Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sekadau dan Jakarta Selatan Perkuat Upaya Tekan Stunting

Sekadau dan Jakarta Selatan Perkuat Upaya Tekan Stunting
Minat|Olahraga untuk Kesehatan

Target nol persen menuntut kesinambungan

Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak yang berkaitan dengan kekurangan gizi berkepanjangan dan dapat dicegah melalui pemenuhan nutrisi, pengasuhan yang baik, serta lingkungan sehat. Karena itu, penurunan angka kasus harus bertumpu pada kebiasaan keluarga dan layanan yang terus berjalan, bukan bergantung pada satu program.

Pesan kesinambungan itu menjadi penting ketika Bupati Sekadau Aron menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meneruskan upaya penurunan stunting setelah program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI) bersama Wahana Visi Indonesia berakhir. Ia menyampaikan komitmen tersebut dalam penutupan program di Aula Institut Teknologi Keling Kumang, 20 Oktober 2026. Berakhirnya pendampingan bukan alasan untuk mengendurkan pencegahan stunting; justru pemerintah daerah perlu memastikan praktik yang sudah terbentuk tetap hidup di desa dan keluarga.

Edukasi gizi sebagai warisan program

Sekadau menargetkan stunting turun hingga nol persen lewat keberlanjutan edukasi gizi, penguatan pola asuh, dan kolaborasi lintas sektor. Angka yang disampaikan Aron turun dari 36 persen saat ia mulai menjabat menjadi sekitar 9 persen. Capaian itu penting, tetapi masih menyisakan pekerjaan besar: program pengganti harus menjaga jangkauan edukasi dan bantuan bagi anak yang membutuhkan.

Selama program berjalan, anak-anak yang memerlukan dukungan gizi menerima bantuan susu dan telur, sementara keluarga mendapat edukasi tentang pola asuh dan pemenuhan nutrisi sejak dini. Upaya tersebut menunjukkan bahwa intervensi stunting tidak cukup berupa bantuan sesaat. Pengetahuan keluarga perlu diperkuat agar keputusan sehari-hari tentang makanan dan perawatan anak ikut berubah. Aron juga berharap praktik baik PASTI diteruskan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Pencegahan perlu mencakup lebih dari gizi. Program PASTI turut mendorong perilaku hidup bersih, gerakan bebas buang air besar sembarangan, serta perhatian pada ketersediaan dan kualitas air. Mempertahankan unsur-unsur ini akan menentukan apakah penurunan angka dapat bertahan setelah dukungan program berakhir.

Jakarta Selatan memilih koordinasi terarah

Jakarta Selatan menempuh jalur berbeda: pemerintah kota memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dan elemen masyarakat untuk mempercepat pencegahan serta penanganan stunting. Pendekatan ini masuk akal untuk wilayah perkotaan yang membutuhkan pembagian tanggung jawab dan intervensi sesuai kondisi tiap lingkungan. Namun, rapat koordinasi hanya bernilai jika menghasilkan langkah yang jelas, terukur, dan dijalankan sampai tingkat warga.

Pemetaan pemerintah setempat menunjukkan bahwa sebagian kasus berkaitan dengan tingginya kepercayaan keluarga kepada pengasuh dalam merawat anak. Karena itu, edukasi gizi dan pola asuh perlu menjangkau bukan hanya orang tua, tetapi juga pengasuh serta tokoh agama dan masyarakat yang dipercaya warga. Kecamatan Jagakarsa disebut sebagai wilayah dengan kasus yang paling luas dan padat, sehingga memerlukan perhatian lebih terarah.

Pemerintah kota menargetkan prevalensi turun dari sekitar 14 persen menjadi 11,2 persen hingga akhir 2030. Dalam rapat koordinasi, 100 peserta dari instansi terkait diharapkan merumuskan intervensi stunting yang konkret, terukur, dan terpadu. Target ini memberi arah, tetapi keberhasilannya akan bergantung pada tindak lanjut lapangan dan keterlibatan keluarga.

Dua pendekatan, satu ukuran keberhasilan

Perbandingan keduanya menyoroti dua kebutuhan yang saling melengkapi. Sekadau harus menjaga kesinambungan edukasi dan praktik kesehatan setelah program mitra selesai; Jakarta Selatan harus menerjemahkan koordinasi lintas sektor menjadi layanan yang sesuai dengan pola pengasuhan setempat. Yang pertama menguji daya tahan program, sedangkan yang kedua menguji kemampuan banyak pihak bekerja dalam satu arah.

Keduanya juga mengingatkan bahwa angka sasaran bukan hasil akhir. Bantuan pangan, edukasi keluarga, sanitasi, air bersih, pemetaan wilayah, dan pelibatan tokoh masyarakat perlu saling menguatkan. Tanpa kesinambungan dan tindak lanjut, intervensi mudah berhenti sebagai agenda rapat atau proyek sementara.

Kesimpulannya, Sekadau perlu mengubah capaian PASTI menjadi kebiasaan layanan lokal yang berkelanjutan, sementara Jakarta Selatan perlu memastikan koordinasinya terasa langsung bagi keluarga dan anak. Penurunan stunting akan lebih mungkin bertahan ketika edukasi gizi berjalan terus, peran lintas sektor jelas, dan pencegahan hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!