Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ekonomi Syariah UMKM Jateng: Jalan Pendek ke Pasar Global Halal

Ekonomi Syariah UMKM Jateng: Jalan Pendek ke Pasar Global Halal
Minat|Asia Tenggara

Ekonomi Syariah UMKM: Dari Wacana ke Strategi Pertumbuhan

Ekonomi syariah UMKM adalah strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah yang mengacu pada prinsip syariah, menguatkan industri halal, dan menghubungkan pelaku usaha kecil dengan pembiayaan etis, sertifikasi halal, serta jaringan perdagangan hingga ke pasar global halal sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah yang terarah dan terukur.

Pilihan Jawa Tengah menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan daerah bukan langkah simbolik, melainkan reposisi kebijakan: dari sekadar memperbanyak lembaga keuangan, menuju penguatan sektor riil yang bertumpu pada UMKM dan koperasi. Gubernur Ahmad Luthfi meminta Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jateng periode 2026–2031 secara aktif menggerakkan sektor UMKM agar potensi ekonomi syariah betul-betul menggerakkan roda perekonomian rakyat kecil dan perekonomian daerah. Dengan penduduk sekitar 38 juta jiwa dan hampir 97 persen di antaranya beragama Islam, Jawa Tengah memegang modal pasar yang besar bagi produk dan layanan berbasis kebutuhan masyarakat muslim. Pilihannya jelas: ekonomi syariah harus turun ke akar rumput, bukan berhenti di ruang seminar.

Ekonomi Syariah UMKM Jateng: Jalan Pendek ke Pasar Global Halal

Pelantikan MES Jateng: Momentum Politik Ekonomi, Bukan Seremonial

Pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah periode 2026–2031 di Ballroom Pandanaran, Hotel Padma, Semarang pada 2 Oktober 2026, seharusnya dibaca sebagai deklarasi arah baru ekonomi daerah, bukan sekadar acara serah-terima jabatan. Dengan agenda tersebut, masa bakti ini secara terang diarahkan untuk memperluas peran ekonomi syariah dalam sektor riil. Pesan politik ekonominya jelas: UMKM adalah prioritas, dan syariah menjadi bingkainya.

Di forum itu, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program MES harus mampu menumbuhkan ekonomi baru di Jawa Tengah dengan menggandeng seluruh potensi masyarakat, terutama UMKM. Ia juga mengingatkan bahwa ekonomi syariah sudah masuk dalam arah kebijakan pembangunan 2025–2029, dan pada 2027 diproyeksikan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah berdampingan dengan pariwisata berkelanjutan. Pernyataan tersebut penting karena memindahkan ekonomi syariah dari posisi pelengkap ke arus utama perencanaan pembangunan, lengkap dengan target waktu dan indikator kinerja yang akan diukur bersama Badan Pusat Statistik pada 2027.

Ekosistem Bisnis Syariah: Menghubungkan UMKM, Industri Halal, dan Ekspor

MES Jateng tidak berbicara ekonomi syariah sebatas produk keuangan; mereka ingin membangun ekosistem bisnis syariah yang melibatkan sektor riil, koperasi, UMKM, industri halal, pesantren, perdagangan, pariwisata, ekonomi digital hingga ekspor. Pendekatan ekosistem ini penting, karena UMKM tidak hanya butuh modal, tetapi juga kurasi produk, sertifikasi halal, pendampingan digital, dan akses pasar. Target akhirnya tegas: membuka semakin banyak akses bagi potensi Jawa Tengah untuk terhubung dengan pasar nasional maupun global.

Koperasi ditempatkan sebagai simpul utama. Program Koperasi Ekspor Merah Putih disiapkan untuk memperkuat kapasitas koperasi sekaligus membantu pelaku usaha membuka akses ke pasar ekspor. Dalam pelantikan MES, koperasi ini diperkenalkan sebagai jembatan perluasan pasar produk ekonomi syariah Jawa Tengah ke luar negeri dan pasar luar negeri. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan membuka jalan bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk dan menembus ekspor produk halal. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, produk lokal tidak lagi berhenti sebagai pengisi kios pasar tradisional, tetapi naik kelas menjadi komoditas di pasar global halal.

Literasi Keuangan Syariah: Syarat Wajib Industri Halal Naik Kelas

Tidak ada ekonomi syariah UMKM yang kuat tanpa literasi keuangan syariah yang memadai. Data menunjukkan tingkat literasi ekonomi syariah baru 23,3 persen pada 2022, naik dari 16 persen pada 2019. Angka ini menggambarkan jurang antara potensi dan pemahaman: mayoritas penduduk muslim, tetapi belum banyak yang mengerti instrumen dan ekosistem bisnis syariah. Jika literasi dibiarkan rendah, skema pembiayaan syariah, sertifikasi halal, hingga instrumen investasi akan tetap terasa asing bagi pelaku UMKM.

Karena itu, strategi nasional melalui komite khusus ekonomi dan keuangan syariah memperkuat literasi dan infrastruktur ekosistem syariah secara paralel: dari program literasi, pengembangan SDM, sampai pembangunan ekosistem talenta industri halal dan keuangan syariah. Tujuan utamanya adalah semakin meliterasi masyarakat tentang ekonomi syariah dan menghadirkan inovasi digital yang memudahkan akses. Bagi UMKM Jateng, ini berarti peluang baru: memahami skema pembiayaan syariah, memanfaatkan sertifikasi halal—yang sudah mencapai hampir 670 ribu sertifikat di Jawa Tengah—serta masuk ke dalam rantai nilai pasar global halal dengan kepercayaan diri yang lebih besar.

Menuju Pasar Global Halal: Tantangan dan Pilihan Kebijakan Jateng

Dengan penduduk muslim yang besar dan arah kebijakan pembangunan yang sudah mengakui ekonomi syariah sebagai penopang pertumbuhan, Jawa Tengah sedang menyiapkan ekonomi syariah bukan hanya untuk pasar lokal, tetapi juga untuk menjangkau pasar internasional. Sertifikasi halal, pariwisata ramah muslim, pengembangan ekonomi pesantren, hingga gagasan kawasan khusus ekonomi syariah untuk mendorong ekosistem industri halal yang lebih terintegrasi, adalah bagian dari strategi tersebut.

Namun keputusan kebijakan ini datang dengan konsekuensi: pemerintah daerah dan MES harus memastikan ekosistem bisnis syariah betul-betul bersifat inklusif, progresif, dan inovatif, sebagaimana tema yang diusung MES Jateng. Di satu sisi, kebijakan ini membuka peluang UMKM masuk pasar global halal melalui koperasi ekspor dan transformasi digital; di sisi lain, kegagalan menyediakan pendampingan dan infrastruktur yang memadai akan membuat ekonomi syariah kembali identik dengan jargon. Kesimpulannya, Jawa Tengah sudah memilih rute yang berani: menjadikan ekonomi syariah sebagai jembatan UMKM ke pasar global. Tugas berikutnya adalah memastikan jembatan itu kokoh, mudah diakses, dan benar-benar dilalui sebanyak mungkin pelaku usaha kecil.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!