pertumbuhan brand. Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan berbagai touchpoint konsumen—dari fashion, beauty, fragrance, retail, hingga keseluruhan brand experience—Buttonscarves memilih jalan yang lebih sulit namun lebih berkelanjutan: membangun brand sebagai ekosistem hidup, bukan sekadar lini produk. Jika mereka konsisten mengeksekusi visi ini, Buttonscarves berpotensi menjadi studi kasus penting tentang bagaimana brand fesyen dari satu pasar dapat menembus pasar global dengan kekuatan narasi dan pengalaman yang kohesif.






