Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ekonomi Syariah Peringkat 4 Dunia: Saatnya Menangkap Pasar Muslim

Ekonomi Syariah Peringkat 4 Dunia: Saatnya Menangkap Pasar Muslim
Minat|Asia Tenggara

Ekonomi syariah sebagai mesin pertumbuhan baru, bukan pelengkap

Ekonomi syariah adalah sistem kegiatan produksi, distribusi, konsumsi, dan intermediasi keuangan yang berlandaskan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan pelarangan riba, dirancang untuk menciptakan kemakmuran yang merata bagi seluruh pelaku ekonomi tanpa memandang agama maupun latar belakang sosial. Indonesia saat ini bertahan di peringkat keempat dalam laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026. Posisi ini sering dirayakan, tetapi seharusnya dibaca sebagai alarm, bukan medali akhir. Negara lain di kawasan ASEAN seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand sudah agresif mengembangkan keuangan syariah. Jika ekonomi syariah Indonesia hanya diperlakukan sebagai pelengkap sektor konvensional, maka peluang menjadi kekuatan utama di keuangan syariah dunia akan pelan-pelan berpindah ke tetangga.

Pasar muslim global 3,56 triliun dollar: peluang yang bisa hilang

Proyeksi belanja masyarakat muslim global mencapai 3,56 triliun dollar AS pada 2029. Angka ini menggambarkan pasar muslim global yang sangat besar, mulai dari makanan halal, fesyen, pariwisata ramah muslim, hingga keuangan syariah. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menilai ekonomi syariah berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan bertumpu pada lonjakan konsumsi tersebut. Namun potensi tidak otomatis berubah menjadi kinerja. Tanpa produk yang kompetitif, standar yang jelas, dan promosi yang terarah, pelaku usaha lokal hanya akan menjadi penonton di pasar muslim global. Di sinilah ekonomi syariah Indonesia harus berani keluar dari pola pikir domestik dan menjadikan pasar internasional sebagai target utama, bukan bonus.

Ekonomi Syariah Peringkat 4 Dunia: Saatnya Menangkap Pasar Muslim

Strategi Bank Sentral: dari pendalaman pasar ke investasi syariah

Bank sentral menegaskan bahwa pengembangan produk dan pendalaman pasar keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah besar agar potensi investasi syariah dapat dimanfaatkan optimal. Capaian peringkat global disebut sebagai fondasi untuk memperluas pangsa pasar, memperdalam pasar keuangan, dan meningkatkan literasi masyarakat. Pernyataan ini penting: tanpa instrumen yang dalam dan likuid, investor global—termasuk dari negara nonmuslim—akan ragu menempatkan dana di instrumen syariah lokal, meski minatnya besar. Penerbitan green sukuk yang sudah mencapai 7,7 miliar dollar AS di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa pasar merespons ketika produk dirancang serius dan terukur. Tantangannya adalah memperluas kesuksesan ini ke instrumen lain, bukan berhenti pada sukuk hijau saja.

ISEF 2026: laboratorium strategi keuangan syariah dunia

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 dibuka di Jakarta International Convention Center sebagai panggung utama ambisi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Di sini, bank sentral meluncurkan tiga program unggulan: Islamic Financial Market Code of Conduct untuk memperkuat integritas transaksi pasar keuangan syariah, pembaruan indeks Zakat Core Principles bersama BAZNAS, dan program beasiswa internasional berbasis dana sosial syariah. ISEF 2026 melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan menghadirkan lebih dari 100 kegiatan luring dan daring, termasuk business matching dan forum bisnis pesantren. Fakta bahwa ISEF berkolaborasi dengan Trade Expo dan memanfaatkan platform digital seperti Roblox menunjukkan kesadaran bahwa pasar muslim global didominasi generasi muda yang digital-native. Festival ini seharusnya dibaca sebagai laboratorium strategi, bukan sekadar pameran.

Dari prinsip inklusif ke manfaat nyata bagi masyarakat

Kekuatan utama ekonomi syariah Indonesia bukan hanya populasi muslim, tetapi relevansi prinsipnya yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Prinsip inklusivitas mendorong pembangunan yang memberi kesempatan kepada seluruh kelompok masyarakat untuk memperoleh akses layanan keuangan. Upaya penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah diarahkan untuk memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Pemerintah mendorong penguatan industri halal dan UMKM, perluasan ekspor dan kerja sama internasional, serta pengembangan keuangan dan dana sosial syariah, termasuk perluasan akses pembiayaan bagi UMKM dan peningkatan literasi keuangan syariah. Jika langkah-langkah ini konsisten, ekonomi syariah Indonesia tidak hanya mengejar peringkat, tetapi menghadirkan manfaat nyata: pembiayaan yang lebih adil, kesempatan usaha yang lebih luas, dan perlindungan sosial yang lebih kuat melalui zakat dan wakaf produktif.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!